Showing posts with label ternak kalkun. Show all posts
Showing posts with label ternak kalkun. Show all posts

Monday, October 31, 2016

omset bisnis ternak ayam kalkun yang menggiurkan

omset bisnis ternak ayam kalkun yang menggiurkan
Hobi yang mendatangkan penghasilan tentu sangat menyenangkan. Itulah yang dialami Iwan Suryolaksono, peternak kalkun di Ciwaruga, Bandung, Jawa Barat.
Sejak awal menekuni usaha ternak kalkun, Iwan, begitu ia akrab disapa, mengaku kewalahan dalam memenuhi permintaan konsumen. Skala peternakannya yang masih kecil mendorong Iwan kini tengah melebarkan sayap untuk membuka peternakan baru di daerah Soreang, Kabupaten Bandung.
Dalam beternak kalkun Iwan mengedepankan konsep organik dalam hal pemberian pakan, maka tak heran bila kalkun hasil pembesarannya selalu menjadi barang buruan konsumen karena kalkun lebih sehat efek asupan pakan yang terjaga dan terukur gizinya.
Kendati bentuk pemasaran yang dilakukan Iwan hanya mengandalkan website, namun konsumen yang datang bisa dibilang sangat membludak melebihi jumlah panen kalkun per bulan.
“Padahal saya hanya memakai website gratis sebagai media promosi dan itu pun sangat banyak yang menghubungi saya,” ungkap Iwan.
Dalam siklus tahunan, permintaan tertinggi kalkun menurut Iwan jatuh pada 3 bulan terakhir dipenghujung tahun, yaitu bulan Oktober, November, dan Desember. Di bulan-bulan tersebut permintaan meningkat hingga 2 kali lipat.
Menurut Iwan, konsumen utama penikmat daging kalkun ialah kalangan papan atas kaum ekspatriat yang kerap memborong kalkunnya. Selain itu, juga ada dari beberapa resto, catering dan penghobiis yang ingin mengkoleksi kalkun hasil ternak Iwan.
Menyoal harga jualnya sendiri, harga kalkun tergolong stabil dalam kondisi normal. Untuk kalkun jantan hidup usia 4 bulan dipatok Iwan Rp.400 ribu/ekor, dan kalkun betina hidup di usia yang sama Rp.500 ribu/ekor. Selain menjual kalkun hidup, Iwan juga siap memasok kalkun yang sudah dalam bentuk karkas, dengan harga Rp.70-80 ribu/kg.
“Kalau permintaan sedang tinggi tak jarang orang bule datang langsung ke tempat saya ingin order dan melihat langsung menyembelihannya,” ujar Iwan.
Iwan selalu menerapkan pembayaran cash bagi setiap konsumen yang mengorder kalkunya. Untuk memuaskan konsumen, kini Iwan hanya menjual kalkun pedaging yang berbobot di atas 5 kg. Karena kalkun di bawah 5 kg komposisi tulangnya lebih besar ketimbang daging, sehingga daging akan terasa kurang nikmat jika disantap.
Setiap bulan Iwan mampu menjual belasan hingga puluhan ekor kalkun hidup maupun yang sudah dalam bentuk karkas. Jika dikalkukasikan, setidaknya omzet yang dikantongi Iwan tiap bualnnya sekitar Rp 10 juta. Keuntungan bersihnya, aku Iwan, terus ia putar lagi untuk mengembangkan usahanya.
Diakui Iwan, sampai dengan detik ini ia belum bisa menjual kalkun dalam skala besar karena sangat tingginya permintaan.
“Baru usia 5 bulan saja sudah banyak yang order, padahal itu mau saya jadikan indukan,” ucap Iwan.
Ke depan, Iwan berobsesi ingin mengembangkan usaha kalkun dengan start 500 ekor kalkun di kandang barunya di Soreang Kab Bandung Barat. Iwan sangat percaya dalam masa mendatang kalkun dapat menjadi menu alternatif pengganti daging ayam dan sapi karena kaya protein yang baik bagi kesehatan tubuh.

strategi jitu ternak kalkun bagi pemula

Bagi mereka yang tertarik untuk mencoba budidaya kalkun sebaiknya memulai dari membeli bibit budidaya kalkun yang berumur dua bulan. Bibit budidaya kalkun yang berumur dua bulan ini sudah tak terlalu merepotkan dibanding dengan bibit yang baru berumur sehari yang pastinya butuh perawatan ekstra.
Bibit budidaya kalkun berumur dua bulan yang ideal untuk diternakkan harus dipilih dari anakan yang
berpenampilan yang sehat, gesit, normal tidak cacat, kotoran kalkun berbentuk kering, tidak encer, tidak berwarna putih atau hijau, tidak terdapat luka dan sudah divaksin.
Bibit budidaya kalkun berumur dua bulan dipelihara dalam kandang khusus. Sebagai penerangan gunakan lampu bohlam. Untuk menjaga dari angin, setiap malam kandang budidaya kalkun kita tutup dengan plastik. Plastik ini bisa plastik bekas atau baru, karena fungsinya sama saja. Setiap malam, kalkun kecil ini harus kita lihat, apakah sudah cukup hangat. Jika kalkun masih terlihat berkerumun didekat lampu, berarti kita harus tambahkan lagi lampunya.
strategi jitu ternak kalkun bagi pemula
Setiap hari, kandang budidaya kalkun kita keluarkan bersama isinya, untuk dijemur. Penjemuran ini berfungsi agar kalkun lebih sehat. Waktu yang tepat untuk penjemuran ini antara jam 8-10 pagi. Saat kandang budidaya kalku dijemur, bersihkan ruangan dari kotoran kalkun. Kotoran kalkun dari kandang ditumpuk dalam lokasi tersendiri.
Sebagai makanannya, kalkun kecil ini kita beri ransum yang bahannya terdiri dari bekatul halus, sayuran, dan konsentrat. Bahan-bahan ini kita campur dengan air hangat sampai membentuk adonan yang tidak terlampau lembek. Untuk minumnya, kita sediakan air matang yang ditaruh dalam tempat minum yang bisa kita peroleh di toko-toko peternakan. Kalkun yang kita pelihara sebaiknya tidak dibiarkan minum air hujan karena akan gampang sakit.


Pembesaran Bibit Budidaya Kalkun
Pada budidaya kalkun setelah berumur 4 bulan kalkun bisa mulai diumbar. Pada umur tersebut kalkun sudah lebih tahan terhadap cuaca dan kemungkinan terserang penyakit. Jika masih tersedia kandang boks, kalkun bisa dimasukkan kandang lagi saat sore harinya. Jika tidak harus disediakan kandang budidaya kalkun yang aman dari gangguan saat malam hari.
strategi jitu ternak kalkun bagi pemula
Pakan dan cara pemberian makan dalam budidaya kalkun muda ini sedikit berbeda jenis dan dosisnya. Pakan dalam budidaya kalkun muda terdiri dari bekatul, sayur, dan konsentrat. Cara pemberian makan pada budidaya kalkun muda ini adalah dengan cara menaruh campuran ransumnya di dalam baskom plastik. Biasanya, kalkun-kalkun ini akan makan bersama-sama dan tidak berebut. Jika ada seekor kalkun yang nakal saat makan, segera pisahkan dan beri makan dalam wadah tersendiri.
AGar budidaya kalkun dapat memberi keuntungan maksimal dengan bobot pertumbuhan yang bagus kalkun muda berumur dapat berikan sayuran sebagai camilan. Sayuran yang biasa dikonsumsi adalah daun papaya, daun pisang dan sayuran lainnya.
Setelah berusia 6 bulan budidaya kalkun telah dapat menghasilkan kalkun dewasa yang siap dipasarkan. Kalkun usia dewasa ini tidak hanya dipelihara dalam kandang boks terus tetapi harus diumbar. Makanan yang diberikan pada kalkun dewasa tidak berbeda dengan kalkun muda. Hanya saja untuk nasi aking dan katul perlu ditambah. Jumlahnya sesuai dengan kebutuhan budidaya kalkun.
strategi jitu ternak kalkun bagi pemula
Tips Budidaya Kalkun Dewasa
Pelaku budidaya kalkun harus memahami bahwa saat kalkun menjadi dewasa, biasanya akan sering terjadi pertarungan antar pejantan. Selain berebut pasangan, pertarungan ini juga terjadi saat berebut makanan. Untuk antisipasinya, kalkun yang nakal perlu kita kurung dalam kandang tersendiri.
Setelah beberapa kali bertelur, betina-betina yang dalam keadaan istirahat dan mbrodol juga perlu kita kelompokkan. Saat mbrodol, bulu-bulu kalkun akan rontok. Setelah bulu kembali pulih, kalkun siap untuk kembali kawin.
Pada budidaya kalkun kesehatan kalkun ditandai dengan nafsu makannya yang baik, kotorannya berwarna normal dan gerak-geriknya yang gesit. Selain itu, kalkun sehat juga dilihat dari bobotnya yang normal jika ditimbang. Bobot yang dimaksud disini adalah berat hidup kalkun per usia.
Tentu saja bobot daging hasil budidaya kalkun berhubungan erat dengan konsumsi dan gizinya. Terlalu mengirit pakan budidaya kalkun mengakibatkan kalkun tak bisa gemuk. Sebaliknya pemberian pakan yang terlalu boros juga tidak memiliki dampak peningkatan bobot daging hasil budidaya kalkun secara efisien

Tips sukses cara beternak ayam kalkun dijamin untung besar

Daging ayam memang masih menjadi favorit sebagian besar orang. Sehingga setiap kali ada acara syukuran, biasanya yang menjadi menu utama adalah daging ayam. Salah satu daging yang menjadi favorit, terutama di beberapa restoran adalah daging ayam kalkun. Rasanya yang lezat membuat daging ini dicari oleh banyak orang. Namun, tentunya harganya sangat berbeda dengan daging ayam pedaging yang biasa anda makan. Peluang pasar daging ayam kalkun ini masih sangat terbuka lebar, terutama bagi pasar yang berada di luar Pulau Jawa, sebab permintaan banyak sedangkan ketersediaan ayam kalkun masih sangat sedikit. Ini adalah sebuah peluang menguntungkan bagi anda ketika anda hendak mengais rezeki dari ternak ayam kalkun.
Tips sukses cara beternak ayam kalkun dijamin untung besar
Bahkan yang bisa anda manfaatkan dari hasil ternak ayam kalkun ini bukan hanya dagingnya saja, telurnya juga laku di jual dengan harga yang lumayan tinggi. Bulunya pun seringkali digunakan sebagai bahan kerajinan. Sehingga dengan memelihara ayam kalkun di rumah, anda bisa mendapatkan keuntungan mulai dari bulu hingga dagingnya. Tentunya ini akan menjadi sebuah keuntungan yang berlipat bagi anda.
Dalam perawatan ayam kalkun ini juga tidak terlalu sulit, anda bisa membuatkan sebuah kandang yang menghadap ke arah matahari, agar kandang ayam kalkun anda tetap kering dan tidak lembab. Berikan juga luasan yang cukup agar kalkun anda bisa bermain di kandang, agar kalkun anda tidak mudah stres. Untuk makanannya juga terbilang mudah, sama seperti makanan ayam-ayam pada umumnya. Lokasi yang baik untuk memelihara ayam kalkun ini adalah di lokasi persawahan, atau dekat sungai agar ayam kalkun bisa menjadi makanan tambahan secara mandiri.
Dengan perawatan yang cukup mudah dan tidak membutuhkan keahlian yang khusus, anda bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Sebab harga ayam kalkun ini memang terbilang cukup mahal. Ayam kalkun ukuran DOC saja sudah dihargai sekitar Rp 30 ribu per ekornya. Ayam kalkun usia 2 minggu dihargai Rp 45 ribu per ekor. Umur 3 minggu dihargai Rp 55 ribu per ekor. Umur 1 bulan dihargai Rp 65 ribu per ekor. Umur 2 bulan dihargai Rp 100 ribu per ekor. Harga yang cukup mahal bukan? Untuk ayam kalkun yang berumur 3 bulan ke atas, biasanya dijual sepasang. Ayam kalkun umumr 3 bulan dihargai Rp 375 ribu per pasang. Umur 5 bulan dihargai Rp 475 ribu per pasang. Umur 6 bulan dihargai Rp 575 ribu per pasang, apabila untuk indukan dihargai Rp 750 ribu per pasang, dan jika termasuk dalam indukan super maka harga per pasangnya bisa berkisar antara Rp 850 ribu hingga Rp 1 juta. Sedangkan untuk harga daging beku dari ayam kalkun ini di pasaran berkisar antara Rp 45-50 ribu per kg.

cara sukses budidaya dan beternak ayam kalkun

Produk dari ayam, baik itu daging maupun telurnya selalu menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Hal ini membuat usaha peternakan ayam memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan. Tak jarang, para wirausahawan muda pun melirik peternakan ini, satu diantaranya adalah Zainal. Usianya masih 23 tahun, namun ia sudah memiliki usaha yang menjanjikan, yakni peternakan ayam kalkun. Muhammad Zainal Arifin mengembangkan bisnis ini sejak tahun 2010. Berawal dari sekedar hobi memelihara ayam kalkun, kini Zainal bisa mengantongi omset hingga lima juta rupiah per bulan.
Zainal beternak ayam kalkun jenis M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar atau wild turkey. Saat ini ada sekitar 200 ekor kalkun di kandang miliknya. Konsumen Zainal rata-rata adalah pengusaha restoran
cara sukses budidaya dan beternak ayam kalkun
Kepada konsumen, Zainal menjual kalkun yang sudah memiliki berat antara 4 hingga 5 kg seharga Rp 250.000 per ekor. Sedangkan kalkun berbobot 6 hingga 8 kg dijual seharga Rp 350.000 per ekor. Lain lagi kalau kalkun besar berbobot 9 hingga 15 kg dijual dengan harga 650 ribu rupiah per ekor. Dalam sehari, Zainal bisa menjual antara 7 hingga 10 ekor kalkun. Ia juga menerima pesanan daging kalkun. Zainal menjual daging kalkun seharga 55.000 rupiah per kg. Selain dagingnya, telur kalkun juga laris diburu konsumen. Dalam sebulan, ayam kalkun bisa menghasilkan antara 15 hingga 20 butir telur. Tertarik untuk mengikuti jejak Zainal? Peternak kalkun memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Perawatan kalkun juga tidak sulit. Untuk pakan, kalkun cukup diberi sayuran segar yang dicampur dengan bekatul. Dengan modal sedikit untung yang menggiurkan.


Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk usaha ayam kalkun?
Untuk memulai bisnis ternak ayam kalkun, tak jauh berbeda dengan ayam kampung maupun ayam broiler. Tahapan persiapannya dimulai dari pemilihan lokasi atau tempat usaha, pembuatan kandang, pengadaan bibit atau induk, penyediaan pakan, dan pemeliharaan. Semua tahapan ini hampir sama dengan peternakan jenis ayam lainnya. Silahkan baca "Usaha beternak ayam" di link ini!
Kemudian anda perlu juga mengetahui jenis-jenis ayam kalkun. Ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina memiliki ukuran lebih kecil dari kalkun jantan dengan warna bulu yang kurang berwarna-warni. Saat berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dengan melihat ukuran tubuhnya dan rentangan sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.
Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata. Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan oleh para petani untuk diambil daging dan telurnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil domestikasi suku Maya di Amerika.
Untuk tahap pemilihan bibit ayam kalkun, yang perlu anda perhatikan adalah pemilihan bibit yang sehat dan unggul dengan ciri-ciri nafsu makan yang baik, kotorannya berwarna normal (tidak encer atau putih kehijauan), gerak-geriknya gesit dan lincah, serta berasal dari indukan unggul. Indukan yang unggul biasanya merupakan betina produktif yang memiliki kaki dan badan yang besar. Di pasaran harga bibit anak ayam kalkun atau DOC (Day Old Chick) sekitar Rp 20.000 - Rp 40.000 per ekor.
Untuk pemeiliharan dan perawatan, tak jauh berbeda dengan pemeiliharan ayam potong. Secara garis besar dapat dibagi dalam tiga fase, yakni:
cara sukses budidaya dan beternak ayam kalkun
Perawatan pertama (basic care) adalah perawatan yang dilakukan terhadap anakan ayam kalkun yang masih berusia 0 hari - 1,5 bulan. Hal terpenting pada masa perawatan ini adalah "warming lamp" atau pemanasan suhu kandang ayam dengan lampu. Ayam kalkun yang berusia kurang dari 1,5 bulan memerlukan suhu diatas 30-45 °C. Hal lain yang perlu juga anda perhatikan adalah feeding atau proses pemberian makan. Pada usia 0-20 hari anak ayam harus diberi makanan dengan kandungan nutrisi yang sesuai, misalnya berupa bekatul dicampur air panas dan tambahan potongan sayuran.
Perawatan menengah (Medium care) dilakukan ketika anakan telah mencapai usia lebih dari 1,5 bulan hingga 6 bulan atau menuju tahap dewasa. Pada masa ini, kita sudah bisa membedakan jenis kelaminya. Pemberian lampu penghangat sudah tidak dibutuhkan lagi dan persiapan kandang yang lebih luas agar ayam bisa bergerak secara bebas atau dibiarkan lepas dari kandang. Jenis pakannya pun tak jauh berbeda dari perawatan basic care.
Perawatan Lanjutan (advanced care) merupakan pemeliharaan ayam kalkun yang sudah memasuki usia lebih 6 bulan. Pada masa ini, sebaiknya pisahkan ayam kalkun yang berjenis kelamin jantan dengan pejantan lainya untuk menghindari perkelahian sesama pejantan. Bila kalkun betina tampak merunduk-runduk maka kalkun itu sudah siap untuk kawin dan sebentar lagi akan betelur. Pada masa inilah ayam kalkun akan mengawali masa reproduksi. Pada umur sekitar 7 bulan ayam kalkun bisa mencapai 8 kg- 9 kg, dan siap dipasarkan.


Apa sajakah ide bisnis turunan dari ternak ayam kalkun ini?
Menggeluti usaha peternakan ayam kalkun ternyata tak hanya sebatas dagingnya saja. Ada banyak bisnis turunan yang bisa dijalankan seperti: bisnis bibit kalkun, bisnis telur ayam kalkun, bisnis kios daging ayam kalkun, bisnis kotoran sebagai pupuk, kerja sama dengan restoran atau menjadi distributor daging kalkun, serta bisnis pemanfaatan atau pengolahan bulu kalkun menjadi produk ekonomis, misalnya kipas, kemoceng, aksesoris pakaian, dan sejenisnya.

prospek usaha ternak kalkun yang sangat menjanjikan

prospek usaha ternak kalkun yang sangat menjanjikan
Prospek dan Persaingan
Ternak kalkun mulai banyak dikembangkan sekitar awal tahun 2009. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang tahu tentang kalkun sebagai hewan konsumsi. Prospek usaha ini masih sangat bagus, karena selain masih belum banyak pelaku usahanya, kedepannya kalkun sangat berpotensi untuk menjadi konsumsi alternatif sebagai pengganti daging sapi dan kambing. Disamping itu, penggemarnya juga semakin banyak dan penjualannya dipermudah dengan adanya internet. Sehingga pelosok daerah yang belum memiliki kalkun tetap bisa memesan kalkun secara online. Dari segi persaingan, khusus daerah Jateng dan Jogja terbilang sudah cukup ketat. Tetapi diluar daerah itu, persaingan sama sekali belum ketat, terutama di luar pulau jawa. Hal itu membuat peluang usaha ternak kalkun masih sangat menjanjikan.


Menguntungkan
Berbeda halnya dengan ternak ayam atau bebek, baik usaha pembibitan dan pembesaran kalkun ternyata sama-sama bisa memberi keuntungan yang sangat besar. Keuntungan bisa mencapai 79%. Fenomena ini sangatlah wajar terjadi, sebab harga telur dan anakan kalkun mulai dari tetas sampai menjadi indukan memang bernilai jual tinggi. Sebagai gambaran, harga telur kalkun Rp.10rb/butir, sedangkan harga anakan yang baru menetas sampai Rp.35rb/ekor. Begitu juga indukan yang harganya sampai Rp.1jt/pasang. Dengan biaya pakan yang tak mahal (karena sangat mudah didapat dan murah), menekan biaya operasional sehingga memberi keuntungan yang besar.


Harga Tinggi
Adapun harga yang ditawarkan saat ini tergantung umur, antara lain DOC Rp.30rb/ekor, usia 2 minggu Rp.45rb/ekor, usia 3 minggu Rp.55rb/ekor, usia 1 bulan Rp.65rb/ekor, usia 2 bulan Rp.100rb/ekor, usia 3 bulan Rp.275rb/pasang, usia 4 bulan Rp.375rb/pasang, usia 5 bulan Rp.475rb/pasang, usia 6 bulan Rp.575rb/pasang, indukan Rp.750rb/pasang dan indukan super Rp.850rb-1jt/pasang. Dan harga karkas (daging kalkun beku) Rp.45rb-50rb/kg.
Sebelum memutuskan untuk memelihara kalkun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas kalkun anda dalam keadaan baik, sehat, dan subur. Ternak ayam kalkun memang sedikit lebih sulit jika dibandingkan dengan ternak ayam jenis lain, karena ayam jenis ini memiliki tingkat kematian yang tinggi pada usia balita.

Pemilihan bibit unggul ayam kalkun 
mutlak dilakukan untuk memperoleh jenis ayam kalkun yang sehat dan bermutu agar mengasilkan bibit-bibit ayam kalkun yang baik jika Anda ingin menangkarkan ayam kalkun sebagai bisnis pembibitan, demikian juga jika bibit ayam kalkun ini anda jadikan sebagai ayam potong. Ketika membeli teliti dahulu dengan seksama kondisi kesehatan ayam kalkun, tanyakan kepada penjual tentang segala hal sebelum ayam ini dijual karena mungkin ada beberapa alasan kenapa ayam ini dijual, karena sakit atau memang dia menyediakan bibit yang dikhususkan untuk dijual, termasuk juga jenis makanan yang biasa diberikan berikut pola makan dan beberapa suplemen yang diberikan, tanyakan juga umur ayam ini karena bisa jadi Anda membeli jenis ayam yang memiliki pertumbuhan lambat karena bagi mereka yang belum terbiasa akan kesulitan membedakan ayam yang sehat dengan pertumbuhan normal atau dipacu dengan suplement pemicu pertumbuhan, jangan Anda tertipu dengan harga murah dengan kualitas barang murahan.
Untuk menjamin bibit ayam tersebut memang bibit yang baik mutunya disarankan Anda membeli kepada peternak yang memang sudah berpengalaman dalam budidaya ayam kalkun ini, untuk itu carilah informasi sebanyak-banyaknya sebelum Anda memutuskan untuk membeli bibit ayam kalkun yang Anda inginkan. jika ada yang ingin di tanyakan seputar kalkun silahkan brekomentar saya akan sangat senang membalasnya..

yuk intip rahasia cara ternak kalkun yang baik

Ternak ayam kalkun dapat dikatakan masih jarang kita jumpai disekitar kita. Sebagian besar masyarakat Indonesia terutama masyarakat pedesaan memilih menjadi peternak ayam kampung. Namun seiring berjalannya waktu permintaan akan ayam kalkun dari tahun ketahun terus meningkat. Para peternak ayam sudah mulai tertarik untuk beternak ayam kalkun.
Ayam kalkun adalah hewan unggas yang memiliki fisik atau postur tubuh yang  besar. Rentang sayapnya panjangnya mencapai 1,5-1,8 meter. Tentunya ciri khas ini mempermudah kita untuk mengenali ayam kalkun. Di dunia ayam kalkun memiliki beberapa jenis diantaranya ; Ayam Kalkun Bronze, Ayam Kalkun Royal Palm, Ayam Kalkun Self Buff, Ayam Kalkun Bourbon Red, Ayam Kalkun Black Spanish,  dan Ayam Kalkun Putih. Dengan berbagai cirikhas dan karakternya masing-masing.
Untuk memulai beternak hewan kita juga harus mengetahui cara-cara untuk beternak hewan yang baik dan benar. Jangan sampai cara-cara yang kita lakukan salah, sehingga dapat merugikan kita sendiri dan juga hewan ternak kita.
yuk intip rahasia cara ternak kalkun yang baik
Berikut cara-cara memulai ternak ayam kalkun yang baik dan benar
Pemilihan Bibit
Untuk menghasilkan indukan ayam kalkun yang berkualitas sudah seharusnya kita memilih bibit yang unggul. Usahakan memilih bibit yang sehat, postur tubuh yang tegap dan besar, tubuh yang sempurna tanpa adanya cacat dibagian tubuhnya.


Pemilihan Lokasi Kandang
Lokasi kandang sangat mempengaruhi tumbuh dan kembangbiaknya ayam. alangkah baiknya sebelum memilih lokasi kandang kita mengetahui kenyamanan dan keamanannya.  Pilihlah lokasi kandang yang jauh dari gangguan manusia,  gangguan binatang-binatang lainnya maupun bencana-bencana alam yang mungkin terjadi seperti tanah longsor, banjir dan bencana-bencana lainnya yang bisa membahayakan kehidupan ayam.
Pemilihan lokasi kandang yang baik adalah disekitar danau, sungai ataupun sawah. Hal ini bertujuan untuk mempermudah ayam kalkun mencari tambahan makanan. Namun karena postur tubuhnya yang besar, ayam kalkun lebih memilih untuk diumbar daripada dikandangkan mereka akan bergerak bebas jika diumbar. Tetapi pembuatan kandang juga berguna untuk berteduh dikala waktu hujan.


Cara Merawat Ayam Kalkun
Ayam Kalkun jenis hewan yang mudah untuk dipelihara. pakan yang diberikan juga mudah, mereka hanya membutuhkan dedak atau katul yang dicampur sayur-sayuran seperti kangkung dan sayur-sayuran hijau lainnya.
Untuk anak umur 0-1,5 bulan biasanya memerlukan suhu yang hangat dengan ukuran 30-45 derajat celcius. Pada umur ini ayam kalkun membutuhkan pakan berupa BR-1 dengan ditambahkan campuran air panas dan sayuran seperti sawi ataupun sayuran hijau lainnya.
Pada umur 1,5-6 bulan, ayam kalkun sudah memasuki usia remaja. Pada masa ini ayam sudah mulai dilepaskan dari kandang.
Ketika ayam kalkun memasuki usia lebih dari 6 bulan. Jenis kelamin antara jantan dan betina sudah mulai kelihatan.cara perawatan yang baik pada masa ini yaitu pisahkan antara ayam kalkun jantan dan betina. Cara ini untuk menghindari adanya pertengkaran antar sesama jantan maupun betina. Biasanya ketika kalkun betina sudah siap kawin, tampak merunduk-runduk saat inilah kalkun betina sudah mulai mengawali masa reproduksinya. Pada usia 8 bulan bobot ayam kalkun bisa mencapai 5 kg lebih bila asupan gizinya bisa terpenuhi.

tips sukses ternak ayam kalkun pedaging

tips sukses ternak ayam kalkun pedaging
Sama seperti budidaya yang lainnya, untuk mulai menernak Kalkun diperlukan berbagai tahap, agar nantinya mampu menghasilkan hasil yang maksimal, apalagi jika ditujukan sebagai kalkun pedaging/potong. Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu Anda.


1. Pemilihan Lokasi Peternakan Kalkun
Lakukan survey tempat untuk lokasi peternakan kalkun Anda. Carilah tempat yang aman, nyaman, dan mudah dijangkau untuk distribusi. Lokasi juga harus aman dari gangguan manusia, binatang buas, dan bencana alam.
Lebih menguntungkan lagi, bila anda bisa bekerja sama dengan perusahaan catering atau rumah makan. Anda bisa meminta atau membeli dengan harga murah sisa-sisa makanan yang bisanya dibuang, dan menawarkan agar menyediakan menĂº daging kalkun sehingga anda tidak repot mencari pembeli.

2. Sistem Perkandangan Kalkun
Ukuran kandang kalkun harus sesuai dengan kondisi dan pola hidup mereka. Usahakan memiliki ruang-ruang untuk aktifitas mereka seperti istirahat, bermain-main, dan aktifitas lainnya seperti tempat makan khusus yang selalu terjaga kebersihannya. Jika memungkinkan, arahkan posisi kandang ke arah timur agar sinar matahari pagi bisa masuk ke dalam kandang.
Kemudian, gunakan kulit padi sebagai alas lantai agar kandang selalu kering. Sebab, Kandang harus mudah dibersihkan, atau gunakan lantai plester/semen. Selanjutnya, pisahkan kalkun sesuai umur, agar tidak berkelahi. Jika ada jenis ayam-ayam yang nakal, sebaiknya pisahkan dari yang lain. Pastikan tempat bertelur dan mengeram aman dari gangguan ayam yang lain, serta atur posisi tempat bertelur untuk memudahkan Anda, di dalam memeriksa perkembangan telur tanpa mengganggu ayam yang sedang mengeram.

3. Pemberian Pakan Kalkun
Kalkun anakan dan dewasa memiliki porsi yang berbeda. Berikan makan sesuai kondisi dan umur kalkun. Di masa pertumbuhan, biasanya makhluk hidup membutuhkan gizi dan nutrisi yang lebih tinggi. Biasanya di toko-toko perternakan telah disediakan jenis-jenis pakan ayam sesuai umur dengan kode BR1, BR2, dan lain-lain, yang mana dalam komposisi pembuatan pakan ini memiliki komposisi bahan yang berbeda-beda.
Lalu, atur jadwal makan dan sediakan pakan sesuai kebutuhan jangan sampai ada sisa makanan yang dapat menimbulkan penyakit. Atur posisi makan mereka agar tidak berebutan, serta jaga agar makanan tidak banyak tercecer. Kemudian, atur tempat minum agak jauh dari tempat makan agar selalu bersih.

4. Perawatan Kesehatan Kalkun
Pantau terus perkembangan kesehatan kalkun. Berikan vaksinasi bila perlu, plus beri suplement agar terhindari dari gangguan penyakit. Suplement alami tentunya lebih baik untuk menjaga kesehatan kalkun.
Semoga bermanfaat.