Showing posts with label Agribisnis. Show all posts
Showing posts with label Agribisnis. Show all posts

Wednesday, December 14, 2016

MENGULAS POTENSI TERSEMBUNYI USAHA BUDIDAYA BUNGA MELATI


Ada masih banyak potensi besar lain yang belum tergarap dengan optimal padahal menyimpan potensi yang cukup layak disebut raksasa. Salah satu yang menarik untuk kami ulas adalah usaha yang menjanjikan, budidaya melati.

Jenis usaha yang menjanjikan dibidang agro ini belum banyak digali, padahal terbukti secara data memiliki potensi yang sangat memikat. Karena rupanya ada pasar lokal dan pasar internasional yang terbuka demikian lebar. Dengan pemain yang terbilang sepi, Anda jelas bisa bermain dengan lebih leluasa dalam bisnis ini.
Wacana Potensi Usaha Yang Menjanjikan, Budidaya Melati

Kami coba membuka terlebih dulu wacana Anda mengenai sederet data dan fakta yang berhasil kami himpun mengenai potensi bisnis budidaya melati, yang membuatnya lebih dari layak menjadi bisnis yang menjanjikan.

Bunga melati di Asia terkenal sebagai bunga seremonial. Berbagai acara baik itu acara adat dan tradisional sampai acara seremonial resmi kenegaraan masih menggunakan bunga melati sebagai ornament. Mulai dari pernikahan, pemakaman, kelahiran sampai upacara penting kenegaraan.

Sebut saja acara resmi kerajaan dan acara kemerdekaan. Hal ini tidak terlepas dari pesona tampilan bunga yang cantik, mungil dan putih juga aroma harumnya yang sangat semerbak.

Tidak hanya sebagai ornament wajib dalam beragam upacara, bunga melati sendiri dikenal sebagai salah satu ramuan khas untuk sajian teh ala Asia Tenggara. Teh melati sudah dikenal di seantero Asia Tenggara dan menjadi bentuk penyajian teh yang hanya bisa Anda temukan di Asia Tenggara.

Tentu saja selain itu bunga melati juga digunakan untuk pewangi seperti untuk bahan parfum, bahan aromatherapy, bahan pewangi ruangan sampai sabun herbal dan masih banyak manfaat pewangi lain. Dan jangan lupakan pemanfaatan melati sebagai tanaman hias dan rangkaian bunga.

Meski permintaan tertinggi datang dari kawasan Asia, namun seorang pelaku bisnis eksportir bunga melati segar jenis Tuscany, jenis yang paling tinggi kualitasnya di pasaran mengaku harus kewalahan memenuhi permintaan dari pasar Singapura yang mencapai puluhan kwintal tiap minggu. Kerapnya eksportir ini hanya mampu memenuhi 3 kwintal saja tiap minggu.

Ragam suku yang berada di Singapura membuat permintaan melati sangat tinggi dari negara ini. Di sana hidup beraneka suka seperti bangsa Melayu, Cina dan India yang ketiganya merupakan pemakai bunga melati untuk beragam keperluan. Itu belum mencakup permintaan yang datang dari India dan Jepang yang rupanya juga penggemar bunga melati.

Kini coba kita bahas mengenai potensi dari pasar lokal untuk usaha kecil yang menjanjikan ini. Kebanyakan permintaan untuk bunga melati datang dari momentum pernikahan. Seorang florist asal kota Jakarta bisa membutuhkan bunga melati jenis lokalan mencapai 700 kilogram dan jenis Tuscany sampai lebih dari 60 kilo pada saat musim pernikahan tiba.

Meski gaya modern dan semi modern sedang trend, tradisi menggunakan bunga melati sebagai ornament pengantin dan ornament dekorasi masih menjadi favorit di pasaran.

baca juga :

(reff-Bisnis yang Menjanjikan : Kisah Sukses Suwandi
Di sisi lain, permintaan bunga melati dari produsen teh kemasan juga relatif tinggi. Sebuah perusahaan produksi teh asal Tegal mengaku membutuhkan stok bunga melati jenis gambir yang memang sangat cocok untuk ramuan teh sampai 200 kilo tiap hari. Pelaku usaha teh premium asal Pameungpeuk malah membutuhkan lebih dari 500 kilo tiap hari karena teh melati buatannya sudah ekspor hingga Eropa.

Yang menarik dari bisnis yang menjanjikan budidaya bunga melati rupanya tidak hanya potensinya yang luar biasa. Tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan dan kemudahan budidayanya. Dalam pencarian kami, kami menemukan hasil wawancara sebuah majalah bisnis terhadap pelaku usaha budidaya melati asal Riau bernama Suwandi yang sudah menjalankan bisnisnya sejak tahun 1997.

Awalnya, lahan yang kini menjadi perkebunan melati ini adalah lahan kopi yang sudah tidak produktif. Dengan segala pertimbangan Suwandi menjajal mengganti komoditas usaha perkebunannya dengan melati ketika mendapat informasi tingginya permintaan melati dari Singapura. Bermodal dana 2 juta dengan mengekspor bibit Tuscany asal Thailand kini setiap bulan Suwandi bisa menghasilkan sampai 8 juta tiap bulan.

Menurut Suwandi, bunga melati terbilang tanaman yang mudah tumbuh. Apalagi jenis Tuscany yang terbilang lebih tahan hama dan tidak mudah layu, hanya dimusim penghujan Suwandi kadang mempercepat pengiriman karena bunga akan lebih mudah basah dan benyek. Sebaiknya pilih lahan di kawasan dataran tinggi namun bukan kawasan yang sangat lembab.

Selain itu gunakan sistem pembiakan secara stek untuk hasil panen yang akan menyerupai indukannya. Biasanya setiap bulan akan ada bunga yang panen dan itu sebabnya hasilnya bisa relatif konstan setiap bulan. Hindari pemberian air berlebihan karena ketika tanaman terlalu basah, maka bunga akan lebih mudah layu dan benyek..

Untuk menghindari bunga kering dalam pengiriman, baru Anda berikan semprotan kecil pada bunga dengan air yang mengandung vitamin C. Maka bunga akan awet sampai di tujuan, bahkan sampai mampu bertahan 4 hari dalam keadaan segar.

Jadi bila Anda sedang cari peluang usaha dengan potensi besar atau sebagai bisnis sampingan yang menjanjikan, tidak ada salahnya mencoba ide budidaya melati yang tidak hanya cantik dilihat dan harum di hirup, tetapi juga manis di kantong. Siap mereguk harumnya kesuksesan bersama bunga melati?
reff : http://www.bukausahayuk.com/

MENIKMATI MANISNYA USAHA BUDIDAYA BUAH MANGGIS


Sebagai buah eksotik dari daerah khatulistiwa, manggis merupakan suatu komoditas mewah diluar daerah asalnya. Pasaran untuk konsumsi buah segar tampaknya sangat terbuka. 


Akan tetapi, mengapa buah yang begitu digemari dinegeri orang ini sangat terbatas penyebarannya? Dan, mengapa pula setelah hampir 80 tahun buah manggis ini dikenal oleh orang Eropa keadaanya sekarang hampir tidak berbeda dengan waktu itu?

Usaha perkebunan manggis sebenarnya sudah banyak dirintis di Negara-negara beriklim tropis. 


Beberapa catatan kuno mengungkapkan bahwa introduksi tanaman manggis ke kawasan West Indies- Dominica, Trinidad, Tobago, Cuba Puerto Rico, dan Florida-membawa hasil yang kurang memuaskan. 


Tanaman tersebut baru mulai menghasilkan buah setelah belasan tahun ditanam. 


Akan tetapi, perbanyakan selanjutnya dari biji buah tanaman introduksi tersebut ternyata menghasilkan bibit yang lebih pesat pertumbuhannya. Ini diduga karena telah beradaptasi dengan lingkungan setempat.

Sebuah perkebunan di Honduras pada pertengahan tahun 70-an telah mempunyai kebun manggis seluas 20 acres (1ha=3,4711 acres) yang mulai berproduksi. 


Pada kurun waktu yang sama di Canal Zone (panama) tengan dirintis suatu kebun manggis dalam skala komersial, kini diperkirakan sudah mulai berproduksi. Bahkan, di Mayagues Institute of Tropical Agriculture, Puerto Rico, pada tahun 1976 saja sudah memiliki sekitar 100 pohon manggis dalam kondisi pertumbuhan yang subur dsan produksi tinggi. 


Ini belum termasuk 25 pohon manggis yang sekarang berumur 40-an tahun di kebun percobaab Universitas Puerto Rico, Rio Piedras.

Sebagai perbandingan, kebun percobaan Cipaku, Bogor, mempunyai beberapa pohon induk manggis berusia lebih Dari 60 tahun yang merupakan tanaman warisan landbouw sebelum perang dunia II. 

baca juga

Koleksi tanaman manggis lainnya ada dikebun percobaan Institut Petanian Bogor di Jonggol, Bogor, sekarang sedang dirintis suaru kenun buah tropika khas Indonesia di desa mekarsari, kecamatan Cilengsi, Bogor. 


Sekarang sedang dirintis suatu kebun buah tropika khas Indonesia di desa Mekarsari, Kecamatan Cilengsi, Bogor, yang antara lain menanam beberapa ratus pohon manggis.

Tampaknya masih jauh langkah yang harus ditempuh bila mengharapkan manggis dikebunkan secara komersial dalam skala besar. 


Beberapa persoalan pokok seperti penyediaan bibit, cara budi daya yang efisien, cara mempersingkat masa mulai berproduksi, dan permodalan jangka panjang untuk tanaman ini masih merupakan kendala yang harus diatasi secara terpadu.

Sumber: Pembibitan dan Pembudidayaan Manggis, Penerbit: Penebar Swadaya

Tuesday, December 13, 2016

MELIHAT POTENSI USAHA BUDIDAYA BUAH MANGGIS SEKARANG INI





Karena semakin banyaknya masyarakat yang tahu manfaat buah manggis maka peluang usaha budidaya manggis semakin terbuka lebar. Untuk kebutuhan masyarakat lokal mungkin masih terlihat kecil namun buah manggis ini marupakan salah satu komiditi ekspor, salah satunya ekspor ke Cina. 

Dari segi permintaan, peluang bertani manggis ini memang terlihat dari dukungan kebutuhan ekspor buah manggis tersebut. Jika melihat permintaan dalam negeri memang sebenarnya sudah cukup baik namun seperti umumnya, jika masa panen raya harga manggis bisa sangat rendah dan merugikan petani manggis. Inilah sebabnya usaha budidaya manggis sebaiknya berorientasi ekspor.

Seperti jenis budidaya tanaman buah lainnya, untuk mengetahui lebih detail mengenai gambaran prospek usaha ini maka kita bisa mempelajari berbagai aspek usaha yang berkaitan. Aspek-aspek yang bisa memberi gambaran bagaimana peluang usaha budidaya manggis tersebut antara lain sebagai berikut!


1) Kebutuhan pasar
2) Kondisi persaingan
3) Kondisi lahan
4) Kemampuan budidaya


baca juga:

Empat aspek di atas jika dikaji lebih jauh maka akan memberikan gambaran kepada kita tentang bagaimana peluang atau prospek yang dimiliki budidaya pertanian buah tersebut. Jika data analisa yang digunakan objektif maka hasil kesimpulan dapat digunakan sebagai acuan dalam merumuskan perencanaan usaha yang matang.

Pasar merupakan tempat yang akan menyerap hasil produk pertanian tanaman manggis. Maka analisa terhadap kebutuhan pasar akan sangat penting untuk memberikan gambaran bagaimana kebutuhan yang ada. Semakin besar kebutuhan pasar maka akan semakin bagus untuk usaha tersebut. Sebaliknya, jika kebutuhan sedikit maka tentu akan mempengaruhi daya serap hasil panen petani.

Persaingan di pasar juga akan mempengaruhi bagaimana prospek usahanya. Maksudnya semakin banyak petani manggis maka akan semakin besar persaingannya. Meski tidak terjadi persaingan secara langsung namun produksi buah manggis dari petani akan melimpah ruah dan sangat mungkin melebihi kebutuhan pasar. Hal tersebut nantinya akan berdampak pada harga panen buah manggis tersebut.

Jumlah petani manggis yang tidak seimbang dengan kebutuhan dan permintaan pasar nantinya akan terus membuat harga buah menjadi tertekan. Maka dari itu pelaku usaha budidaya ini harus memilih pangsa pasar yang lebih luas dan tidak hanya fokus pada kebutuhan suatu daerah saja.

Selanjutnya, jangan berfikir menanam manggis pada lahan yang tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman manggis. Kondisi lahan secara keseluruhan juga akan berpengaruh terhadap bagus tidaknya budidaya yang akan dilakukan. Sebut saja misalnya masalah kesuburan tanah, iklim perawatan dan sebagainya. Semua yang berhubungan dengan kondisi lahan akan mempengaruhi kelangsungan usaha.


Terakhir, yang tak kalah penting untuk diukur adalah mengenai ilmu atau kemampuan yang kita miliki. Jika ingin bertani manggis maka sudah pasti kita harus bisa dan tahu cara atau teknik budidaya manggis yang baik, benar dan menghasilkan panen melimpah. Tanpa semua itu maka usaha ini tidak akan memiliki prospek menjanjikan.

Sebagai kesimpulan, secara umum peluang budidaya manggis ini masih cukup bagus dan terbuka lebar. Prospek ke depan untuk usaha ini juga masih relatif baik karena usaha ini juga di dukung dari sektor ekspor ke luar negeri. Itu saja, mudah-mudahan bisa menjadi tambahan referensi kita bersama

MEMBAHAS POTENSI BISNIS DARI USAHA SUSU KEDELAI


Susu kedelai dikenal sebagai salah satu alternatif susu yang memiliki kekayaan nutrisi yang tidak kalah dengan nutrisi dalam susu sapi.

Meski demikian susu kedelai dianggap lebih aman untuk dikonsumsi oleh segala usia dan kalangan karena rendah lemak dan tidak mengandung kolesterol sebagaimana susu sapi. Dan itu pula sebabnya usaha susu kedelai juga bisa menjanjikan hasil yang cukup menarik untuk kita kulik bersama.

Untuk membahas lebih jauh mengenai bagaimana potensi dari usaha susu kedelai, kami akan mencoba mengangkat kisah salah satu pelaku usaha susu kedelai sukses yang menjalankan usaha skala menengahnya di kota Gombong Kebumen.


Adalah Abid Udin, seorang pria paruh baya dengan dua orang anak yang memilih menekuni produksi susu kedelai sebagai sumber penghasilan keluarganya. Abid demikian pria ini biasa dipanggil sudah menjalankan usahanya selama 3 tahun dan diakuinya bisnis ini selalu memberinya hasil yang memuaskan.

Di awal usaha, pria ini memulai usaha susu kedelainya dengan hanya bermodal uang 2 juta saja. Dana ini dialokasikan Abid untuk membeli kotak kontainer, panci besar dan blender. Dengan berbekal ilmu membuat susu kedelai yang didapatnya dari orangtuanya dulu, pria ini memulai usaha susu kedelainya.

Saat awal usaha pria ini hanya memproduksi sekitar 3 liter susu kedelai atau sekitar 35 bungkus susu kedelai yang dijualnya dengan harga Rp 1000. Jumlah ini datang dari kedelai berkualitas tinggi sebanyak ½ kilogram. Untuk menjual susunya diawal usaha, Abid hanya menjualnya secara berkeliling dengan menggunakan motor miliknya. Kontainer khusus dipasangkan pada motor untuk membantunya membawa bungkusan susu kedelai tadi berkeliling.




Abid sempat kesulitan menjual susu kedelainya, tetapi pria ini pantang menyerah. Meski diakui di awal usaha susu buatannya kerap tersisa, tetapi Abid malah terus mencari ide supaya bisa menjual lebih banyak. Abid mulai menjual susu buatannya di depan sekolah-sekolah, di depan kantor instansi dan ke daerah perumahan.

Tidak berhenti sampai di sana, Abid mencoba menawarkan kerjasama dengan beberapa TK untuk mensuplai susu kedelai untuk snack siswa di sekolah. Beberapa TK di kota Gombong memang menyediakan snack untuk anak-anak untuk menghindari anak-anak jajan sembarangan.

Salah satu langkah strategis Abid adalah ketika beliau meminta tolong salah seorang rekannya untuk membuatkannya liflet yang menyebarkan manfaat susu kedelai bagi kesehatan. Tak sulit mendapatkan informasi ini, karena Anda bisa dengan mudah menemukan informasi ini di berbagai blog di dunia maya. Cukup dengan menghimpun informasi yang tersedia, menatanya dan mencetak dalam jumlah banyak.

Kemudian Abid menyebarkan liflet ini ke beberapa lokasi mulai dari sekolah, pertokoan sampai instansi serta perkantoran. Tak lupa Abid juga menambahkan nomor telepon miliknya pada liflet untuk pemesanan susu.

Langkah pemasaran strategis ini rupanya menghasilkan penjualan yang memuaskan. Dari hanya menjual sekitar 30 sampai 40 bungkus susu tiap hari, kini Abid bisa menjual sampai 350 bungkus susu tiap harinya atau sama dengan produksi susu dengan 4 – 5 kilogram kedelai.

Peningkatan penjualan ini juga berasal dari upaya lain Abid untuk memulai mengembangkan usahanya. Bila sebelumnya Abid hanya berjualan sendiri, kini Abid juga mencabangkan usahanya dengan 3 tenaga penjual susu keliling.

Ide ini berawal dari keterbatasan Abid yang harus terkonsentrasi pada proses produksi sehingga sulit baginya untuk kembali berjualan keliling, padahal beberapa konsumen lamanya masih tetap ingin bisa menikmati susu kedelai buatannya.

Akhirnya Abid merekruit 3 orang karyawan penjual keliling untuk berjualan keliling sebagaimana cara lamanya ketika awal usaha. Bagaimanapun bagi Abid harus diakui pelanggan lamanya juga merupakan aset yang harus tetap dipertahankan dan mendapat kepuasan. Di sini ketiga tenaga kerjanya ini membantunya mensuplai susu kedelai ke pemesan di pagi hari dan kembali berjualan keliling setelahnya.

Selain itu, Abid juga merekruit 2 orang asisten untuk membantunya menjalankan proses produksi di kediamannya yang kini sudah disulap sebagian menjadi ruang produksi susu kedelai.

Tidak hanya itu, demi melancarkan usaha susu kedelai miliknya, Abid juga membeli mesin khusus pembuat susu kedelai yang menurutnya mampu menghasilkan susu kedelai dengn lebih berkualitas dan lebih praktis serta cepat dibandingkan dengan metode lama menggunakan blender.

Saat ini Abid mengaku bisa menghasilkan omset sekitar 300 sampai 400 ribu perhari atau sama dengan 9 jutaan tiap bulan. Dari usahanya ini, Abid bisa mengeruk hasil margin tak kurang dari 35%. Diakui Abid hasilnya memang belum maksimal, karena Abid masih berharap ke depannya dapat meningkatkan penjualan susu kedelai ini.

Untuk itu dalam waktu dekat Abid akan menjajal untuk menjual susunya secara resmi dengan mendaftarkan merek dagang susu kedelai miliknya ini. Selain itu, Abid juga berencana mengembangkan usaha susu kedelai sukses miliknya ini dengan memproduksi susu dalam kemasan yang lebih besar berbentuk botol untuk memenuhi permintaan kebutuhan rumah tangga.
reff : www.newhealthadvisor.com)

CARA BISNIS BUDIDAYA ANGGREK ALA TAIWAN

http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/cara-bisnis-budidaya-anggrek-ala-taiwan.html


Taiwan merupakan negara produsen anggrek terkemuka dan salah satu negara eksportir anggrek terbesar di dunia. Iklim subtropis Taiwan ideal untuk pertumbuhan anggrek dengan temperatur yang hangat, cahaya matahari yang cukup berlimpah, kelembaban yang tinggi dan frekuensi hujan yang cukup. Hampir sepanjang tahun greenhouse di Taiwan tidak memerlukan sistem pengontrolan temperatur dan kelembaban yang memerlukan sumber energi, sehingga dapat mengurangi biaya produksi anggrek. Petani anggrek di Taiwan dapat mengontrol periode pembungaan dan menyediakan banyak varietas bunga anggrek yang beragam bentuk dan kombinasi warnanya untuk memenuhi keinginan konsumen.
http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/cara-bisnis-budidaya-anggrek-ala-taiwan.html


Pada awalnya budidaya anggrek hanya merupakan sebuah hobi di Taiwan, namun melihat prospeknya yang menjanjikan, beberapa orang mulai merintisnya menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan. Agroindustri anggrek ini didukung penuh oleh pemerintah Taiwan, baik dari sisi penelitian dan pengembangan anggrek, pembibitan sampai ke pemasaran.

Anggrek merupakan tanaman hias yang paling banyak jenisnya di dunia, yaitu lebih dari 25.000 spesies. Taiwan kaya akan jenis anggrek alam dan salah satu negara termaju dalam teknik pemuliaan anggrek untuk memproduksi varietas baru yang lebih indah. Guna pengawetan plasma nutfah anggrek, Badan Litbang Taiwan (Taiwan Agricultural Research Institute/TARI) telah mengembangkan teknologi penyimpanan benih anggrek yaitu dengan dibekukan di dalam nitrogen cair pada suhu -197o C sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu 20 tahun dengan daya kecambah masih bisa mencapai >75%.

Banyak varietas anggrek yang dikembangkan di Taiwan, namun sebagian besar adalah spesies anggrek bulan (Phalaenopsis spp) sebagai bunga pot, faktanya lebih dari 80% anggrek bulan yang diimpor oleh Amerika Serikat berasal dari Taiwan, selain itu juga mereka banyak mengembangkan bunga potong Oncidium spp yang di Indonesia terkenal dengan sebutan anggrek Golden Shower. Petani anggrek di Taiwan telah sukses mengembangkan banyak variasi anggrek bulan, selain varietas warna merah dan putih sekarang ada anggrek bulan berwarna kuning dan multiwarna.

Taiwan melindungi hak cipta varietas baru yang disilangkan pemulia tanaman, termasuk tanaman anggrek. Orang yang menciptakan varietas tanaman yang baru harus mendaftarkannya ke pemerintah dengan mengisi form aplikasi dan menulis deskripsi tanamannya serta dokumen pendukung lainnya. Varietas tanaman yang didaftarkan harus benar-benar baru, jelas berbeda dari varietas lain yang sudah ada, seragam dan memiliki kestabilan dalam karakteristiknya. Pemegang hak cipta varietas tanaman memiliki hak eksklusif untuk memproduksi dan memperbanyak tanaman serta menawarkan dan menjualnya, hak cipta ini berlaku selama 25 tahun untuk jenis tanaman pohon dan 20 tahun untuk tanaman jenis lainnya. Sudah 15 spesies anggrek yang didaftarkan untuk mendapatkan hak cipta, sebagian besar (91%) adalah jenis anggrek bulan, sisanya (9%) spesies anggrek yang lain. Dari tahun 2002 sampai tahun 2014 sudah 355 hak cipta diberikan untuk jenis anggrek Phalaenopsis spp (Doritaenopsis spp).


http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/cara-bisnis-budidaya-anggrek-ala-taiwan.html

Salah satu tonggak utama perubahan dalam bisnis anggrek Taiwan dari hobi menjadi industri adalah masuknya perusahaan negara Taiwan yaitu Taiwan Sugar Corp (TSC) pada tahun 1987 untuk memulai kegiatan bisnis di bidang florikultura dan menjadi perusahaan pertama di Taiwan yang menjadikan tanaman anggrek sebagai sebuah industri. Melimpahnya lahan, SDM serta ketersediaan modal memungkinkan perusahaan ini untuk menjalankan bisnis anggrek bulan dalam skala industri. Perusahaan ini membangun banyak greenhouse untuk tanaman anggrek dan merangkul kelompok produsen kecil untuk bergabung dalam rantai produksinya. Model greenhouse yang dikembangkan dikontrol dengan komputer dan menggunakan dua lapisan jaring untuk melindungi bunga anggrek dari sinar matahari. Biaya produksi yang rendah memungkinkan bunga anggrek yang tadinya merupakan tanaman eksklusif menjadi tanaman yang produksinya bersifat massal dan harganya menjadi lebih murah.

Pemerintah Taiwan membangun taman bioteknologi anggrek yaitu Taiwan Orchid Plantation (TOP) yang mengkombinasikan industri anggrek berbasis ilmu biologi dan teknologi. TOP mengorganisasikan produksi dan pemuliaan anggrek, perdagangan, pameran, penelitian dan pengembangan serta promosi mengenai multi fungsi dari TOP kepada pihak-pihak terkait. TOP merencanakan untuk mengintegrasikan area produksi dengan area wisata di sekitarnya. Diselenggarakan pula setiap tahun pameran anggrek internasional (Taiwan International Orchid Show) sejak tahun 2004 yang menggunakan anggrek sebagai tema utama dalam desain, display dan kerajinan tangan. Bersamaan dengan pameran, dilakukan pula kompetisi bunga anggrek, simposium anggrek internasional, temu bisnis, tur ke perusahaan anggrek dan lain-lain. Pameran ini dikunjungi oleh sekitar 300.000 orang per tahun termasuk 3.000 orang profesional di bidang tanaman anggrek.

Para petani di Taiwan biasanya fokus pada satu tahap rantai produksi anggrek, misalnya beberapa orang fokus pada varietas baru, menyemai biji anggrek hingga menjadi benih anggrek dalam botol. Petani lain menanamnya pada media tanam moss dalam pot plastik. Benih anggrek pada umumnya melalui 3 (tiga) tahap pertumbuhan yang masing-masing memakan waktu sekitar 4-6 bulan, biasanya setiap tahap tanaman dirawat oleh petani yang berbeda dan setiap tahap anggrek dipindahtanamkan ke pot yang lebih besar dan kemudian dikirimkan ke luar negeri. Pada greenhouse di Amerika Serikat, sentakan suhu dingin memicu tanaman untuk berbunga sehingga bisa segera dipasarkan kepada konsumen akhir. Taiwan saat ini telah menjadi negara pengirim anggrek terbanyak ke Amerika Serikat.

Ketua panitia konferensi anggrek pada tahun 2004, Chen Shih-shun menyatakan bahwa suksesnya bisnis anggrek Taiwan merupakan hasil dari kombinasi kecocokan geografis untuk melakukan budidaya anggrek, kerja keras para petani dan kemampuan pemerintah untuk mengenali potensi industri ini sehingga pemerintah Taiwan membantu dalam hal pengembangan infrastruktur dan investasi. Saat ini Taiwan telah mengekspor anggrek ke Amerika Serikat, China, negara-negara Eropa dan Jepang.

Kesuksesan bisnis anggrek Taiwan menunjukkan bahwa keberhasilan dalam bisnis suatu komoditas pertanian memerlukan kerja keras dan kesungguhan dari para petani dan pengusaha bisnis pertanian serta dukungan pemerintah terutama dalam hal infrastruktur dan menciptakan iklim berusaha yang kondusif.
reff:
http://www.bbpp-lembang.info/
Ir. Elvina Herdiani, MP

CARA MEMPERTAHANKAN MUTU MANGGA DAN MANGGIS

http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/cara-mempertahankan-mutu-mangga-dan.html

A. CARA MEMPERTAHANKAN MUTU BUAH MANGGA

1. Panen dan pasca panen mangga

Untuk mempertahamkan mutu magga secara umum berbagai varietas, maupun jenis mangganya penanganan panen dan penentuan saat panen sangat menentukan daya simpan serta kualitas dari mangga itu sendiri. Yang perlu mendapatkan perhatian dari para petani mangga yaitu:

a), Teknik pemeliharaan mangga saat berbunga dan berbuah dari stadia tumbuh sampai stadia siap panen, sangat penting terutama dari serangan hama dan penyakit yang menyerang mangga, untuk dilakukan penanggulangan secara dini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), gunakan pestisida yang ramah lingkungan

b). Buah mangga yang terserang hama/penyakit, biasanya walaupun kulit buah mulus, jangan disatukan dengan buah yang baik, hal ini akan menurunkan kualitas mangga yang baik, akibat adanya penularan hama atau penyakit lainnya sehingga harga saat penjualan menjadi murah.
c) Kegiatan panen mangga yaitu meliputi waktu dan kriteria panen serta cara melakuka panen, waktu panen yang baik dilakukan pada saat udara cerah dan tidak hujan, kriteria panen mangga yang siap dipetik kondisi masak warna kulit sedikit gelap bagian atas, atau warna kulit berbeda dengan bagian bawah buah yang lebih cerah ini tingkat  biasanya kalau diperam rasanya kurang manis dan penampilannya kurang menarik, harga relatif murah,

d).yaitu warna kulit mangga pada seluruh kulit buah berwarna gelap dan tidak terang seperti mangga muda, bahkan keluar warna kemerah-merahan, manga ini apabila diperam, mempunyai rasa yang cukup manis, segar, serta berpenampilan baik mangga seperti ini biasanya 

e). Untuk mangga yang akan dikirim keluar kota atau ekpor biasanya kematangan mangga yang dipanen 60-70%, sehingga saat pengangkutan mangga tidak rusak, dan sampai ditujuan telah masak 90-100%

f). Teknik pengangkutan/transportasi

Buah mangga yang telah dipak atau dikemas, penggangkutan dari lokasi ke tempat tujuan sangat mempengaruhi kesegaran dan ketahanan dari buah mangga itu sendri, dalam pengangkutan yang baik adalah menggunakan mobil berpendingin yang temperaturnya < 10⁰C, apabila menggunakan kendaraan yang tidak berpendingan, buah mangga yang dikemas dan ditumpuk tidak terlalu padat dan jangan ditutup dengan plastik, karena akan meningkatkan suhu, sehingga buah akan cepat masak penuh dan kemudian akan cepat menjadi busuk, tumpuklah magga yang telah dipak tadi, tempatkan dikendaran bak terbuka, susunan dan usahakan tidak terlalu dipadatkan atau ditumpuk terlalu tinggi. 

2. Kerusakan dan Penyakit pada Buah

Kerusakan yang terjadi pada buah akan menurunkan mutu buah, bentuk kerusakan yang terjadi sangat beragam yaitu kerusakan fisik, biologi kimia maupun mikrobiologi

a. Kerusakan fisik

Kerusakan ini terjadi karena perlakuan-perlakuan fisik. Seperti karena pendinginan yang terlalu tinggi, atau proses pemanasan akibat buah terjemur terlalu lama setelah panen, atau saat pengolahan hasil akibat pemakaian suhu terlalau tinggi, akibatnya penampilan dan rasa buah menjadi berubah. Kerusakan fisik ini sangat merugikan karena terjadi penurunan mutu dan mempengaruhi daya simpan dari buah tadi.

b. Kerusakan Biologi

Kerusakan ini disebabkan oleh serangan serangga, binatang pengerat, dan sebagainya. Masuknya ulat serangga kedalam buah dapat merusakkan bagian dalam buah. Selai itu juga memudahkan masuknya mikroba perusak masuk, sehingga buah cepat busuk.

c. Kerusakan Kimia

Rusaknya kandungan zat-zat kimia pada buah karena hal-hal yang disebabkan oleh kerusakan biologi atau fisika. Misalnya aktifnya enzimatis karena kerusakan sebelumnya. Penyimpanan pada suhu tinggi dapat pula menyebabkan rusaknya kandungan kimia

d. Kerusakan Mikrobiologi

Bermacam-macam kapang, bakteri, maupun jamur mempunyai daya perusak. Buah akan menjadi busuk akibat serangan jasad renik tersebut. Luka pada permukaan kulit buah akan mempercepat terjadi kerusakan.

e. Kerusakan Mekanik

Kerusakan mekanik terjadi akibat adanya benturan-benturan mekanis. Luka mekanik dapat terjadi saat pemanenan, sortasi, pengemasan, juga saat pengangkutan.

Dengan melihat kerusakan yang diuraikan diatas tadi tidak ada yang dapat menguntungkan, namun sebaliknya berakibat kepada kerugian yang besar, oleh sebab itu kepada para petani yang melakukan kegiatan budidaya manggis, maupun mangga saat penentuan panen, pasca panen, pengangkutan memerlukan perhatian yang cukup besar, karena kehilangan hasil yang berakibat pada pendapatan yang akan diterima oleh petani. 

http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/cara-mempertahankan-mutu-mangga-dan.html
B. CARA MEMPERTAHANKAN MUTU BUAH MANGGIS

1. Panen dan pascapanen manggisTanaman manggis di Indonesia biasanya mulai berbunga pada bulan juli-Oktober, sehingga buah masak siap dipanen pada bulan Nopember-Maret.


Panen perdana dari biasanya sangatlah tergantung pada bibit yang ditanam. Tanaman manggis yang berasal dari biji mulai berbuah pada umur 15 tahun bahkan lebih, sedangkan bibit yang ditanam dari hasil sambung pucuk sudah mulai berbuah pada umur 5- 7 tahun.

Panen perdana dari manggis biasanya 5-10 buah/pohon, namun pada tahun berikutnya manggis dapat berbuah rata-rata 30-50 buah /ponoh, kemudian pada tahun berikutnya rata-rata 500 buah, 700 buah, 1000 buah bahkan lebih rata-rata/pohon/tahun, untuk tanaman manggis yang telah berumur lebih dari 20 tahun biasanya bisa menghasilkan buah manggis rata-rata 2000-3000 buah/pohon/tahun.

Penentuan saat panen buah manggis dalam katagori masak yaitu warna telah berwarna ungu kemerah-merahan atau berwarna merah muda. Panen manggis biasanya dilakukan dengan cara dipetik atau dengan cara memotong pangkal tangkai buah dengan pisau atau gunting stek, untuk pohon yang sudah tinggi menggunakan galah yang ada keranjangnya, sehingga buah yang dipetik tidak jatuh ketanah.


Pada saat penentuan panen dan memetik buah agar buah dapat dipertahankan mutu dan kesegaranya ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Buah yang dipanen 25-50% setelah terbentuk warna ungu, telah dinyatakan masak, dan jangan kelewat masak.
  • Saat panen buah yang dipetik jangan sampai rusak, usahakan sampai dibawah tidak dijatuhkan, karena buah akan memar bahkan luka, sehingga mempercepat masuknya bakteri pembusuk kedalam buah.
  • saat panen diusahakan pada saat udara cerah, dan tidak turun hujan, sehingga buah manggis yang panen dalam keadaan kering.
  • Pengumpulan buah manggis yang telah dipanen, tempatkan dalam keranjang bambu atau plastik dengan ukuran sedang, jangan yang terlalu besar (ukuran 5-10 kg)
  • Lokasi pengumpulan buah manggis dipilih tempat yang letaknya strategis, teduh, dan nyaman untuk memperlancar proses penangganan berikutnya.
  • Lakukan sortasi dan klasifikasi, yaitu buah manggis yang baik dan rusak pisahkan, ukuran buah juga pisahkan berdasarkan grid A,B,C yaitu ukuran berat >100 gram (A), ukuran 70- 80 gram (B) dan < 50 gram (C)
  • setelah dilakukan pengkelasan, pada tahap selanjutnya adalah lakukan pengemasan, terutama untuk tujuan ekspor, pengemasan yang baik gunakan bahan yang punya penampilan yang menarik dan aman sehingga buah manggis tidak rusak saat pengangkutan.
  • Bahan pengemasan yang dipilih yaitu yang ringan dan tidak merusak produk, buah yang dikemas ukuran seragam, warna kulit merah tua, merata dan tidak cacat, tiap kemasan diberi label yang menarik dan informatif, mengenai jenis, varietas buah dan mutunya.
  • Penyimpanan buah manggis dapat tahan lama dan segar bila penyimpanan dilakukan pada ruangan atau tempat yang dingin, yaitu pada suhu 4⁰- 6⁰C, sehingga buah maggis tersebut dapat tahan ± 2 bulan, sedangkan pada suhu 9⁰-12⁰C buah manggis hanya bisa bertahan kesegarannya 30 hari. Oleh karena itu para petani pada saat terjadi panen raya untuk menyimpan hasil panennya yang telah disortir dan dikemas dapat disimpan di ruang pendingin.

Yang perlu diketahui oleh para petani manggis untuk memperhatikan, buah dan tingkat ketuaan panen, hal ini sangat mempengaruhi kwalitas hasil panen yaitu diantaranya :
  • Buah muda, daya simpannya lama namun rasa buah tidak manis dan asam atau hambar dan penampilan buahnya kurang menarik. Buah dengan tingkat ketuaan yang demikian apabila diperam akan menghasilkan buah dengan warna pucat, dan kadang-kadang buah tidak bisa matang sempurna, sehingga harga jualnyapun murah, bahkan tidak laku dipasaran khususnya pasar ekpor.
  • buah tua, yaitu dengan kriteria warna ungu, daya simpan lama, rasa buah manis dan segar, penampilan menarik apabila disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu <6 1="" apabila="" bahkan="" baik="" banyak="" bertahan="" biasanya="" buah="" bulan="" busuk="" cepat="" dan="" dapat="" daya="" dekat="" dengan="" dilakukan="" diminiti="" diperuntukkan="" ekpor="" hanya="" harga="" ini="" jauh="" jual="" kalau="" karena="" khusus.="" kurang="" li="" lokal="" lokar="" lokasi="" luar="" lunak="" mahal.="" mahal="" maka="" manggis="" manis="" maupun="" memerlukan="" namun="" negri="" oleh="" pasar="" penanganan="" penangganan="" rasa="" relatif="" sangat="" segar="" sehingga="" seperti="" simpannya="" singkat="" tektur="" tidak="" untuk="" yang="">
Pemanenan buah manggis dengan matang penuh, jarang dilakukan oleh petani, sengga petani mengetahui betul 2 faktor penting untuk melakukan pemanenan buah manggis secara tepat, yaitu: 1) kematangan komersil, buah berada pada posisi perkembangan dan stadia, 2) Kematangan fisiologis, stadia tertentu dalam perkembangan buah dimana syarat proses kematangan terpenuhi secara sempurna.


2. Teknik pengangkutan/transportasi

Buah manggis yang telah dipak atau dikemas, penggangkutan dari lokasi ke tempat tujuan sangat mempengaruhi kesegaran dan ketahanan dari buah manggis sendiri, dalam pengangkutan yang baik adalah menggunakan mobil berpendingin yang temperaturnya < 10⁰C, apabila menggunakan kendaraan yang tidak berpendingan, buah manggis yang dikemas dan ditumpuk tidak terlalu padat dan jangan ditutup dengan plastik, karena akan meningkatkan suhu, sehingga buah akan cepat masak penuh dan kemudian akan cepat menjadi busuk, tumpuklah manggis yang telah dipak tadi, tempatkan dikendaran bak terbuka, susunan dan usahakan tidak terlalu dipadatkan atau ditumpuk terlalu tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Rahmat Rukmana, 1994. Budidaya Manggis, Penerbit Kanisius Yogyakarta
Rahmat Rukmana, 1996, Budidaya Mangga dan Pasca Panen, Penerbit Kannisius Yogyakarta
Suyanti Satuhu, 1993. Penanganan dan Pengolahan Buah, Penerbit penebar Swadaya-jakarta
Pedoman Penerapan Teknologi Pengendalian OPT Terpadu pada tanaman Hortikultura, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Tanaman Pangan.
2007, Standar Operasional Procedure (SOP) Mangga Arumanis Majalengka, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Tanaman Pangan.
Buku lapang komoditas mangga,Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Dirjen Hortikultura, Deptan.
Profil Sentra Produksi Manggis, Direktorat Jendral Hortikultura, Deptan.
Pengelolaan Tanaman Terpadu, Direktorat Jendral Hortikultura, Deptan.

Sunday, December 11, 2016

MELIHAT LEBIH JAUH POTENSI USAHA AYAM PETELUR


http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/melihat-lebih-jauh-potensi-usaha-ayam.html


Telur merupakan satu dari 9 jenis bahan pokok sehingga tak ayal menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang jumlahnya tentu sangat tinggi.

Tingginya permintaan di pasar menyebabkan usaha ayam petelur sendiri merupakan salah satu pilihan usaha potensial yang sangat layak Anda jalankan.

Bicara soal pemanfaatan, telur sendiri tak hanya dimanfaatkan untuk dikonsumsi langsung sebagai lauk sajian, tetapi juga sebagai bahan baku beragam penganan dan hidangan.

Berperan besar dalam banyak industri kuliner dalam berbagai skala sehingga pelaku usaha ayam petelur tidak hanya berhadapan dengan permintaan dari rumah tangga tetapi juga dari beragam industri kuliner dari skala rumahan sampai industri besar.

Itu sebabnya daya serap pasar terhadap telur ayam begitu tinggi. Dipasaran sendiri permintaan terhadap telur ayam sangat beragam. Mayoritas permintaan mengarah pada jenis telur ayam negeri biasa. Sedang khusus untuk pasar rumah tangga, muncul permintaan telur ayam khusus seperti telur ayam kampung atau telur ayam khusus dengan kandungan omega.

baca juga : 

Untuk tiap jenis produk, masing-masing memiliki lingkup pasar yang sangat luasnya. Meski faktanya tetap jenis telur ayam negeri biasa memiliki daya jual lebih baik. Harga yang murah merupakan salah satu faktor penunjang. Menurut salah satu catatan dari data statistik tahun 2013 telur dikonsumsi setidaknya lebih dari 8 kg pertahun perorang dan catatan ini diyakini masih akan berkembang.

Dengan menilik pada fakta tingginya permintaan di pasar terhadap telur dari ayam negeri, maka ide usaha ayam petelur jelas memiliki potensi yang menarik. Ada cukup potensi penghasilan yang bisa Anda keruk dari usaha ini.

Di sini fokus usaha terletak pada produksi telur ketimbang daging. Ayam yang dipelihara juga khusus penghasil telur dengan model daging yang kurang enak dimakan dan kurang mampu menjadi gemuk seperti jenis type white leghorn atau jenis broiler petelur.

Salah satu orang yang sukses menjalankan usaha ayam petelur adalah bapak Hasan Wahyudi dari Solo. Berawal dari kapasitas 100 ekor ayam di tahun 1998 ketika beliau terpaksa menjalani masa PHK di saat Indonesia mengalami krisis. Dengan modal pesangon, bapak Hasan mulai membuka usaha ternak ayam petelur. Yang bapak Hasan lakukan di awal hanyalah dengan membangun kandang –kandang khusus ayam dewasa dan ruang simpan telur.

Pada awalnya tak mudah memasarkan produk telur yang dihasilkan. Namun bapak Hasan tidak mengenal kata jera, dengan bersungguh-sungguh, beliau terus mencari pasar baru untuk telur yang diproduksinya. Pada awalnya fokus penjualan diarahkan pada warung-warung disekitar kandang.

Meski terbilang berhasil, tetapi bapak Hasan tidak puas, hasil dari usaha ayam petelurnya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Itu sebabnya beliau mulai melebarkan sayap dengan menawarkan kerjasama supplier dengan beberapa pelaku usaha kuliner seperti bakery dan catering. Sambutannya cukup baik dan dalam tempo singkat mulai muncul pelanggan baru yang membutuhkan telur dalam jumlah besar.

Sayang, cara ini membuat bapak Hasan terbentur masalah, beliau mendapat serangan daripara supplier telur karena dianggap merebut pasar. Tak habis akal, malah bapak Hasan sengaja menawarkan kerjasama khusus dengan mensuplai para supplier telur ini.

Terbilang nekad awalnya karena bila kita menjadi penyedia telur untuk skala pemasok, maka telur yang siap untuk dijual tiap harinya bisa mencapai ribuan. Artinya pula bapak Hasan terpaksa menambah jumlah ayam petelur yang dipelihara.

Namun beruntung, rupanya ide usaha dadakan ini malah sukses. Kini dalam satu hari beliau harus memproduksi setidaknya 4 ribu ekor tiap harinya. Beliau juga harus memenuhi setidaknya 8 permintaan pemasok rekanannya. Beberapa pemasok tidak hanya berasal dari daerah Solo, beberapa juga dari Yogya, Klaten dan Wonogiri.

Persebaran penjualan ini berawal dari niat besar bapak Hasan dalam berpromosi. Beliau tidak sungkan untuk sengaja bertandang ke kota lain di sekitar Solo, memasuki satu persatu toko untuk menemukan informasi sseputar siapa supplier telur di sekitar kawasan. Bila beliau sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, bapak Hasan ini langsung melancarkan beberapa strategi untuk merayu pemasok tersebut mengambil barang dari telur produksi bapak Hasan.

Dan kini dalam satu bulan bapak Hasan bisa membukukan omzet tak kurang dari 75 juta dengan keuntungan sekitar 20 – 25 %. Usaha dengan 15 karyawan yang beliau miliki ini juga sempat mendapat penghargaan dari dinas perkoperasian setempat.

Sebuah proses gemilang dengan hasil memuaskan dari sebuah usaha ayam petelur skala kecil bukan? Dengan kegigihan dan strategi yang tepat, usaha skala kecil macam ini juga bisa menjelma menjadi usaha skala besar dengan hasil puluhan juta tiap bulan.

Bagaimana kalau Anda juga tertarik untuk terjun dalam bisnis ayam petelur? Menurut bapak Hasan, masih ada begitu besar peluang dari usaha macam ini. Bapak Hasan masih melihat ada banyak ceruk dan permintaan di pasar yang belum terpenuhi dengan baik. Itu pula sebabnya harga telur terus meroket. Jadi masih ada peluang yang masih bisa Anda garap dengan usaha ayam petelur kan?
reff : www.blog.efowl.com)