Showing posts with label Tanaman Buah. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Buah. Show all posts

Tuesday, June 6, 2017

PANDUAN MEMBUAT KOPI BUBUK TRADISIONAL

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/panduan-membuat-kopi-bubuk-tradisional.html


Membuat Bubuk Kopi Hitam yang nikmat dengan cara tradisional dinilai lebih nikmat dan memberikan citarasa serta aroma yang lebih enak, hal ini dikarenakan dengan menggunakan cara tradisional dalam menggiling kopi bubuk, karakter asli dari kopi tetap terjaga karena itu lah banyak penggemar kopi yang masih lebih memilih pembuatan kopi bubuk secara tradisional.

secara prinsipnya, membuat kopi bubuk dengan cara tradisional memiliki serangkaian langkah yang saling berkaitan mulai dari pemetikan penyortiran, penggorengan sampai pengupasan kulit kopi, silahkan mengikuti panduan dibawah ini untuklebih jelasnya.

1. Pemetikan Buah Kopi

Pemetikan dilakukan pada buah kopi yang sudah benar-benar matang. Ciri-cirinya yatu buah tersebut berwarna merah sempurna, teksturnya cukup empuk, dan beraroma semerbak. Biasanya tanaman kopi akan menghasilkan buah pada akhir musim kemarau sekitar bulan September sampai Oktober. Buah-buah kopi yang telah dipetik lantas dikumpulkan di wadah khusus untuk disortir menurut ukuran dan tingkat kematangannya.

2. Penyortiran Buah Kopi

Penyortiran kopi dilakukan berdasarkan ukuran penampang dan tingkat kematangannya. Hal ini berguna untuk menjaga kualitas kopi terutama untuk buah yang bermutu bagus. Selain itu, penyortiran ini juga berguna supaya pada saat penggorengan biji kopi, maka semuanya akan matang secara merata karena ukurannya yang sama. Buah kopi mentah yang ikut terbawa sebaiknya dipisahkan tersendiri karena dapat merusak citarasa dan aroma kopi.

3. Pengupasan Kulit Kopi

Secara tradisional, buah kopi dikupas kulitnya dengan cara ditumbuk menggunakan alu di dalam lesung. Hati-hati saat memukulkan alu ke buah kopi jangan sampai menghancurakn buahnya. Setelah beberapa kali penumbukan biasanya lapisan kulit ari, daging buah, dan cangkang kopi akan terkelupas dengan sendirinya.

4. Penjemuran Biji Kopi

Biji-biji kopi yang sudah bersih selanjutnya dijemur di bawah sinar matahari langsung. Proses ini dilakukan selama 5-7 hari sampai kadar air yang terkandung di dalam biji kopi tersisa sekitar 30-35%. Biji-biji yang telah mengering sempuran ini kemudian dipindahkan ke penggorengan untuk dimasak/disangrai.

5. Penggorengan Biji Kopi

Wadah yang paling baik dipakai untuk menggoreng biji kopi adalah wajan besi yang cukup tebal sehinggga panasnya bisa merata dan stabil. Disarankan untuk memakai tungku kayu ketimbang kompor gas karena mampu menambah mampu menambah kenikmatan tersendiri pada kopi yang dihasilkan. Selama proses penggorengan, biji-biji kopi harus dibolak-balik secara rutin agar tidak gosong. Biji kopi digoreng sampai permukannya berubah warna menjadi cokelat kelam, aroma khasnya semakin keluar, dan mudah dihancurkan. Sebagai gambaran, proses penggorengan 2 kg biji kopi umumnya memakan waktu selama 2 jam.

6. Penggilingan Bubuk Kopi

Biji kopi yang telah disangrai hingga matang sempurna kemudian dipindahkan ke lesung untuk ditumbuk sampai halus. Lakukan penumbukan secara berulang-ulang menggunakan tenaga yang cukup agar bubuk kopi yang dihasilkan mempunyai tekstur yang halus. Setelah itu, bubuk kopi ini diayak untuk memisahkan partikel yang masih berukuran cukup besar. Sebaiknya serbuk kopi hasil proses pengolahan ini disimpan di dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat sehingga kenikmatannya tetap terjaga.
sumber https://www.kopiindonesia.web.id

Sunday, June 4, 2017

PANDUAN MENANAM JAMBU AIR MENGGUNAKAN POT

PANDUAN MENANAM JAMBU AIR MENGGUNAKAN POT


Jambu air adalah salah satu type buah yg mempunyai rasa manis pula mempunyai ragam kategori. Di Mana terhadap buah ini, sanggup dibudidayakan dgn gampang. Bahkan, sanggup diproduksi dalam jumlah yg berlimpah. Apalagi lagi, dgn adanya trik penanaman yg lebih praktis adalah dgn fasilitas pot ini, sanggup lebih gampang buat berbudidaya. Buat itu, Kamu dapat cobalah utk melaksanakan budidaya jambu air dalam pot ini bersama serta-merta nan praktis.

Terhadap pembuatan pembudidayaan jambu air di dalam pot ini, terdapat sekian banyak komponen yg mesti disiapkan apalagi dulu. Seperti halnya kepada step perdana adalah pemilihan bibit yg top, termasuk juga kepada sekian banyak petunjuk berikut ini, adalah :

Pilih bibit untuk jambu air ini, dapat lebih baik jika dari proses cangkok, bukan dari biji.
Bibit secara stek ini mesti berasal dari induk yg telah berbuah
Pemilihan bibit mesti telah berusia, setidaknya terhadap umur stek tatkala 2 hingga 3 bln.
Sesudah terhadap pemilihan bibit selesai, seterusnya yakni proses penanaman. Terhadap penanaman di dalam pot ini, mesti berisikan tanah yg subur pula pas utk tumbuhan jambu air ini. Tanah tersebut bukanlah dengan cara utuh 100%, namun pun dicampurkan bersama pupuk kandang bersama perbandingan 1 : 1.

Setelah Itu, sesudah fasilitas pot & tanahnya sudah siap, jambu air siap utk ditanamkan. Setelah Itu merupakan penataan tanaman dgn jarak 2, 5 meter sampai 3 meter. Maksud dari pemberian jarak ini yakni utk memberikan sela atas adanya sirkulasi hawa dari antar pohon.


Sesudah penanaman ini selesai, proses budidaya tanaman jambu air masihlah masihlah berlanjut. Yakni terhadap step penyiraman & pemupukan. Terhadap fase yg mula-mula merupakan penyiraman bersama 2 kali di tiap-tiap harinya. Trik penyiraman ini mampu dilakukan tiap-tiap pagi & sore hri dgn kran automatis.

Dikarenakan sanggup memudahkan proses tersebut. Lebih-lebih jikalau tabulampot jambu air ini dalam jumlah yg tidak sedikit. Tidak Sama dgn pemupukan yg dilakukan seminggu dua kali ini, memakai pupuk kandang. Bakal tapi, pemupukan ini berlaku sekali dalam satu pekan bilamana tanaman tersebut sedang berbuah.

Step ini termasuk juga kepada wujud perawatan tabulampot jambu air dari serangan hama & penyakit. Bilamana tanaman ini terserang oleh satu hama maupun penyakit, sehingga akan menggagalkan hasil panen. Utk itu, dimanfaatkan perlindungan berupa penanaman yg tertutup oleh kelambu. Kiat ini serta jauh lebih efektif buat menjaga keadaan tabulampot di tiap-tiap harinya.

Sesudah seluruh itu siap, tinggal menunggu periode panen. Di Mana utk musim ini mampu dipanen tiap-tiap ketika sebab bukan buah musiman. Bakal tapi, tanaman jambu air ini setidaknya sudah berumur 1, 5 sampai 2 thn. Sampai kepada umur tersebut, terhadap nantinya bakal berbuah yg tidak sedikit & bukan musiman.

Monday, April 17, 2017

CARA PEMBIBITAN POHON ALPUKAT UNTUK HASIL MAKSIMAL

http://tipspetani.blogspot.com/2017/04/cara-pembibitan-pohon-alpukat-untuk.html



Untuk budidaya pohon buah Alpukat dapat dilakukan dengan cara vegetatif (stek batang/cangkok) ataupun generatif (melalui biji) sepertihalnya cara menanam pohon buah matoa ataupun cara menanam pohon duku. Namun jika anda menginginkan pohon buah alpokat yang cepat berbuah, maka cara dudidaya yang paling tepat dilakukan adalah dengan cara stek batang atau cangkok (vegetatif). Berikut Beberapa langkah cara menanam pohon Buah Alpukat yang benar agar dapat berbuah dengan lebat.


CARA PEMBIBITAN POHON ALPUKAT

Budidaya Alpokat dengan Mencangkok atau Okulasi

Pohon alpukat yang digunakan sebagai bibit cangkokan sebaiknya dipilih dari pohon yang memiliki riwayat buah yang baik (rasa, ketahanan terhadap hama, dan lain-lain). Lakukan pencangkokan dengan cara yang benar akan menghasilkan akar dan bibit yang bagus. Pilihlah cabang pohon alpukat yang terlihat subur, tidak terlalu banyak cabang-cabang baru, dan tidak terlalu tua atau terlalu muda.

Setelah cangkokan mengeluarkan akar, potong pada bagian pangkal cabang (sekitar 3 cm dari cangkokan), dan masukkan ke dalam polybag untuk dilakukan penyemaian dengan terlebih dahulu melepas penutup cangkokan. Letakkan bibit di area yang teduh dan lakukan penyiraman, biarkan bibit hasil cangkokan mampu beradaptasi dan mengeluarkan bayak akar sebelum dipindahkan ke lahan tanam permanen.

baca juga


Budidaya alpukat dengan Biji

Untuk menanam Alpokat dari biji dapat dilakukan dengan melakukan penyemaian biji alpukat terlebih dahulu, biji alpukat yang disemai harus dipilih dari buah alpukat yang tua. Belah buah alpukat dan ambil bijinya, jemur biji alpukat sekitar 3 jam dan angkat kemudian legtakkan di tempat teduh. Semailah Biji tersebut di dalam polybag semaian sampai bibit memiki tinggi sekitar 1 meter (siap tanam). Setelah bibit yang disiapkan siap tanam, maka bibit alpukat dapat dipindahkan ke lahan tanam permanen yang sudah disiapkan. 


Jika anda menginginkan Pohon alpukat dari hasil semaian biji dapat segera berbuah, maka lakukan sambung pucuk atau okulasi dengan mengambil tunas dari pohon alpukat yang sudah berbuah sebagai batang atasnya dan batang bawah menggunakan pohon alpukat hasil semaian biji. 

Membuat Lubang Tanam

Buatlah lubang tanam pohon buah alpukat dengan ukuran 60cm x 60cm dengan kedalaman 60-80cm. Jika anda menanam bibit dari hasil cangkok maka buatlah lubang tanam yang relative lebar, jika bibit dari biji maka buat lubang yang dalam.

Jika penananman akan dilakukan dalam jumlah banyak, buatlah lubang tanam yang sama dengan jarak 6m x 6m antar lubang agar memberikan ruang tumbuh bagi pohon alpukat. Isi lubang menggunakan pupuk kandang sampai 2/3 bagian terisi, dan biarkan lubang tanam selama 3-4 minggu sebelum ditanami agar pupuk kandang meresap ke tanah..

baca juga

Menanam Bibit Alpukat

Setelah bibit siap tanam, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit ke lubang tanam permanen yang disiapkan. Buka pelastik polybag dengan perlahan, usahakan jangan sampai Tanah yang ada di polybag semaian hancur. Masukkan bibit ke lubang tanam, dan tutup menggunakan Tanah sisa yang ada di sekitar lubang tanam. Lakukan penyiraman setelah semua bibit tertanam pada lubang-lubang yang disediakan.

Merawat Tanaman Alpukat

Perawatan yang diperlukan dalam menanam alpukat adalah penyiangan, penyulaman, pemupukan, dan pemangkasan. Pembersihan rumput atau gulma-gulma disekitar tanaman alpokat (penyiangan) wajib dilakukan terutama saat pohon alpukat baru ditanam atau masih kecil, jika sudah besar maka rumput liar akan sedikit yang tumbuh karena ternaungi oleh rimbunnya pohon alpokat 

Memanen Buah Alpukat

Pohon alpukat biasanya akan mulai berbuah pada usia 10-15 tahun jika ditanam melalui biji, jika ditanam dengan sistem vegetatif biasanya akan berbuah pada umur 5-8 tahun tergantung dari perawatan yang dilakukan.


http://tipspetani.blogspot.com/2017/04/cara-pembibitan-pohon-alpukat-untuk.html

http://tipspetani.blogspot.com/2017/04/cara-pembibitan-pohon-alpukat-untuk.html

http://tipspetani.blogspot.com/2017/04/cara-pembibitan-pohon-alpukat-untuk.html

Thursday, December 15, 2016

CARA AGAR BUAH TIDAK PECAH PADA TANAMAN BUAH


Pecah pada buah pada umumnya disebabkan oleh unsur N (Nitrogen) yang terlalu tinggi pada tanaman. Terkadang mungkin kita bingung manakala kita hanya memberikan pemupukan dengan unsur N yang sedikit namun buah masih tetap saja pecah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah musim. Ya, air hujan banyak mengandung unsur N. Jadi curah hujan yang tinggi juga dapat menyebabkan buah menjadi pecah. Perlu kita siasati tentang buah pecah dan penanggulangannya.

                           baca juga :
  • Solusinya yaitu tanam buah dalam sungkup atau greenhouse. Tetapi jika tidak memungkinkan maka bisa kita terapkan trik trik berikut ini:
  • Usahakan pohon jangan sampai tergenang air
  • Sekitar 1 meter dari pohon tanah ditinggikan agar air tidak menggenang
  • Berikan pemupukan P dan K dua kali lipat lebih banyak dari biasanya
  • Berikan pemupukan Ca dan Mg 1,5 kali lipat lebih banyak dari biasanya,
  • atau yang tadinya tiga minggu sekali menjadi dua minggu sekali dalam pemberian pupuknya
  • Buat drainase atau saluran air agar air tidak menggenang

Wednesday, December 14, 2016

Sekilas Tentang Buah Jabuticaba ( Anggur Brazil )

Permukaan batang pohon itu tampak berwarna ungu kehitaman karena dipenuhi oleh buah yang berbentuk bulat Sepintas buah itu mirip dengan buah anggur baik kulit atau daging buahnya. 


Bedanya bila buah anggur mengerombol dalam satu tangkai, buah yang satu menggerombol memenuhi permukaan batang pohon.

baca juga 



Karena hal itulah yang menjadikannya juga dikenal dengan nama Anggur Brazil karena memang asal tanaman itu dari negara Brazil . Rasa buahnya sendiri manis yang bercampur asam. 


Ada pula yang mengatakan rasanya campur antara buah sirsak, srikaya, anggur atau manggis sesuai dengan umur dan tingkat kematangan buah.


Buah itu bernama Jabuticaba atau Jaboticaba yang bernama latin Myrciaria cauliflora. Mungkin nama buah yang berdiameter 3-4 cm itu masih cukup asing terdengar bagi orang awam, walau sebenarnya sudah populer bagi penyuka tanaman buah.


Selain bisa langsung dimakan dengan daging buah yang berwarna putih dan terasa agak kenyal, buah Jabuticaba juga biasa digunakan untuk membuat selai, jelly, minuman jus atau wine, atau campuran kue . Selain itu juga biasa digunakan sebagai obat-obatan tradisional .


Caranya dengan dikeringkan dibawah sinar matahari lalu direbus. Hasil rebusannya dipercaya dapat mengobati sakit batuk berdarah, asma, diare, dan radang tonsil. Sedangkan dalam pengobatan modern , buah ini dpercaya memiliki banyak khasiat sebagai zat antioksidan, antiradang, dan antikanker kaena mengandung zat yang diberi nama Jaboticabin.


Pohon Jaboticaba terbilang rajin berbuah karena dalam setahun bisa sampai dua hingga tiga kali berbuah. Semakin dewasa semakin lebat buahnya dan jika ditanam di daerah dataran tinggi, siklus berbuahnya lebih panjang. Jeda berhenti buahnya juga sebentar karena begitu buah habis , segera muncul bunganya kembali .


Memiliki pohon Jabuticaba ini tentu sangat menyenangkan karena selain bisa sebagai tanaman hias juga dapat dinikmati hasil buahnya. Apalagi harga buahnya cukup mahal karena bisa mencapai Rp 100.000 per kg.

MANFAAT YANG TERKANDUNG PADA BUAH LANGKA DEWANDARU

Buah Dewandaru itu cukup mungil dengan warna yang cerah dan bentuk yang menarik. Warnanya berubah secara bertingkat dari hijau, kuning, oranye dan merah sesuai dengan tingkat kematangan buahnya. Ada biji kecil berwarna coklat di dalamnya.


Di daerah lainnya, Dewandaru dikenal dengan nama ceremai londo, karena bentuknya mirip dengan buah ceremai. Hanya saja bedanya bila buah ceremai berwarna tetap, tetapi buah Dewandaru ini bisa berubah warna saat proses kematangan buahnya.

baca juga :


Walau berukuran cukup mungil, buah Dewandaru yang bernama latin Eugenia uniflora ini ternyata mempunyai khasiat untuk mencegah kerusakan oksidatif akibat radikal bebas yang tidak dapat diatasi oleh antioksidan endogen dalam tubuh.


Dalam berbagai penelitian, buah dan daun dewandaru terbukti bisa mencegah munculnya kanker atau tumor. Warna merah buah dewandaru menunjukkan bahwa di dalamnya terdapat kandungan senyawa tertentu golongan karotenoid.


Begitu juga dengan daun dewandaru ditemukan senyawa fenolik yang bermanfaat sebagai antioksidan. Karotenoid dan fenolik berkhasiat sebagai antioksidan yang bekerja melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh manusia.




Jika Anda memanfaatkan buah dewandaru, sebaiknya buah ini dijus terelebih dahulu atau dimakan langsung. Buah dewandaru yang sudah masak mengandung likopen yang tinggi.

Perlu juga Anda ketahui bahwa kandungan likopen bisa menurun apabila diolah menjadi produk dan menggunakan cara tertentu. Diperlukan teknik khusus dalam pengolahannya agar kandungan likopen tidak berkurang terlalu banyak.
Selain sebagai antioksidan , dewandaru juga bisa mengatasi diare dengan menggunakan biji dewandaru.
Para ilmuwan meneliti sejauh mana biji dewandaru berkhasiat sebagai anti kuman. Ternyata protein biji dewandaru mampu menghambat pertumbuhan berbagai macam kuman, di antaranya adalah kuman penyebab diare.
Sayang, tanaman Dewandaru termasuk cukup langka dan jarang bisa dijumpai. Kalaupun ada yang pernah mengetahui tanaman itu, mungkin mereka hanya menganggapnya sebagai tanaman hias saja dan tak menyangka jika begitu banyak manfaat yang terkandung dalam buahnya.

SEKILAS INFO TENTANG BUAH PARIJOTO DAN MITOSNYA

Ada pemandangan yang unik dan tak biasa di kawasan wisata religi Makam Sunan Muria di Kudus - Jawa Tengah. Di sana ada banyak pedagang buah Parijoto yang ditawarkan dengan harga yang tidak terlalu mahal


Buah itu berukuran cukup kecil yang banyak dan menggerombol dalam setiap tangkainya.
Warna buahnya merah muda hingga ungu tergantung tingkat kematangan buahnya. Sedangkan rasa buahnya ada yang asam yang bercampur dengan sepat. 



http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/sekilas-info-tentang-buah-parijoto-dan.html


baca juga :


Ada mitos yang menarik tentang buah parijoto itu berkaitan dengan sejarah Sunan Muria. Konon bagi ibu hamil dianjurkan untuk memakan buah parijoto agar anak yang dilahirkannya bisa berwajah tampan atau cantik dengan kulit yang halus dan lembut. 


http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/sekilas-info-tentang-buah-parijoto-dan.html


Begitu pula bagi pasangan yang belum memiliki anak, dengan memakan buah parijoto konon akan segera dikarunia momongan.


http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/sekilas-info-tentang-buah-parijoto-dan.html


Parijoto sebenarnya merupakan tanaman liar yang tumbuh di lereng-lereng gunung dan di hutan-hutan pada ketinggian 800 m - 2300 m di atas permukaan laut. Tetapi pada saat ini, Parijoto sudah dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bentuk buahnya yang eksotik dan atraktif dengan harga yang cukup mahal. 


http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/sekilas-info-tentang-buah-parijoto-dan.html

Parijoto termasuk jenis perdu yang dapat mencapai tinggi 120 cm hingga 200 meter. Parijoto ini bernama latin Medinilla Speciosa merupakan anggota familia Melastomataceae, yang dikenal pula dengan nama Showy Asian Grapes.


http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/sekilas-info-tentang-buah-parijoto-dan.html


Tanaman ini biasanya akan berbunga pada bulan November- Januari dan buah bisa dipanen bulan Maret -Mei. Buah ini mengandung zat kimia seperti kardelin, saponin, flavonid terutama pada buahnya, dan tanim terutama pada daunnya. 


http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/sekilas-info-tentang-buah-parijoto-dan.html


Karena kandungan zat kimianya ini,Parijoto bisa dimanfaatkan untuk obat sariawan dan diare. 


http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/sekilas-info-tentang-buah-parijoto-dan.html


Selain bisa langsung dimakan , buah Parijoto biasa dimakan dalam bentuk direbus atau diolah menjadi pecel dan rujak bersama dengan buah-buahan lainnya.



http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/sekilas-info-tentang-buah-parijoto-dan.html


Bagaimana,apa Anda juga tertarik dan penasaran dengan buah Parijoto ini ?

Tuesday, November 29, 2016

PANDUAN MENGATASI HAMA PENYAKIT PADA TANAMAN BUAH PEPAYA

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/panduan-mengatasi-hama-penyakit-pada.html

PANDUAN MENGATASI HAMA PENYAKIT PADA TANAMAN BUAH PEPAYA





1. Tungau (Tetranychus spp)
Tungau ini menyerang daun, dan akan menjadi hebat serta merajalela disaat musim kemarau. Terlebih-lebih lagi kalau terjadi kemarau panjang. Kerusakan ini akan terlihal paila daun antara jari-jari daun yang mengering.

Pemberantasannya :
Kalau secara tradisional, maka kita taburkan saja tepung belerang pada pagi hari setelah ada embun. Penaburan tepung belerang ini diberikan dibawah telapak daun. Bila kita akan memakai obat-obatan (insektisida) maka dapat pula diberi­kan demicron, lindani', orthane atau filidol untuk usaha pemberantasannya. Obat-obat ini bisa kita beli di toko-toko obat-obatan untuk pertanian atau bisa juga kita membelinya di BUUD.


2. Kutu Pseudaulacaspis Pentagona
Kutu ini akan tampak pada batang pepaya, dan bergerombol hingga akan kelihatan banyak sekali. Kalau dilihat sepintas lalu saja berupa perisai yang berwarna putih dan abu-abu seperti kulit batang pepaya itu sendiri. Sedangkan yang berwarna putih itu adalah kutu-kutu yang berjenis kelamin jantan dan yang abu-abu merupakan kutu yang berjenis ke­lamin betina.

Perisai kutu ini sering pula tertutup oleh kulit bagian atas dari batang pepaya yang tipis, sehingga tidak mudah diketahui bila belum dikenal

Pembasmiannya:
Pemberantasannya memang dapat dilakukan dengan mempergunakan insektisida seperti pemberantasan Tungau.


baca juga artikel lainnya tentang tanaman pepaya:




3. Keong (Achatina Fulica)

Sebenarnya keong ini merupakan hama dari setiap kebun yang tidak dipelihara kebersihannya. Serangan keong yang secara serentak ini akan dapat merusak kulit batang bagian atas dekat buah ataupun bunga.

Pemberantasannya:
  • Dengan cara mengumpulkan semua keong-keong tersebut dan membunuhnya.
  • Kalau saja kita mempunyai ternak bebek, maka keong tersebut kita manfaatkan untuk makanan bebek. Selain keong akan terbasmi habis dimakan bebek, maka bebek itupun akan bertelur semakin banyak.
  • Keong yang masih berada dibawah biasanya akan bersembunyi dibawah mulch. Akan tetapi pada sore harinya terutama sekali dimusim penghujan akan keluar dan mu­dah kita kumpulkan.4. Kelelawar dan Kutilang 
  • Dua jenis burung ini memang sangat senang dengan papaya, maka tidak ada cara-cara pembasmiannya untuk kedua jenis perusak ini. Hanya kalau melihat mereka kita halau saja. Namun biasanya kelelawar ini bila makan dan menyerang selalu malam hari.

5. Manusia Jahil
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/panduan-mengatasi-hama-penyakit-pada.html

Menghadapi hama yang satu ini memang sangat memusingkan, sebab tak jarang manusia pencuri ini selalu berkeliaran dan mengambil buah yang telah masak untuk dimakan sendiri ataupun bahkan dijualnya.

Pemberantasannya:Untuk memberantas hama berkepala hitam tersebut diatas bisa dikatakan hal yang paling sulit dibasmi, sebaiknya memang pohon pepaya yang telah mulai masak di kebun itu diberi penjagaan. Terutama selama malam hari. 

Untuk memudahkan mencari pepaya curian, maka sebaiknya memang buah pepaya yang telah besar-besar dan hampir masak itu diberi tanda khusus dan rahasia yang hanya diketahui oleh pemiliknya saja. Hingga tahu kalau pepaya yang dijual dipasar itu adalah pepaya curian dari kebun kita. Walaupun untuk itu kita juga tak bisa berbuat banyak.



Penyakit pepaya ini sebenarnya juga banyak, akan tetapi sebagian besar tidak membahayakan kehidupan dari pohon tersebut, maka kita juga akan menguraikan bagian-bagian yang terpenting saja. 


1. Jamur Pylhium Sp
Penyakit ini menyerang pada leher akar ataupun bagian akar. Akibat dari serangan ini maka akar pepaya akan dapat membusuk. Biasanya biang keladi dari datangnya penyakit ini adalah kurang baiknya dari pembuangan air hingga ba­nyak air yang menggenangi akar.

Pemberantasannya :
Penyakit ini tidak ada jalan lain untuk memberantasnya, kecuali dengan jalan memperbaiki got-got dan pembuangan airnya yang berada di dalam kebun itu sendiri. Kalau sudah ada gotnya maka got itu perlu diperdalam.


2. Bakteri Papayae
Penyakit ini menyerang pada daun pepaya, hingga kelihatan mengering dan dimulai dari pinggir daunnya. Terutama daun yang masih muda. Penyakit ini sudah berjangkit di ke­bun pepaya yang berudara lembab.

Pemberantasannya:
Beri kesempatan matahari masuk dan bersinar langsung, hingga keadaan kebun tidak menjadi lembab lagi

3. Virus Penyakit ini menyerang daun hingga daun itu sendiri menjadi keriting, berbintik-bintik dengan warna kuning. Daun­nya kelihatan cengkong dan tangkainya melayu hampir terkulai kebawah. Bila hal ini dibiarkan maka seluruh pohon akan mati.

Adapun virus ini dipindah pindahkan dari satu pohon kepohon lainnya oleh kutu-kutu daun yang sering dikenal dengan nama kutu Aphis.

Pemberantasannya: Untuk pemberantasan penyakit ini memang belum diketahui secara langsung, akan tetapi ada usaha pencegahan :

  • Basmi pohon dengan segera yang telah terserang virus ini.
  • Basmi kutu-kutu Aphis yang kelihatan pada daun-daun pepaya, dengan mempergunakan insektisida.Akan tetapi penyakit ini di Indonesia hampir dikatakan tidak ada, namun untuk Trinidad penyakit ini benar-benar sangat meraja lela, hingga banyak membunuh pohon-pohon pepaya yang sedang berbuah maupun yang sedang berkembang.

PEDOMAN CARA MEMUPUK TANAMAN JERUK YANG BAIK

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/pedoman-cara-memupuk-tanaman-jeruk-yang.html

Tanaman jeruk manis diharuskan untuk selalu dipupuk terus-menerus secara teratur apalagi untuk tanah yang kurang subur. Ada beberapa unsur-unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman jeruk yang memacu tumbuh kembangnya.

Nitrogen mempengaruhi pertumbuhan dahan, ranting, dan daun. Keadaan buah dipengaruhi pula oleh unsur ini. Kalau nitrogen kurang, rasa buahnya asam dan bila berlebihan memperlambat pematangan buah. Selain itu pemberian nitrogen secara berlebihan mengurangi daya tahan tanaman jeruk terhadap penyakit.

Fosfor memacu pertumbuhan akar yang baik dari benih dan tanaman jeruk manis muda. Oleh karena itu tanaman jeruk manis muda banyak memerlukan fosfor. Kebutuhan ini meningkat mengikuti pertambahan umur tanaman jeruk.

Peranan lain unsur hara fosfor, yaitu mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, serta memperbanyak bunga yang menjadi buah. Kekurangan unsur hara ini menyebabkan buah kecil-kecil, kulit buah tebal, dan rasa buahnya asam. Selain itu daun lebih kecil dan kaku.

Kalium berguna untuk meningkatkan mutu buah jeruk. Bila tanaman jeruk manis ini kekurangan unsur kalium, maka rasa buah hambar, tetapi bila berlebihan buahnya asam.
Kalsium umumnya terdapat dalam jumlah yang memadai pada tanah di Indonesia. Bila jeruk manis kekurangan unsur ini, menyebabkan daun menguning (terutama tulang daun), lekas rontok, dan tunas muda yang tumbuh cepat mati.

Pupuk yang digunakan berupa pupuk organik (misalnya pupuk kandang) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). Pupuk kandang terutama diberikan pada saat tanam, sedangkan pada periode selanjutnya sering diberikan pupuk buatan (urea, TSP, dan KCL atau jenis lain).

Pupuk dasar yang terdiri atas pupuk kandang dan pupuk fosfat dimasukkan lebih dahulu ke dalam lubang tanam bersama dengan tanah galian bagian atas. Untuk satu lubang bersama tanah galian tersebut dicampur dengan pupuk kandang sekitar 10-15 kg dan 1,5 kg TSP. Pemupukan lanjutan sebaiknya dilakukan setelah tanaman jeruk manis berumur 4 tahun. 


Salah satu pedoman dalam kegiatan pemupukan dikemukakan skema pemupukan yang ditetapkan oleh Jawatan Pertanian Rakyat bagian perkebunan sebagai berikut:

Unsur Tanaman
Pupuk Kandang
ZA (gram)
DS (gram)
ZK (gram)
4 th
5 th
6 th
7 th
8 th
9 th
10 th
8
10
12
14
16
18
20
800 - 1200
1000 - 1500
1200 - 1800
1400 - 2100
1600 - 2400
1800 - 2700
2000 - 3000
200
250
300
350
400
450
500
600
750
800
900
1000
1000
1200
Dosis pupuk tanaman jeruk pada tanah latosol (untuk satu pohon)
Keterangan: Isi 1 kaleng sekitar 20 liter cairan atau sekitar 8,5 – 10 kg pupuk kandang
Dosis pupuk tanaman jeruk pada tanah latosol (untuk satu pohon)

Keterangan:
Isi 1 kaleng sekitar 20 liter cairan atau sekitar 8,5 – 10 kg pupuk kandang
Jumlah takaran pada tabel di atas, diberikan secara bertahap dua kali dalam setahun. Pemberian pupuk dilakukan sebelum atau menjelang tanaman jeruk berbunga, yaitu menjelang musim hujan dan menjelang akhir musim hujan. Jangan melakukan pemupukan pada saat tanaman jeruk berbunga, sebab bunga bisa rontok (gugur).

Pupuk dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat melingkari tajuk pohon. Kedalaman lubang pupuk 30 cm atau lebih sesuai dengan kedalaman akar tanaman jeruk. Bila tanaman jeruk sudah besar dan tajuk satu pohon dengan yang lainnya hampir bertaut, pupuk dapat diberikan pada sela-sela barisan tanaman atau antara tajuk pohon yang satu dengan yang lain.

Ada pula yang memberikan pupuk lanjutan sejak tanaman jeruk berumur satu tahun, sebagaimana cara pemberian pupuk di Brazilia seperti tabel berikut:



Waktu Pemupukan
Urea (gram/
pohon)
TSP (gram/
pohon)
KCL
(gram/
pohon)
Tahun Pertama
Tahun Kedua
Tahun Ketiga
Tahun Keempat
Tahun Kelima
Tahun Keenam
Tahun Ketujuh
Tahun Kedelapan
-
160
160
325
490
650
870
1085
300
110
150
220
300
450
450
450
100
80
130
165
330
500
600
700
Pemberian pupuk lanjutan untuk tanaman jeruk


Pemupukan dilakukan sebelum tanaman jeruk berbunga, setelah terbentuk tunas dan daun baru dan selama periode pertumbugan buah.
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/pedoman-cara-memupuk-tanaman-jeruk-yang.html
BACA juga artikel tanaman jeruk lainnya :

Wednesday, November 23, 2016

BAGIAN-BAGIAN DARI BIJI TANAMAN BUAH


Biji dalam perkembangannnya terdiri dari 3 bagian dasar, yang antara lain embrio, jaringan penyimpan makanan, dan pelindung biji.

Embrio yaitu bagian biji yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Embrio terbentuk dari bersatunya gamet jantan dan betina pada proses pembuahan. Embrio yang berkembang sempurna akan memiliki bagian-bagian seperti epikotyl (calon pucuk), hipokotyl (calon akar), dan kotyledon (calon daun). Tanaman pada kelas angiospermae diklasifikasikan oleh banyaknya kotyledon. Tanaman monokotil mempunyai satu kotiledon seperti pada bawang, sedangkan tanaman dikotil mempunyai dua kotiledon seperti pada kacang-kacangan. Tanaman dari kelas gymnospermae umumnya mempunyai lebih dari dua kotiledon, misalnya pinus yang mempunyai 15 kotiledon. Pada tanaman famili rumput-rumputan, kotiledon berbentuk menyerupai perisai yang disebut scutellum, kuncup embrioniknya disebut koleoptil dan bagian bawah terdapat akar embrionik yang disebut radikula yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.



Jaringan penyimpan makanan yaitu bagian biji yang berfungsi sebagai cadangan makanan untuk pertumbuhan embrio. Pada masing-masing jenis tanaman, jaringan penyimpan makanan memiliki sebutan yang berbeda, antara lain kotiledon pada kacang-kacangan, endosperm pada jagung, perisperm pada famili Chenopodiceae, dan gametphyte betina yang haploid pada pinus. Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan mineral. Komposisi dan persentasenya berbeda berdasarkan jenis biji.



Pelindung biji yaitu bagian biji yang melindungi embrio dan jaringan penyimpan makanan dari lingkungan luar. Pelindung biji terdiri dari beberapa bagian yakni kulit biji, sisa nukleus, dan endosperm dan kadang-kadang bagian dari buah. Kulit biji berasal dari integumen ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung. Kulit biji biasanya keras dan kuat dan berwarna coklat dan bagian dalamnya tipis dan berselaput dan berfungsi untuk melindungi biji dan kekeringan. Dalam hal penggunaan cadangan makanan terdapat perbedaan antara kelas monokotil dan dikotil, yaitu pada sub kelas monokotil cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna setelah biji masak dan berkecambah setelah menyerap air. Sedangkan tanaman dikotil cadangan makanan terdapat pada kotiledon atau perisperm sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak.

Monday, November 14, 2016

PANDUAN SAMBUNG PUCUK PADA POHON DURIAN

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/panduan-sambung-pucuk-pada-pohon-durian.html
PANDUAN SAMBUNG PUCUK PADA POHON DURIAN

Penyambungan/sambung yang sebenarnya merupakan sambung pucuk atau enten adalah menggabungkan batang bawah (understam/stock)) dengan batang atas (entres/scion) sehingga terbentuk tanaman yang mempunyai sifat perpaduan antara sifat batang bawah dengan sifat batang atas.


Perbanyakan bibit durian dengan penyambungan, baik mata tunas (okulasi/budding) maupun tunas (sambung pucuk/grafting), dilakukan dengan menggunakan batang bawah (stock) yang berasal dari biji (generatif) dan batang atas (scion) yang memiliki sifat-sifat baik atau unggul.


Persiapan Batang Bawah
Batang bawah berfungsi untuk mengambil makanan dari dalam tanah untuk batang atas atau tajuknya. Bibit yang akan digunakan sebagai batang bawah sebaiknya dipilih yang mampu beradaptasi dengan batang atasnya sehingga mampu menyatu (kompatibel) dan menopang pertumbuhan batang atasnya, tanaman dalam kondisi sehat, sistem perakarannya baik dan dalam, tahan terhadap perubahan kondisi yang ekstrem (kekeringan dan genangan air), serta tidak mengurangi kualitas dan kuantitas buah pada tanaman yang disambungkan/diokulasi.
Pengaruh batang bawah terhadap batang atas dapat menimbulkan beberapa kemungkinan (inkompatibel), yaitu:
  • Tanaman menjadi tumbuh lambat dan kerdil
  • Umur tanaman pendek (tanaman cepat mati)
  • Menyebabkan terjadinya kaki gajah, yakni batang bawah tumbuhnya lebih cepat sedangkan batang atasnya lebih lambat. Atau sebaliknya kaki bangau, yakni batang bawah tumbuh lambat sedangkan batang atasnya cepat sekali.
  • Menyebabkan tanaman cepat berbunga, lambat berbunga, atau tidak berbunga
  • Tanaman tidak mau berbuah
  • Menyebabkan tanaman berbunga lebat, tetapi bunga berguguran sebelum membentuk buah kecil
  • Menyebabkan rasa buah berubah (agak masam)
  • Menyebabkan buah berukuran kecil
  • Menyebabkan biji menjadi kecil (kempes) atau menjadi besar
  • Menyebabkan buah berubah bentuk menjadi bulat
  • Produksi buah rendah.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada tanaman batang atas tersebut disebabkan adanya sifat batang bawah yang tidak sesuai dengan sifat batang atasnya disebut inkompatibel.
Langkah-langkah untuk mempersiapkan batang bawah yang akan digunakan untuk penyambungan sama seperti perbanyakan bibit dengan biji yaitu: seleksi biji, perendaman biji dalam larutan Atonik 0,1 %, menyiapkan media untuk menanam, dapat dibedengan atau dipolibag. Media berupa campuran tanah dan pupuk kandang 1 : 1. Setelah media disiapkan maka dilakukan penanaman biji dengan cara membenamkan biji kedalam media. Perawatan mencakup pemupukan, penyiraman, serta pengendalian hama dan penyakit. Setelah tinggi bibit berumur 2 – 4 bulan (tinggi 40 – 50 cm), bibit siap untuk disambung.


Persiapan Batang Atas
Batang atas (entres/scion) adalah bagian atas atau tajuk tanaman yang akan menghasilkan buah berkualitas unggul. Tanaman yang akan digunakan sebagai batang atas dipilih yang mampu tumbuh kompak dengan batang bawahnya sehingga batang atas ini mampu menyatu dan dapat berproduksi dengan optimal (kompatibel) dan tidak menimbulkan pengaruh negatif (inkompatibel); cabang berasal dari pohon yang sehat, pertumbuhannya normal, memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit, dan berasal dari pohon induk yang sifatnya benar-benar unggul.

Syarat pucuk yang akan dijadikan entres untuk penyambungan yaitu:
  • Tidak sedang berdaun muda (tumbuh aktif)
  • Tidak bercabang
  • Sehat
  • Telah dilakukan perompesan daun

Sambung pucuk adalah penyatuan pucuk (batang atas) dengan batang bawah sehingga terbentuk tanaman baru yang cocok secara kompleks.
Teknik sambung pucuk membutuhkan peralatan sebagai berikut:
  1. Alat pemotong berupa silet, cutter, atau pisau khusus okulasi. Yang perlu diperhatikan adalah pisau yang digunakan harus benar-benar tajam dan steril atau bersih.
  2. Plastik untuk kerudung/sungkup pucuk sambungan
  3. Tali rafia atau tali plastik.

Tahapan/langkah-langkah untuk melakukan sambung pucuk sebagai berikut:
  1. Batang bawah yang sudah siap untuk disambung dipotong 10 – 20 cm dari permukaan tanah polibag.  Dalam pemotongan harus menggunakan gunting atau pisau yang tajam sehingga permukaan potongan tidak pecah. Apabila permukaan potongan pecah, maka sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penyambungan. Apabila menggunakan gunting, sebaiknya, permukaan potongan dirapikan lagi menggunakan pisau atau cutter.
  2. Permukaan batang yang telah dipotong kemudian dibelah vertikal kebawah sepanjang 1 – 2 cm sehingga menjadi dua bagian yang sama besar.
  3. Batang atas yang akan disambungkan berupa pucuk, ukurannya sama besar dengan batang bawah. Pangkal pucuk calon batang atas disayat sebelah kiri dan kanan sepanjang 1 – 2 cm sehingga membentuk baji. Pada proses penyayatan dan pembuatan baji ini, kebersihan juga harus dijaga, permukaan sayatan jangan sampai tersentuh tangan. Apabila dalam penyayatan/pembuatan baji, ujung sayatan pecah atau belah, maka ujung sayatan harus dirapikan dan panjang sayatan juga harus disesuaikan kembali dengan sayatan pada batang bawah.
  4. Pangkal pucuk yang telah disayat dimasukkan pada celah ujung pangkal batang bawah sampai semua bekas sayatan tertutup. Posisi sambungan harus kulit bertemu kulit. Dalam proses pemasukkan batang atas (entres) ke batang bawah, dilakukan secara hati-hati dan diusahakan jangan sampai adanya gesekan yang kuat antara sayatan batang atas dan batang bawah, karena dapat menyebabkan kerusakan, terutama pada ujung sayatan entres. Jika batang bawah lebih besar daripada entres, maka salah satu sisi kulit antara batang atas dan batang bawah harus bertemu.
  5. Setelah pucuk dimasukkan pada batang bawah, lakukan pengikatan dengan menggunakan tali. Arah pengikatan dari bawah ke atas. Dalam pengikatan tidak boleh terlalu kencang atau terlalu lemah.
  6. Kemudian lakukan penyungkupan dengan menggunakan plastik transparan/bening (sungkup individu). Untuk pembibitan dengan penyambungan skala besar, model sungkup dibuat secara komunal yaitu hasil penyambungan disungkup secara bersama-sama dalam sungkup yang besar (sungkup permanen). Setelah dilakukan penyungkupan, maka hasil sambungan disimpan ditempat yang teduh atau terlindung dari sinar matahari langsung. Untuk skala besar dapat dibuat naungan. Jika tidak ada hujan, maka dilakukan penyiraman satu hari sekali untuk menjaga kelembaban tanah polibag. 
  7. Sambungan jadi/hidup ditandai masih hijaunya entres atau umur 3 - 4 minggu, sungkup dapat dibuka. Jika entres kering/ daun kering dan rontok berarti penyambungan gagal.

  • Penyambungan/sambung adalah menggabungkan batang bawah (understam/stock)) dengan batang atas (entres/scion) sehingga terbentuk tanaman yang mempunyai sifat perpaduan antara sifat batang bawah dengan sifat batang atas.
  • Perubahan-perubahan yang terjadi pada tanaman batang atas disebabkan adanya sifat batang bawah yang tidak sesuai dengan sifat batang atasnya disebut inkompatibel.
  • Syarat pucuk yang akan dijadikan entres untuk penyambungan yaitu: tidak sedang berdaun muda (tumbuh aktif), tidak bercabang, sehat, dan telah dilakukan perompesan daun
  • Langkah-langkah sambung pucuk yaitu: pemotongan batang bawah, pembelahan batang bawah, penyayatan pangkal pucuk (entres) membentuk baji, memasukkan entres, mengikat, dan menyungkup.
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/panduan-sambung-pucuk-pada-pohon-durian.html