Showing posts with label ternak kacer. Show all posts
Showing posts with label ternak kacer. Show all posts

Sunday, October 30, 2016

panduan membuat kandang ternak kacer

panduan membuat kandang ternak kacer
langkah membuat kandang ternak,  Pertama : Lakukan cek di lapangan atau calon tempat kandang, pilihlah lokasi kandang yang aman, terbebas dari gangguan, baik itu  gangguan suara bising, panas, dan sebagainya.
Pilih yang ada udara, tetapi jangan terlalu ada hawa panas, sebaiknya kandang menghadap kearah matahari  ke barat atau ketimur, hal ini dikandung maksud agar burung di pagi hari atau sore bisa terkena sinar matahari sehingga lokasi tampak segar. Manfaat ini berguna apabila kotoran  atau hewan bila terkena sinar matahari bisa melemah/hilang.
Untuk membuat sebuah kandang yang permanent atau semi permanent,  hendaknya kayu yang di pakai sebagai kerangka, baik itu dari besi, aluminium dan lain – lain, yang masih kuat, tetapi perlu memperhatikan bahan yang memadai (tidak mudah rusak).
Penggunaan bahan dasar kandang, akan mempengaruhi biaya yang anda keluarkan, oleh sebab itu hindari bahan yang mubazir atau tidak berguna sehingga investasi lebih tepat.
Untuk pemakain kawat setrimin hendaknya juga memilih yang berkwalitas, biar tidak mudah rusak, selain agar tidak bisa  dimasuki binatang pemangsa burung, semisal tikus, ular,kucing dan lain lain, lakukan sejeli mungkin.


Alat - alat pendukung untuk ternak
Peternak perlunya juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung untuk ternak  yaitu :
tempat minum,tempat makan plangkringan,temapa untuk centelan buah,Juga untuk tempat kroto,Semprotan ,alat untuk mengaruk kotoran dan lain lain perlu disiapkan dengan baik.
Ukuran yang ideal untuk pembuatan kandang adalah sebagai berikut :
Calon peternak seharusnya merancang dan menyesuaikan dengan keadaan lokasi dan tempat,yang dimiliki agar menghasilkan kandang yang baik dan sesuai dengan dana yang dimiliki,maka sebagai patokan idealnya adalah sebagai berikut :
Ukuran sarang, untuk bertelur hendaknya juga disesuaikan agar tampil pas dan cocok  untuk bertelur sang betina, maka untuk ukuran kandang  bisa sebagai berikut : Panjang 40 cm lebar 20 cm, Sedang tingginya juga sekitar 20 cm. Untuk bagian bawah perlunya ditambah lebih dari 10 cm, untuk bagian atas bisa di buat pintu/lubang untuk melihat telur apabila sudah berproduksi. 
Kandang yang ideal,  peternak harus menyesuaikan tempat dan lokasi  yang  tepat agar tidak boros bahan-bahannya.
Maka perhitungan adalah sebagai berikut :  Ukuran kandang  200 cm, di pertemukan dengan ukuran 90 cm, dan  untuk tinggi bisa sekitar  180 cm, sedang kan untuk pintu, idealnya berukuran 40 cm x 60 cm.
panduan membuat kandang ternak kacer
Kotak untuk merawat piyik, Sangat diperlukan dan buatlah sekitar ukuran yang tepat juga  yaitu : panjang 40 cm, lebar 45 cm tinggi bisa 45 cm, untuk ukuran tinggi tiangnya sekitar 60 cm dan kaca 5 cm x 20 cm.
untuk kotak piyik ini didalamnya perlu ditambah lampu pijar 5 watt.
Kegunaan lampu ini sebagai  penghangat, juga untuk  menjaga stabilnya suhu agar piyik tidak kedinginan.
Kotak piyikan, Kotak ini berfungsi bagi piyik yang masih kecil sebagai tempat berlindung dan tidur. Hendaknya di dalam kotak piyik di berikan lampu agar piyik tetap hangat,   namun lampu yang sesuai dengan ruangan kotak piyik. Sementara itu untuk menjaga ruangan agar suhu tetap stabil perlunya  di tambah atau di pasang pemantau suhu yaitu thermometer.
Untuk kandang piyik perhatikan atau buatkan genangan air agar semut tidak menyerang piyik yang berakibat matinya hasil tangkaran anda.
(buatlah seaman mungkin) *





budidaya kacer gacor menguntungkan

Di Indonesia ternak burung masih belum merajalela, hal ini dikarenakan bisnis ternak burung lebih cenderung didasari dengan hobi. Mereka yang tidak memiliki hobi memelihara burung jarang mau menjalankan bisnis budidaya ternak burung. Untuk itu ini justru menguntungkan bagi para penggemar burung. Artinya persaingan masih rendah sehingga mampu menjadi peluang bisnis yang potensial dengan meraup keuntungan.
budidaya kacer gacor menguntungkan
Ada berbagai jenis burung yang bisa Anda budidayakan sebagai peluang usaha rumahan yang menjanjikan. setiap jenis burung memiliki perawatan yang berbeda-beda juga, dari mulai kandang dan makanan sehari-hari.


Berikut peluang usaha rumahan peternakan burung


1. Usaha ternak kenari
Ini merupakan ide bisnis yang potensial di Indonesia. Hal ini terbukti dari banyaknya pencarian di internet mengenai jenis burung kenari dan bagaimana merawatnya. Untuk itu dengan peluang yang ada, Anda dapat mencobanya di rumah. Dalam menjalankan bisnis ini gampang-gampang sulit. Namun bagi Anda yang gemar memelihara burung maka untuk usaha ternak kenari akan lebih mudah.
Ada beberapa proses dalam menjalankan peluang usaha rumahan ini, antara lain indukan, penjodohan, hingga panen. Keuntungan yang Anda dapat lebih tinggi jika burung kenari tersebut Anda latih dan menjuarai kompetisi, harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Adapun ciri-ciri burung kenari yang patut diunggulkan adalah sebagai berikut :
  • Burung kenari merupakan jenis burung yang cukup mudah beradaptasi karena kenari mampu menyesuaikan diri para kondisi lingkungan yang berbeda.
  • Burung kenari merupakan jenis burung petarung atau penyanyi. Kenari akan mudah mengikuti burung kenari lain yang sedang berkicau. Sehingga burung kenari disebut juga burung yang mudah gacor.
2. Usaha ternak cucak rowo
Peluang usaha ini sangat menjanjikan jika benar-benar ditekuni. Bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan keuntungan hingga puluan juta rupiah perbulan. Jenis cucak rowo yang mudah dibudidaya adalah cucak rowo ijo atau cucak ijo. Burung jenis ini sangat digemari oleh para penggemar burung. Harganya bisa mencapai 5 juta per ekor. Selain itu, di beberapa daerah di Indonesia juga sering diadakan kompetisi burung, yang salah satunya adalah jens cucak ijo. Jadi selain beternak, Anda juga dapat mengikuti kompetisi tersebut dan berpeluang menang sehingga harga burung juga ikut naik.
Hal yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak cucak rowo adalah pemilihan indukan. Agar mendapatkan bibit cucak rowo yang bermutu tinggi maka dibutuhkan indukan jantan dan betina yang bermutu tinggi pula. Cucak rowo yang memiliki reputasi bagus seperti sering memenangkan lomba atau memiliki kicauan yang sempurna merupakan burung yang cocok dijadikan indukan. Indukan yang baik memiliki bentuk tubuh sempurna dan bebas dari penyakit, panjangnya sekitar 28 cm.


3. Usaha ternak murai batu
Tidak kalah dengan dua jenis burung di atas, murai batu juga memiliki banyak penggemar di Indonesia. Ada beberapa jenis murai, namun yang paling populer adalah jenis murai batu. Harga anakan murai batu di atas  2 juta, sedangkan yang sudah pandai berkicau atau sering menjuarai lomba harga bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Peluang usaha rumahan ternak murai batu ini masih jarang dijalankan sedangkan peminatnya cukup tinggi di Indonesia. Namun dalam memelihara atau menjalankan ternak jenis burung ini perlu berhati-hati karena murai batu perlu perhatian khusus dari faktor perawatan dan kandang.
Perawatan kadang penting untuk mencegah burung dari penyakit. Untuk pangkringan burung usahakan selalu kering karena pangkringan yang basah akan membuat kaki burung seperti terkelupas. Selain itu, bersihkan juga tempat makan dan minum burung. Jenis pakan burung uang dikonsumsi tidak jauh berbeda dengan burung kicau lainnya yakni serangga, voer, kroto, dan cacing. Berilah pakan yang berprotein tinggi karena murai batu merupakan burung yang membutuhkan banyak protein untuk perkembangan.
Dalam usaha ternak burung murai batu, salah satu cara untuk mendongkrak harga jual burung adalah dengan mengikuti beberapa kompetisi. Jika burung yang Anda miliki sering menjuarai lomba maka nilai jualnya akan naik lebih tinggi.


4. Usaha ternak burung love birds
Jenis burung love birds tidak semahal jenis burung yang disebutkan sebelumnya. Namun, love birds menjadi peluang usaha rumahan yang menguntungkan. Burung ini disukai karena memiliki karakter khas yakni setia pada pasangannya. Di beberapa daerah di Indonesia juga sering mengadakan kompetisi love birds, jadi peminat jenis burung ini terus meningkat.
Dalam usaha ternak love birds yang perlu dipersiapkan pertama adalah kandang beternak love birds. Dalam hal ini Anda harus melakukannya secara koloni, misalnya 3 jantan dengan 6 betina atau lebih dengan perbandingan yang sama. Untuk ukuran kandang bervariasi, namun disarankan untuk kadang minimal berukuran tinggi 2 meter panjang 2 meter, dan lebar 1,5 meter. Tempat makan dan minum usahakan berada didekat sarang,.

bisnis sukses ternak kacer betina

Burung kacer sekarang marak untuk peliharaan di rumah ataupun untuk peliharaan di rumah dan mungkin bisa juga untuk bisnis burung. Burung Kacer atau Magpie Robin yang populer di Indonesia saat ini ada dua jenis, yakni kacer hitam yang sering disebut kacer jawa (Copsychus sechellarum) dan kacer poci (Copsychus saulari) satau kacer sekoci yang sering disebut kacer sumatra. Burung ini memang masih berkerabat yakni sama-sama dalam genus Copsychus.
Perbedaan keduanya yang menyolok hanyalah pada warna bulu hitam-putih. Copsychus sechellarum atau kacer jawa berbulu hitam semua di bagian dada sampai dekat kloaka, sementara Copsychus saularis ataui kacer poci warna hitam hanya sampai dada dan ke bawah hingga kloaka berwarna putih. Sementara itu burung yang sangat mirip dengan kacer poci atau kacer sumatra adalah kacer madagaskar (Copsychus albospecularis).


CARA TERNAK BURUNG KACER DAN CARA MERAWATNYA
bisnis sukses ternak kacer betina
Kacer hitam atau sering disebut kacer jawaMemiliki suara yang keras, nyaring dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil membuka ekor serta mengeluarkan suara kicauan yang merdu. Burung ini sangat menyukai udara panas.
Kacer hitam (Copsychus sechellarum) atau Seychelles Magpie Robin penyebarannya mulai dari Seychelles (Afrika), Jawa dan Kalimantan (Indonesia). Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali pada sayap terdapat warna putih. Kemampuan berkicau sangat baik dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil memainkan ekor. Volume suara sedang. Jenis ini juga sangat suka dengan udara panas.
Kacer madagaskar
Sementara itu kacer madagaskar atau Madagascar Magpie Robin (Copsychus albospecularis) terdiri dari dari 3 subspecies, yakni pica, albospecularis dan inexpectatus. Seluruh subspecies Copsychus albospecularis ini tersebar di wilayah Madagascar Afrika.
Bagian leher sebelah atas, punggung dan ekor berwarna hitam kebiru-biruan. Kemampuan berkicaunya tidak kalah dari kedua sepupunya C. saularis dan C. sechellarum.
Selain dari ketiga species di atas, ada satu jenis kacer lagi yang beredar di kalangan pedagang dan pemilik burung kacer, yaitu Kacer Blorok. Jenis ini menurut anggapan kebanyakan orang maupun peneliti adalah merupakan hasil perkawinan silang yang terjadi di alam, antara Kacer Hitam Putih (C. saularis) dengan Kacer Hitam (C. sechellarum).


Cara Ternak Burung Kacer
 
1. Kandang ternakYang butuh di perhatikan didalam pembuatan kandang ternak merupakan ukuran panjang 90 cm lebar 90 cm serta tinggi 180 cm, kenapa ukurannya 90x90x180 ? dikarenakan ukuran tersebut sesuaikan dengan lebar strimin, tiap-tiap pembelian strimin memiliki lebar standar 90 cm.
Untuk rangka kandang merupakan dari kayu balo, pemakaian kayu ini mengingat karakter kayu yang keras, insyaallah tahan pada serangan rayap serta cuaca serta harga nya relatif lebih murah daripada kayu jati.


Kriteria yang ideal untuk sesuatu cara ternak burung kacer adalah :
a. tumbuh-tumbuhan
b. kolam/ dapat diakali dengan cawan dari tanah liat / atau kaleng roti yang diisi air
c. area makan serta minum
d. pangkringan
e. glodok sarang
f. tulang sotong


2. indukan burung
Mutu indukan kacer memiliki dampak pada mutu anakannya, oleh karena itu, indukan kacer sebaiknya dipilih yang memiliki mutu bagus yang cirinya lebih kurang seperti berikut :
 - tidak cacat dengan fisik
 - wujud badan yang besar serta panjang
 - gerakkan gesit, enerjik, serta sorot mata tajam
 - sudah memasuki periode birahi ( kurang lebih diatas 10 bln. )
 - rajin berkicau


catatan :
a. indukan jantan dapat datang dari tangkapan muda rimba yang telah berusia kian lebih 10 bulan
b. indukan betina diusahakan melacak indukan betina yang telah jinak, umumnya indukan betina yang telah jinak datang dari burung hasil penangkaran juga yang berusia lebih kurang 1 th. ke atas.


3. Penjodohan
Masukkan calon indukan jantan ke didalam kandang penangkaran, lantas masukkan calon indukan betina kedalam sangkar harian lantas tempel terus sangkar harian tersebut ke kandang penangkaran atau masukkan sangkar harian tersebut ke didalam kandang penangkaran, lantas diamati sampai ke-2 calon indukan terlihat akur, didalam perihal ini si jantan dapat berkicau terus-terusan serta ditanggapi oleh si betina yang hinggap di dasaran sangkar sembari ngleper-ngleper. jika telah ada sinyal tanda layaknya perihal tersebut baru si betina terlepas ke kandang penangkaran.


4. Periode bertelur
Sesudah indukan digabung tidak sebagian lama si betina dapat bertelur, umumnya burung kacer bertelur 2-3 butir, janganlah lupa senantiasa sediakan tulang sotong sepanjang sistem penjodohan dikarenakan tulang sotong amat menolong didalam sistem pembuatan cangkang telur agar kuat.


5. Pengeraman
Periode pengeraman pada burung kacer umumnya berkisar sepanjang 14 hari sejak telur pertama keluar.


6. Periode penetasan
Sesudah burung kacer mengerami telurnya sepanjang 14 hari, jadi telur dapat menetas. perhatian : untuk tahu apakah telur burung kacer telah menetas atau belum baiknya dengan lihat keadaan lingkungan kandang lebih kurang adakah sisa cangkang telur yang dibuang atau tidak, baiknya untuk untuk jaga-jaga sesudah usia pengeraman 10 hari tiap-tiap pagi mengeceknya, andai kata telah ada sisa cangkang yang dibikin segera berikan makanan tambahan berbentuk kroto fresh serta jangkrik.


7. Meloloh
Pada saat meloloh, cukup berikan makanan hidup ( jangkrik, belalang, ulat, kroto ) tiap-tiap pagi, siang saat 10 serta saat 2 serta sore hari. sampai dengan si anak keluar dari glodok serta akan makan sendiri.
Umumnya anakan usia 3 minggu telah dapat keluar glodok, usia 4 minggu anakan telah studi makan dengan langkah turut mematuk-matuk jangkrik yang didapatkan dari induknya, namun untuk dapat makan sendiri usia 5 minggu. anakan kacer usia 3 minggu telah mulai keluar sarang


8. Mensapih anak
Mensapih anak saat, si anak telah akan makan sendiri atau saat si indukan telah mulai mematuki anak saat anak mendekat, itu tandanya si indukan telah akan bertelur lagi.
Sesudah perihal tersebut, segera si anak disapih didalam kurungan tersendiri. untuk membiasakan si anak makan voor, tiap-tiap pagi serta sore diberi kroto yang digabung dengan voor halus. untuk burung hasil penangkaran amat gampang sekali membiasakan dengan voor.
bisnis sukses ternak kacer betina

analisis ternak burung kacer

analsis ternak burung kacer
Hobi memelihara burung di Indonesia merupakan suatu fenomena yang menakjubkan. Survey yang dilakukan oleh “Burung Indonesia” menunjukan bahwa, burung adalah hewan peliharaan paling popular di Indonesia. Satu dari lima rumah tangga dapat dipastikan memelihara burung di dalam sangkar.
analisis ternak burung kacer
Melihat kondisi ini, hobi memelihara burung perlu lebih dipahami secara mendalam. Dengan asumsi awal bahwa hobi memelihara burung di Indonesia sudah berakar kuat dan didasarkan pada apresiasi yang mendalam terhadap keindahan burung, maka larangan memelihara burung bukanlah cara yang efektif. Alternatif solusi yang dapat menjembatani hobi dengan pelestarian burung di alam perlu dicari. Salah satunya dengan mencoba memengaruhi pemelihara burung untuk hanya membeli burung hasil penangkaran.
Kegemaran memelihara burung memang fenomena menarik di kalangan masyarakat perkotaan. Serangkaian survey “Burung Indonesia” menunjukan fakta yang lebih mencengangkan: dalam 10 tahun terakhir satu dari tiga rumah tangga di enam kota besar di Jawa-Bali memelihara burung.
analisis ternak burung kacer
Dari enam kota besar di Jawa-Bali  yang disurvei, diperoleh data jumlah burung kicauan yang berada dalam sangkar mendekati angka 2 juta ekor. Hasil survey juga menunjukan, jumlah burung kicauan yang dipelihara meningkat dari sekitar 740 ribu ekor pada tahun 1999, menjadi sekitar 880 ribu ekor pada tahun 2006. Perkiraan jumlah rumah tangga yang memelihara burung di enam kota besar adalah 1,5 jutaan. Jakarta dan Surabaya menempati urutan tertinggi. Namun untuk kategori burung kicauan, diperkirakan jumlah yang dipelihara nyaris 2 juta ekor. Bandung dan Semarang menempati urutan tertinggi.
analisis ternak burung kacer
Nilai ekonomi pemeliharaan burung ternyata juga cukup tinggi. Biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh pemelihara burung dalam setahun dapat mencapai cekitar 1,5 juta rupiah. Pengeluaran terbesar tentunya adalah pembelian burung, pakan hidup, dan biaya mengikuti lomba.
Perkiraan nilai ekonomis burung kicauan di enam kota besar cukup mencengangkan, yaitu sekitar Rp. 700 miliar. Nilai ekonomi ini tidak hanya besar, tapi juga luas dalam hal cakupan pelibatan ekonomi masyarakat, mulai pedagang pakan hidup, buah, pengrajin sangkar, hingga pekerja penangkaran.
analisis ternak burung kacer
Secara keseluruhan studi ini menunjukan bahwa hobi memelihara burung di Indonesia sangat besar dari sisi jumlah pemelihara maupun dari sisi ekonomis. Inilah dilema dunia pelestarian alam liar kita, karena sebagian besar burung peliharaan berasal dari alam bebas. Perlu solusi jitu untuk menjaga burung liar di alam sekaligus menjaga kelangsungan ekonomi masyarakat.
analisis ternak burung kacer
Solusi yang dapat diimplementasikan adalah menggalakan penangkaran burung yang disertai perubahan perilaku pemelihara agar pro-penangkaran, serta penangkapan burung berkelanjutan (sustainable harvesting). Skema ini diharapkan dapat menjamin kelestarian burung di alam liar.
  
Mengenal Kacer Lebih Dekat
Kacer burung yang popular dengan sebutan kucica tau haur, merupakan jenis unggas yang berkembangbiak di Nusantara, namun sekarang populasi di habitatnya semakin berkurang. Penampilanya penuh pesona. Burung tipe fighter  (tempur) inu merupakan salah satu primadona dalam lomba. Bermodal pita suara yang bagus ia pintar menirukan suara burung lain, dan dengan kecerdasan seperti itulah para kicaumania menilainya sebagai koleksi yang membanggakan.
analisis ternak burung kacer
Oleh sebab itu orang rela menyusuri lorong-lorong pasar hanya untuk menemukan burung favorit tersebut. Walaupun orientasi pembeli semakin beragam, baik yang menyiapkan sebagai burung kontes, untuk diperjual-belikan atau sekedar hiburan di rumah, namun kecintaan public pada kacer tak pernah lekang.  Kabar yang menggembirakan kini semakin banyak penggemar kacer yang mengembangkan langkahnya menjadi penangkar, sebuah keputusan yang patut diapresiasi agar kacer tetap lestari.
Di pasaran, harga burung lokal ini cukup mahal, berkisar antara Rp. 200.000-400.000 per ekor dan untuk burung muda  (trotolan) dihargai Rp. 300.000 sedangkan untuk jenis trotalan yang sudah mulai ngoceh seharga Rp. 300.000. Beda lagi dengan burung yang sudah rajin berkicau atau juara lomba bisa tembus jutaan rupiah.
Keberadaan burung kacer atau Magpie Robin yang popular di Indonesia sekarang ini ada dua jenis, yakni kacer hitam yang sering disebut kacer jawa dan kacer dada putih atau poci atau koci atau yang sering disebut kacer Sumatra. Burung ini memang masih berkerabat  yakni sama-sama dalam genus Copsychus. Secara ilmiah kacer jawa disebut Copsychus sechellarum sedangkan kacer poci dinamai Copsychus saularis.
Perbedaan keduanya yang memcolok hanyalah pada warna bulu hitam dan putih. Pada kacer jawa berbulu hitam semua di bagian dada sampai dekat kloaka. Sedangkan kacer poci warna hitamnya hanya sampai dada dan ke bawah hingga kloaka berwarna putih. Sementara itu burung yang burung yang sangat mirip dengan kacer poci atau kacer Sumatera adalah kacer Madagaskar (Copsychus albospecularis).
Kacer merupakan burung penyanyi dengan wilayah tebaran yang begitu luas. Di antara tiga species tersebut kacer poci atau kacer sumatera (Oriental Magpie Robin) memiliki 9 subspecies, yaitu:
  1. Saularis               : berkembang di Thailand, India, Nepal, Malaysia dan Indonesia
  2. Andamanensis    : berkembang di kepulauan Andaman
  3. Musicus              : Peninsular, Malaysia, Thailand
  4. Prosthopellus      : Hainan-China
  5. Erimelas             : India ke Indochina
  6. Pluto                   : Sabah - Malaysia, Kalimantan – Indonesia
  7. Ceylonensis        : India, Srilanka
  8. Adamsi               : Sabah- Malaysia, Kalimantan- Indonesia
  9. Mindanensis       : Mindanao – Philipina
Di Jawa burung penyanyi dengan postur tubuh sepanjang 20-an cm ini tersebar di beberapa kawasan, untuk kacer yang berbulu putih umumnya menempati kawasan Jawa Barat sedangkan kacer hitam di Jawa Timur sementara di Jawa Tengah ditemukan kedua ras tersebut. Burung ini lebih menyukai are terbuka dan memiliki kebiasaan hidup di daerah taman, pedesaan, hutan skunder, hutan terbuka maupun hutan bakau.
Sebagai burung penyanyi, kacer memiliki banyak penggemar. Selain warna bulu yang hitam mengkilat merupakan daya pikat lainnya adalah kepandaian menirukan irama nyanyian burung jenis lain. Keunggulan lainnya, ia merupakan burung trengginas yang gairahnya cepat berkobar saat diketengahkan ke tengahkan ke arena kontes.
Makanan utama burung ini adalah serangga namun kadang memakan cacing atau buah-buahan, bahkan ada diantaranya yang mengkonsumsi madu. Ketika menjadi burung koleksi menu yang disajikan bagi kacer lebih bervariatif. Kadang diberi jangkrik, ulat hongkong, kroto maupun belalang. Serta menu olahan pabrik berupa voer.
Musi kawin kacer berlangsung antara bulan Januari hingga Juni. Sebagaimana kaum lelaki, kacer jantan menyanyikan lagu-lagu merdu untuk menarik lawan jenisnya. Setelah berhasil menaklukan betinanya kemudian terjadilah ritual kawin. Beberapa saat kemudian mereka membuat sarang berbentuk cawan dari rumput, daun maupun dahan kering jura ranting dan akar-akaran. Mereka bisa membuatsarang dimana saja seperti semak belukar, ranting pepohonan, ringga pohon tua bahkan di atap-atap rumah penduduk. Si betina akan mengerami telurnya yang berjumlah 3 sampai 5 butir.
Namun populasi kacer sekarang sudah semakin mengkhawatirkan dikarenakan perburuan terhadap burung pemakan serangga ini dikarenakan permintaan yang tinggi. Untuk melindungi dari kepunahan, pemerintah Malaysia dan Singapura membatasi jumlah perburuan serta mewajibkan para pemburu burung memiliki izin khusus. Lalu bagaimana dengan di Indonesia dengan tebaran kacer yang cukup luas? Hingga berita ini dilansir belum tampak tanda-tanda kea arah sana.
Kekhawatiran ini kiranya akan terus berlangsung bila melihat realita di lapangan. Simak saja penuturan para pedagang burung di beberapa kota seperti pasar burung Bratang, Kupang, Karimata Semarang dan Pasar Turi Surabaya maupun Splendit Malang. Dari hari ke hari penggemar kacer semakin banyak tapi kebutuhan pasar tidak mendapat pasokan yang tetap dari pedesaan. Pasokan dari pedesaan yang dimaksud adalah burung-burung hasil perburuan liar.
Seharusnya tidak demikian bila dilangsungkan program pendampingan terhadap masyarakat tepi hutan agar melakukan penangkaran sehingga potensi mereka berdaya. Hanya saja untuk membangun masyarakat tidak semudah dan secepat membalikan telapak tangan. Terlebuh lagi, bangsa ini sudah terlalu lama terlena dengan kemakmuran alamnya sehingga lupa membangun manusiannya.
kacer hitam
kacer putih
PERBEDAAN CIRI-CIRI KACER HITAM DAN KACER DADA PUTIH
KACER HITAM
KACER PUTIH
·         Volume suara keras
·         Suara tebal
·         Penampilan atraktif, ketika berkicau ekornya mengembang digerak-gerakan, leher meliuk-liuk mengekspresikan alur nyanyiannya
·         Persebaran: Jawa Timur, Bali, NTB dan Kalimantan
·         Warna dominan hitam kecuali bagian sayap terdapat warna putih
·         Kicauan bervariasi dan atraktif
·         Persebaran: Cina, India, Nepal,, Thailand, Indocina, Filipina, Malaysia, Indonesia
·         Warna hitam pada kepala, leher sebatas dada, punggung dan bagian luar ekor


Penangkaran Kacer


Pemilihan Indukan
Menurut Sayidin, penangkar di kawasan Mantub Lamongan, bila burung yang ditangkar akan dijadikan burungg lomba maka yang perlu diperhatikan adalah pemilihan postur yang tegap seperti ontong pisang. “Burung dengan cirri seperti itu biasanya memiliki mental dan stamina yang bagus. Suaranya juga indah”.
Maslah vocal juga berkait dengan bentuk paruh, lubang hidung dan panjang pendeknya tulang paha. Pada bentuk paruh yang agak tebal meruncing cenderung kualitas suaranya bagus. Lubang hidung tidak terlalu lebar sehingga lengkingan suaranya terdengar bening.
Tulang paha yang panjang berfungsi sebagai cengkeraman yang kuat saat berkicau sehingga mampu menjaga keseimbangan tubuh dalam tempo lama. Sedang indukan betina yang bagus perlu memperhatikan bentuk paruhnya ramping dan panjang. Ini berfungsi untuk kesempurnaan saat melolohi piyik. Juga pilihlah yang berbulu tebal serta bulu sayap yang panjang. Ketebalan ini berguna saat pengeraman. Semakin hangat telur tersebut dalam eraman maka akan semakin cepat menetas.


Penjodohan
Proses penjodohan bisa dilakukan langsung di kandang besar, atau dengan pengenalan terlebih dahulu selama sekitar 7-10 hari, namun hal ini bukan menjadi patokan yang baku. Pada kasus yang lain proses pengenalan bisa sampai dua bulan. Proses pengenalan bisa dengan cara menggantang sangkar indukan saling berdekatan. Setelah kira-kira saling tertarik bisa sama-sama dilepas di kandang besar, namun biasanya sang betina dimasukkan ke kandang besar (penangkaran) terlebih dahulu dan sang jantan ditaruh di kandang besar tapi masih dalam sangkar hariannya, baru kemudian selang beberapa hari sang jantan bisa sama-sama dilepas dalam kandang besar. Beberapa penangkar sering merasa kesulitan dalam proses penjodohan ini, seringkali salah satu induknya mati, pada umumnya terjadi pada induk betina karena diserang oleh pasangannya, namun hal ini bisa dihindari jika kita sering melakukan pengontrolan terhadap pasangan indukan Kacer kita. Hal ini terjadi karena salah satunya lebih tinggi birahinya, atau sifat fighternya. Beberapa solusi yang biasa dipakai adalah dengan menurunkan porsi EF bagi Kacer yang terlalu birahi atau menambah porsi EF bagi Kacer yang kurang birahi, intinya adalah berusaha menyamakan kadar birahi Kacer sehingga akan seimbang. Jika hal tersebut tidak memecahkan masalah dan salah satu induk masih lebih ganas dibanding yang lain, sebaiknya segera dicarikan pasangan yang seimbang.


Kandang Penangkaran
Cukup banyak penangkar yang sukses dengan pola membangun kandang di temat keramaian. Ini sebuah kenyataan menyiasati minimnya lahan yang idel untuk membangun sebuah kandang penangkaran karena adatnya pemukiman penduduk khususnya di perkotaan.
analisis ternak burung kacer
Ukuran kandang tidak menjadi patokan untuk membangun kandang, asal tidak sempit dan tidak terlalu besar. Bisa berukuran 90-180 cm (panjang), 90-180 cm (lebar) dan 180 cm (tinggi). Ukuran merupakan kelipatan dari 90 dimaksudkan untuk memudahkan dalam pemasangan/pemotongan kawat ram yang mempunyai ukuran lebar 90 cm.

analsis ternak burung kacer
Dinding kandang pembatas bisa menggunakan batu bata, untuk lebih menghemat biaya juga bisa dengan triplek atau plastik talang. Kekurangan dengan bahan triplek adalah mudah rapuh karena terkena cipratan air ketika burung kacer mandi. Sedangkan atap dari bahan genting atau asbes bisa juga ditambahkan seng plastic transparan dipasang berselang-seling dengan tujuan agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kandang.
analsis ternak burung kacer
Adapun yang perlu dipersiapkan dalam kandang yaitu tangkringan di sebelah atas dan bawah. Kotak sarang dengan ukuran 40x30x40 cm. Bisa juga dengan tempat sarang dari anyaman rotan yang biasa dijual di kios-kios pakan burung. Baik kotak maupun sarang rotan sebaiknya dipasang dipojok atas dan dikondisikan agar tertutup/tidak terlihat dari luar karena dapat menggangu proses pengeraman.
Untuk wadah pakan bisa ditaruh di atas wadah yang berisi air/oli bekas. Dalam kandang juga bisa ditambahkan tanaman yang pertumbuhannya lambat seperti beringin untuk memberikan suasana seperti dihabitatnya.
analisis ternak burung kacer
Didalam kandang juga sebaiknya diletakkan/dibuatkan tempat mandi. Bahan sarang bisa dari bahan yang kering seperti rumput kering, sabut kelapa, ijuk aren, atau daun cemara.  Sebagian bahan sarang disebar di dasar kandang, sebagian lagi di taruh di tempat sarang, jika semua bahan ditaruh di tempat sarang, biasanya Kacer enggan untuk bertelur di sarang. Sekedar tips, untuk memudahkan dalam proses pembuatan sarang, bisa dibuatkan dua tempat sarang, dengan lokasi yang berbeda, jika nanti Kacer sudah menentukan pilihannya, sarang yang tidak dipergunakan bisa dilepas.
analisis ternak burung kacer
Setelah kawin dan membuat sarang, Kacer akan bertelur sebanyak kira-kira 3 butir dan proses pengeraman membutuhkan waktu 14 hari (dua minggu). Pengeraman ini dilakukan oleh sang betina.


Pakan
Pakan utama sebaiknya berikan voer yang mempunyai kandungan protein yang tinggi yakni sekitar 18% - 20%, bisa juga diberikan pellet ikan sebagai alternatif. Sedangkan EF cukup diberikan 2-3 ekor jangkrik pada pagi dan sore hari, pada betina bisa diberikan lebih banyak untuk membantunya agar cepat bertelur. Multivitamin dan probiotik khusus untuk penangkaran juga perlu diberikan, pemberiannya bisa dilakukan dua kali dalam seminggu.
analisis ternak burung kacer
Perawatan Piyek
Perawatan anak Kacer yang masih piyik bisa kita serahkan kepada induknya, tapi bisa juga kita rawat sendiri. Jika kita rawat maka sang induk berkesempatan untuk bereproduksi lagi. Yang perlu diperhatikan adalah saat mengambil piyik, harus hati-hati jangan sampai justru berakibat pada kematian.


Masalah yang sering muncul: Penyebab Gagal Penetasan
Penangkar dituntut lebih berhati-hati dan cermat mengamati kondisi pasangan indukan dan lingkungan sekitar kandang. Berikut beberapa factor yang bisa menyebabkan gagal penetasan:
  • Induk Jantan Minta Kawin
Indukan betina yang sedang mengerami telur dirayu pejantan diajak kawin. Induk betina harus melayani dan menelantarkan telur yang dierami.
Solusi:
  1. Porsi menu pakan yang bisa meningkatkan birahi jantan berupa jangkrik dikurangi.
  2. Induk jantan dimasukan dalam kandang pingit yang ada di dalam kandang utama penangkaran. Dilepas kembali setelah piyik dipisah dari induk betina.
  • Induk Jantan Letoy
Induk betina sudah birahi namun kondisi fisik induk jantan kurang birahi namun tetap melayani induk betina akibatnya telur infertile.
Solusi: Penangkar harus menjaga stamina kedua indukan tetap fit dengan cara member konsumsi pakan bergizi saat masa kawin. Betina yang sudah birahi bisa bertelur meski tanpa dibuahi namun telur tersebut tidak bisa menetas.
  • Cuaca
Pengaruh kondisi cuaca panas atau pergantian musim. Indukan merasa tidak nyaman, dengan cara menampakan perilaku sering berada di bawah untuk mandi dan minum.
Solusi: Di dalam kandang disediakan pipa yang sudah dilubangi di beberapa titik. Saat kondisi cuaca panas pipa yang sudah disambungkan dengan selang dari kran bisa diisi air. Sehingga air akan mengalir melalui pipa maka suhu kandang menjadi sejuk. Cara ini bisa dilakukan 2-4 kali dalam sehari, tergantung kondisi cuaca
  • Lingkungan Bising
Indukan betina menjadi nyaman lantaran lingkungan sekitar kandang bising lalu lalang orang maupun adanya binatang lain.
Solusi: Kondisikan agar suasana sekitar kandang tidak terlalu bising.
  • Pakan Bergizi
Berikan menu pakan bergizi selama masa kawin seperti jangkrik dan voer berprotein tinggi.

Rangkuman dari berbagai sumber, mohon koreksi dari para master kacer…
Mohon maaf dan koreksi apabila ada sumber refrensi/ gambar yang belum saya sebutkan…



strategi belajar ternak burung kacer

Beternak atau menangkar burung kacer memang membutuhkan kesabaran tinggi, khususnya bagi pemula. Tidak sedikit pemula yang gagal, dan memilih berhenti di tengah jalan. Bahkan ada juga yang gagal sebelum berjalan, hanya karena induk jantan dan induk betina yang tidak mau berjodoh, atau sebab-sebab lainnya. Ikuti panduan berikut ini, terutama dalam mengatasi dan mencegah berbagai permasalahan yang bakal terjadi dalam penangkaran burung kacer.
Seperti diketahui, penangkaran kacer memiliki prospek cerah mengingat permintaan konsumen yang terus meningkat. Bahkan Tabloid Agrobur dalam beberapa edisi lalu memperkirakan, tren penjualan kacer bakal mengungguli murai batu, karena harga jualnya relatif lebih terjangkau.
Sebelum atau sesudah membaca artikel ini, calon penangkar atau penangkar pemula juga dapat membaca artikel sejenis sebagai pelengkap referensi Anda, yaitu:


Tips memilih indukan
Memilih indukan kacer memang perlu pengamatan yang cermat, sebab kacer termasuk jenis burung yang sulit dijodohkan, terlebih jika burung diperoleh secara terpisah. Jadi kalau ingin menangkarkan kacer, lebih bagus dan efisien kalau Anda mendapatkan burung yang sudah berjodoh atau berpasangan.
Sebab, menurut pengalaman saya, proses penjodohan burung menjadi tantangan tersendiri. Terkadang diperlukan beberapa kali usaha dan uji coba sampai akhirnya burung jantan dan burung betina mau berpasangan.
Memilih indukan juga perlu memperhatikan usia dan perilaku / karakter burung. Untuk induk betina, sebaiknya sudah berusia 1 tahun, sementara burung jantan sekitar 2 tahun. Usahakan burung betina sudah jinak, tetapi memiliki sifat dan karakter yang berani (mentalnya bagus).
Induk betina yang jinak cenderung tidak mudah terganggu selama mengerami telur. Berbeda jika masih giras, burung yang sedang mengeram mudah stres jika mendengar suara bising atau bahkan ketika tahu ada manusia yang mendekati kandang. Kalau sudah stres, biasanya induk betina tidak mau kembali ke sarang, atau bahkan memecah telur atau membuang telur.
Agar tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana memilih burung betina yang jinak, Anda jangan membelinya di pasar / kios burung. Silakan cari informasi mengenai penangkar kacer di daerah Anda. Burung hasil penangkaran cenderung jinak, atau minimal jinak-jinak lalat.
Jinak-jinak lalat adalah burung yang tidak kaget ketika kita mendekati kandang, meski ia akan terbang jika tangan kita mendekati tubuhnya. Sedangkan burung jinak bahkan mau bertengger di punggung tangan manusia, terutama perawat atau pemiliknya.
Induk jantan hasil penangkaran juga lebih dianjurkan untuk pemula daripada membeli burung jantan hasil tangkapan alam. Yang penting kondisinya sehat dan tidak memiliki cacat fisik. Sorot mata burung bisa menjadi tengara awal apakah burung sehat atau tidak. Burung sehat memiliki sorot mata tajam, tidak sayu.
Apabila ada rezeki berlebih, lebih afdol membeli calon indukan dari trah juara, terutama untuk induk betina. Sebab, sebagaimana pengalaman para penangkar senior, induk betina mempunyai andil sekitar 70-80% terhadap kualitas anakan yang berjenis kelamin laki-laki. Lebih afdol lagi jika calon induk betina dan jantan sama-sama berasal dari burung jawara.
Tetapi jika kemampuan finansial belum mencukupi, beli induk seadanya dari penangkar, yang penting Anda bisa segera memperoleh banyak pengalaman dulu dari usaha penangkaran. Jika dirawat dengan baik, anakan kacer tetap banyak yang mencari. Mengapa bisa begitu?
Sebab tidak orang yang memelihara kacer ingin melombakan burungnya, tetapi banyak juga yang sekadar untuk piaraan di rumah. Lebih dari itu, performa suara burung tidak sepenuhnya tergantung kualitas genetik, bahkan faktor perawatan memegang kendali sekitar 60-70% terhadap kualitas suara burung.
Kelak, jika perputaran uang hasil penangkaran sudah stabil, barulah Anda memikirkan untuk mencari indukan dari trah juara. Semua harus dimulai dari bawah, perlahan-lahan, sehingga bisa menimba banyak ilmu di lapangan. Tidak sedikit penangkar yang mengandalkan model bedol kandang yang akhirnya mandek di tengah jalan, karena tujuannya hanya ingin segera memperoleh hasil maksimal secara instan, sehingga ketika menemui masalah sedikit malah tidak sanggup mengatasi.


Model kandang penangkaran
Umumnya penangkar kacer menggunakan kandang penangkaran berukuran panjang 100 – 200 cm, lebar 90 – 150 cm, dan tingi 170 – 200 cm, atau hampir sama seperti yang biasa digunakan para penangkar burung murai batu.
Dinding samping (kiri – kanan) dan belakang terbuat dari bata / batako. Dinding tidak diplester, untuk menjaga kelembaban dan suhu di dalamnya. Untuk dinding depan bersifat lebih terbuka, karena terbuat dari kawat ram atau strimin. Sediakan pula dua pintu masuk, yaitu pintu untuk mengontrol dan pintu kecil untuk burung.
strategi belajar ternak burung kacer
Di dalam kandang penangkaran perlu disediakan dua bak besar, masing-masing berisi air untuk mandi dan berisi pasir dengan beberapa batu-batu kecil di dalamnya. Burung betina menjelang bertelur sering membawa batu kecil ke dalam sarangnya.
Jika ingin memulai penangkaran burung dalam skala sedang atau besar, dan lahan mencukupi, Anda bisa membuat beberapa petak kandang yang letaknya berjajar. Setiap petak kandang menggunakan ukuran seperti dijelaskan di atas.
Kotak sarang bisa dibuat dari papan kayu dengan ukuran bervariasi, minimal 15 cm x 15 cm x 15 cm. Selain dari kotak kayu, bisa juga menggunakan batang pohon yang kering yang dilubangi, dengan diameter 10 – 12 cm dan kedalaman sarang 10 -1 5 cm.
strategi belajar ternak burung kacer
Kotak sarang ditempatkan di sudut paling atas, pada dinding belakang. Selain aman, juga akan membuat indukan tidak terlalu terganggu ketika kita akan mengganti air minum atau pakan.
Bahan sarang bisa menggunakan bagian tanaman yang sudah kering, misalnya tangkai daun lamtoro, tangkai daun sengon, sabut kelapa, ijuk pohon aren, atau daun cemara. Sebagian bahan ditaruh di kotak sarangnya, dan sebagian lagi disebar di dasar kandang.
Agar burung memiliki pilihan, sebaiknya sediakan minimal dua kotak sarang dengan lokasi yang berbeda. Preferensi sangat penting bagi burung, karena menyangkut kenyamanan sarang yang dipilihnya sendiri. Setelah indukan memilih salah satu tempat bersarangnya, maka kotak sarang yang tak terpakai bisa dilepas.


Proses panjang penjodohan kacer
Proses menjodohkan kacer bisa dilakukan dalam kandang besar (kandang penangkaran), bisa juga dilakukan perkenalan dulu selama 1-2 minggu. Apabila menggunakan kandang besar, cara mengenalkan kedua indukan adalah memasukan burung betina terlebih dulu ke dalam kandang tersebut.
Burung jantan dimasukkan dalam sangkar, tetapi sangkar dan burung jantan juga berada dalam kandang penangkaran. Dengan demikian, burung jantan dan betina setiap hari saling melihat.
Cara kedua adalah memasukkan burung jantan dan burung betina ke dalam sangkar berbeda, tetapi kedua sangkar diletakkan menempel / berdekatan. Biarkan keduanya terus berdekatan selama 1-2 minggu, dan lihat perkembangannya.
Selama masa perkenalan tersebut, baik menggunakan cara pertama dan kedua, induk jantan dan induk betina diberi BirdMature agar lebih bergairah satu sama lain. Selain itu, jika kelak berjodoh, maka bisa meningkatkan fertilitas telur, daya tetas, dan kualitas piyik / anakan yang menetas.
Lama masa perkenalan biasanya 1-2 minggu, tetapi bisa jadi molor menjadi 3-4 minggu. Hal ini sangat dipengaruhi karakter induk jantan dan betina, serta kondisi lingkungan sekitar kandang (mendukung / tidak). Faktor lingkungan yang bisa mengganggu penangkaran kacer antara lain lokasi bising atau cuaca terlalu panas.
Masa perkenalan bisa segera diakhiri, jika terlihat tanda-tanda burung berjodoh, yaitu :
  1. Burung jantan akan berkicau lebih keras dan makin rajin berkicau, sedangkan burung betina sering membalas kicauan sang jantan.
  2. Burung betina sering memanggil burung jantan, yang langsung disahut burung jantan. Pada saat itulah burung betina selalu terlihat gelisah.
  3. Perjodohan akan berhasil jika saat disatukan dalam kandang penangkaran, mereka tidak saling berkelahi.
Terkadang burung menampakkan tanda-tanda seperti berjodoh, namun ketika disatukan dalam kandang besar mereka saling kejar-kejaran. Hal ini biasa dialami burung betina yang umurnya terlalu muda dan belum siap dikawini. Karena itulah, disarankan memelihara betina yang sudah berumur 1 tahun, meski kacer betina sudah mencapai umur dewasa kelamin (UDK) pada umur 6-7 bulan.
Jika burung betina sudah berusia 1 tahun, dan tetap ogah dikawini, berarti ada masalah dengan hormon estrogen dan progesteron, sehingga birahinya sangat rendah. Jika Anda menjumpai hal seperti itu, silakan diterapi dengan EstroBird.
Karena suplemen ini khusus untuk betina, burung jantan harus dimasukkan kembali ke dalam sangkarnya, sehingga tidak ikut menikmati EstroBird (nanti jadi alay, he..he..). Untuk burung jantan, terapinya menggunakan TestoBird. Berikan selama 1 minggu, dan satukan kembali burung dalam kandang penangkaran.


Fakta yang sering dialami penangkar
Banyak penangkar, khususnya pemula, yang merasa kesulitan dengan proses perjodohan ini. Terkadang salah satu indukan mati (biasanya betina) karena diserang induk jantan yang terlalu birahi.
Karena itu, selama burung belum bertelur, sebaiknya ada petugas yang rutin mengawasi induk jantan dan induk betina, agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Jika mempunyai rezeki, ada baiknya melengkapi kandang dengan kamera CCTV, atau membuat sendiri kamera serupa CCTV seperti yang pernah diajarkan Om Kicau di sini.
Berikut ini beberapa fakta yang sering dialami penangkar selama masa penjodohan berserta solusinya:
  1. Burung betina justru mengejar-ngejar burung jantan. Solusinya, tingkatkan porsi extra fooding (EF) untuk burung jantan. Sebaliknya, porsi EF untuk burung betina dikurangi sedikit.
  2. Burung jantan mengejar-ngejar burung betina. Solusinya, kurangi porsi extra fooding (EF) untuk burung jantan. Sebaliknya, porsi EF untuk burung betina ditambah sedikit.
  3. Burung betina terlalu galak atau melawan saat burung jantan menghampirinya. Solusinya,  porsi EF burung betina dikurangi, sedangkan porsi EF burung jantan tetap.
Pengurangan EF menjadi tidak terlalu masalah ketika burung mendapat asupan BirdMature, karena kebutuhan nutrisinya tetap terjaga, terutama vitamin dan mineral.


Piyikan menjadi tanda awal keberhasilan
Setelah induk jantan dan betina kawin, maka induk jantan yang bagus biasanya akan membantu membuat sarang. Dia akan masuk dalam sarang dan memanggil burung betinanya untuk segera menata sarangnya.
Induk betina akan bertelur dengan jumlah sekitar 3 butir, yang akan dierami selama 14 hari. Pengeraman hanya dilakukan burung betina, sedangkan burung jantan hanya berjaga-jaga di sekitar sarang.
Anakan / piyikan yang menetas, apalagi selamat sampai umur jual, merupakan tanda-tanda awal keberhasilan dalam penangkaran kacer. Sebab problem utama dalam penangkaran kacer justru terletak pada proses penjodohan dan keselamatan telur selama dierami induknya.
strategi belajar ternak burung kacer
Setelah telur menetas, selanjutnya terserah Anda, apakah mau diasuh sepenuhnya oleh induk betina dan induk jantan. Atau dipanen pada umur 10 hari, untuk diloloh perawat atau pemilik penangkaran. Untuk perawatan anakan dan pelolohan piyikan, silakan buka kembali artikelnya  di sini.
Itulah sekelumit panduan penangkaran burung kacer untuk penangkar pemula maupun calon penangkar. Semoga gambaran di atas bisa menguatkan mental Anda, sekaligus membekali Anda meski hanya sedikit.
Semoga bermanfaat.

bisnis sukses ternak kacer sangkar gantung

Jumlah peternak burung kacer di Indonesia belum sebanyak penangkar murai batu. Padahal breeding kacer dan murai batu memiliki tingkat kesulitan yang hampir sama, terutama dalam proses penjodohan. Tetapi tidak ada yang sulit jika ditekuni sungguh-sungguh. Buktinya, Om Fandy (Pasuruan) sukses beternak burung kacer meski hanya menggunakan sangkar gantung.
cara ternak kacer kandang gantung
Om Fandy merupakan salah seorang peternak burung kacer yang sukses selama ini menggunakan kandang breeding model aviary. Belakangan, dia mencoba beternak kacer model sangkar gantung, ternyata lebih praktis, ekonomis, dan hemat tempat.
Beternak menggunakan sangkar gantung bisa dilakukan untuk berbagai jenis burung kicauan, tidak terkecuali murai batu, lovebird, kenari, anis kembang, anis merah, dan sebagainya.
Fakta ini menepis anggapan bahwa burung hanya bisa diternak apabila kandangnya didesain mirip dengan suasana di habitat aslinya.
Mendesain kandang breeding dengan suasana asri, alami, mirip habitat asli, tentu boleh-boleh saja. Tetapi keliru apabila menganggap hal itu sebagai prasyarat utama keberhasilan dalam penangkaran burung kicauan.


Keuntungan beternak kacer menggunakan sangkar gantung
beternak kacer menggunakan sangkar gantung memiliki beberapa keuntungan, antara lain sebagai berikut:
  1. Sepanjang kualitas indukan terjaga, apalagi dari trah juara, breeding kacer dalam sangkar gantung tetap bisa menghasilkan anakan kacer yang kelak berkualitas pula.
  2. Dengan mengandalkan sangkar gantung, kacer bisa berjodoh dengan hasil akhir punya anak-anak berkualitas.
  3. Breeding kacer di sangkar gantung lebih praktis, ekonomis,dan hemat tempat. Sebab sangkar yang digunakan adalah kandang breeding kenari (model battery) dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm3. Tetapi Anda juga bisa membuat sendiri dari bahan kawat atau bambu, dengan ukuran lebih besar lagi.
  4. Sangkar bisa dipindah-pindah sesuai dengan keinginan peternak, atau disesuaikan dengan kondisi di sekitar kandang.
  5. Induk dalam sangkar gantung juga dijemur dengan cara dipindah ke teras, sehingga bisa merangsang birahi agar segera melakukan perkawinan.
  6. Anakan yang baru menetas bisa dipantau setiap saat, sebab sangkar gantung bisa dipindah / diputar-putar sesuai dengan keinginan kita.
Dari berbagai keuntungan di atas, Om Kicau ingin menyoroti masalah penghematan lahan / tempat beternak. Sebab masalah ini kerap menjadi kendala awal bagi sobat kicaumania yang ingin memulai beternak burung.
Dalam kandang breeding konvensional, Anda harus membangun kandang berukuran 1 x 1 m2, tinggi 1,5 – 2,0 meter. Jika ingin membuat lima petak kandang saja, tentu membutuhkan lahan sepanjang 5 meter.
Jika menggunakan sangkar gantung, terutama dengan memanfaatkan kandang breeding kenari, kita cukup menyediakan 2 unit kandang battery ukuran 50 x 50 x 50 cm3, masing-masing ditempati calon induk jantan dan betina.
Dua kandang ini sama-sama digantung atau bisa juga ditempelkan pada dinding atas ruangan tempat beternak. Jika kedua induk sudah berjodoh, burung jantan dipindah ke kandang betina, sehingga bisa digunakan untuk calon indukan lainnya.
Karena kandang breeding dalam posisi digantung atau ditempel di dinding atas, praktis ruangan yang ada di bawah sangkar masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti menyimpan pakan hidup dan pakan kering (voer).
Yang perlu diperhatikan dalam beternak kacer model sangkar gantung adalah pasangan induk kacer yang satu jangan sampai melihat pasangan induk kacer lainnya. Anda bisa menggunakan penyekat, baik yang terbuat dari bahan kain maupun tripleks.
Jika tidak saling melihat, meski bisa mendengar suara burung kacer lain, maka pasangan yang ada di dalam sangkar gantung tetap bisa fokus menjalankan tugas reproduksinya seperti bercumbu, kawin, bertelur, mengeram, dan merawat anak-anaknya.

Seleksi calon induk jantan dan betina
Om Fandy memiliki penangkaran kacer di kediamannya, Jl Pagak RT 01 /RW 02, Kelurahan Pagak, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Dulu, dia menggunakan model kandang konvensional dalam mencetak anakan-anakan kacer, tetapi sekarang dikombinasi dengan model sangkar gantung.
“Untuk breeding menggunakan sangkar gantung, saya memang belum lama memulainya, tapi sudah berhasil,” ujarnya, seperti dikutip Tabloid Agrobur (Edisi No 734 | Minggu III Juni 2014).
Kuncinya pada seleksi calon induk, baik induk jantan maupun betina. Umur induk jantan harus sudah matang, sudah gacor, minimal berumur 1 tahun.
“Pilihlah calon induk jantan yang memiliki suara bagus, iramanya bagus, speed rapat, serta volume suara yang maksimal,” tambahnya.
Adapun calon induk betina sudah berumur minimal 8 bulan. Lebih baik lagi jika betina ini merupakan anakan dari kacer yang pernah juara, karena model pewarisan gen pada burung menganut pola criss-cross inheritance.
Dalam pola pewarisan gen ini, sebagian besar sifat burung jantan akan diwariskan kepada anaknya yang betina, dan sebagian besar sifat burung betina akan diwariskan kepada anaknya yang jantan.
Selain itu, pilihlah calon induk betina yang sudah birahi, akan akan mempercepat proses penjodohan. Kacer betina yang sudah birahi biasanya dicirikan dengan perilakunya yang suka mengepakkan kedua sayapnya (ngleper) ketika didekati kacer jantan.
Calon induk betina diusahakan dalam kondisi jinak, sehingga tidak takut oleh kehadiran manusia. Jika belum jinak, mau tak mau harus dijinakkan dulu.


Proses penjodohan kacer jantan dan betina
Sebelum kedua calon induk dijodohkan, Anda mesti menyiapkan dulu sangkar gantungnya. Nah, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan:
  1. Kandang battery ukuran 50 x 50 x 50 cm3, yang biasa digunakan untuk beternak kenari, digantung di ruangan yang dikehendaki. Bisa di ruang keluarga, ruang tengah, kamar yang tak terpakai, dan lain-lain. Kandang ini juga bisa ditempelkan pada dinding atas salah satu ruangan.
  2. Kandang ini dilengkapi dengan tempat sarang yang diletakkan di salah satu sudut kandang. Masukkan sebagian bahan sarang ke tempat sarang, sebagian lagi ditebar di dasar kandang. Kandang inilah yang nantinya akan ditempati kacer betina yang mau dijodohkan.
  3. Sekarang gantung kandang yang satunya, atau ditempel pada dinding atas, sehingga kedua kandang saling menempel. Kandang kedua akan menjadi hunian sementara kacer jantan.
Kandang battery ukuran 50 x 50 x 50 cm3, yang biasa digunakan untuk beternak kenari, digantung di ruangan yang dikehendaki. Bisa di ruang keluarga, ruang tengah, kamar yang tak terpakai, dan lain-lain. Kandang ini juga bisa ditempelkan pada dinding atas salah satu ruangan.
Kandang ini dilengkapi dengan tempat sarang yang diletakkan di salah satu sudut kandang. Masukkan sebagian bahan sarang ke tempat sarang, sebagian lagi ditebar di dasar kandang. Kandang inilah yang nantinya akan ditempati kacer betina yang mau dijodohkan.
Sekarang gantung kandang yang satunya, atau ditempel pada dinding atas, sehingga kedua kandang saling menempel. Kandang kedua akan menjadi hunian sementara kacer jantan.
Anakan baru dipanen apabila sudah berumur 10 hari, diangkat bersama sarangnya, dimasukkan ke kandang inkubator untuk dibesarkan pemilik atau perawatnya.
Dengan penyapihan seperti ini, induk jantan dan betina setelah diistirahatkan 3 hari dapat segera berproduksi kembali.

Semoga bermanfaat.

tips ternak kacer poci menguntungkan

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul tips ternak kacer poci menguntungkan  secara lengkap serta triknya dibawah ini :


  1. Bulu kelihatan kering, bersih dan gilap. Artinya kalau kita menjumpai burung kacer dada putih tapi bulunya kurang bernada kering, biasanya kurang flghter. 
  2. Paruh terlihat lurus, belahannya memanjang hingga ke belakang sampai mau ke bagian leher atau tenggorokan atau sampai di bawah mata. Jenis yang seperti ini biasanya memiliki volume yang dahsyat dan tembus. Jenis yang seperti ini bisa membuka paruh lebih lebar dari yang belahannya lebih pendek.
  3. Mata melotot, seakan-akan mau keluar dari dalam kelopaknya. Mata yang melotot akan terkesan garang, juga awas dalam mengamati sekitarnya. Kalau kita menjumpai kacer dada putih yang matanya kurang melotot, sehingga terlihat lembut dan kalem, bisa diperkirakan si burung kurang tarung.
  4. Postur badan kecil memanjang, tidak pendek.
  5. Bagian ekor, kempal atau ngumpul, dan tidak mekar atau membuka.
Cara Penangkarannya :

1. Pemilihan Indukan
  • Memilih pasangan indukan Kacer perlu pengamatan yang cermat, karena ada beberapa ekor Kacer yang sulit dijodohkan. Untuk Kacer betina sebaiknya dipilih minimal berumur enam bulan, sedangkan yang jantan minimal satu tahun. Untuk Kacer betina sebaiknya dipilih yang agak jinak namun mempunyai sifat fighter yang cukup tinggi.
  • Pemilihan indukan betina yang tidak terlalu jinak ini dimaksudkan agar tidak mengganggu proses pengeraman. Kacer betina yang dipilih juga sebaiknya merupakan hasil penangkaran atau yang pernah dipelihara sejak piyik. Pemilihan jantan tidaklah terlalu sulit apalagi kalau jantan tersebut merupakan burung tangkapan dari alam, karena jika jantan tersebut merupakan peliharaan dari piyik atau hasil penangkaran, sebaiknya sang jantan mulai dijodohkan dengan betinanya sejak masih kecil, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses penjodohan.
  • Hal lain yang perlu diperhatikan adalah faktor kesehatan agar proses kawin tidak mengalami hambatan, sedangkan faktor cacat tubuh pada Kacer tidak menjadi masalah serius, yang penting tidak mengganggu pada saat proses reproduksi.
  • Selain hal tersebut di atas, kita juga bisa merujuk pada standar pemilihan Kacer untuk lomba, seperti postur tubuh, bentuk kepala, bentuk paruh dsb. Jadi burung Kacer yang pernah jadi jawara mempunyai potensi yang cukup baik untuk ditangkarkan, sehingga diharapkan akan lahir anakan Kacer yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata.
2. Proses Penjodohan
  • Proses penjodohan bisa dilakukan langsung di kandang besar, atau dengan pengenalan terlebih dahulu selama sekitar 7-10 hari, namun hal ini bukan menjadi patokan yang baku. Pada kasus yang lain proses pengenalan bisa sampai dua bulan.
  • Proses pengenalan bisa dengan cara menggantang sangkar indukan saling berdekatan. Setelah kira-kira saling tertarik bisa sama-sama dilepas di kandang besar, namun biasanya sang betina dimasukkan ke kandang besar (penangkaran) terlebih dahulu dan sang jantan ditaruh di kandang besar tapi masih dalam sangkar hariannya, baru kemudian selang beberapa hari sang jantan bisa sama-sama dilepas dalam kandang besar.
  • Beberapa penangkar sering merasa kesulitan dalam proses penjodohan ini, seringkali salah satu induknya mati, pada umumnya terjadi pada induk betina karena diserang oleh pasangannya, namun hal ini bisa dihindari jika kita sering melakukan pengontrolan terhadap pasangan indukan Kacer kita. Hal ini terjadi karena salah satunya lebih tinggi birahinya, atau sifat fighternya. Beberapa solusi yang biasa dipakai adalah dengan menurunkan porsi EF bagi Kacer yang terlalu birahi atau menambah porsi EF bagi Kacer yang kurang birahi, intinya adalah berusaha menyamakan kadar birahi Kacer sehingga akan seimbang. Jika hal tersebut tidak memecahkan masalah dan salah satu induk masih lebih ganas dibanding yang lain, sebaiknya segera dicarikan pasangan yang seimbang.
3. Kandang dan Sarang
  • Kandang yang digunakan untuk menangkarkan Kacer sebaiknya bentuk tertutup yang terbuat dari kombinasi tembok tanpa plester di bagian kiri, kanan dan belakang, rangka kayu serta bagian atas dan depannya menggunakan ram kawat, bagian atas bisa dibuatkan atap dari asbes. Dinding bata yang tanpa plester/pelur ini dimaksudkan agar kondisi kelembapan dan suhu udara lebih stabil. Ukuran yang digunakan cukup variatif mulai dari ukuran panjang 100 cm sampai 200 cm. Lebar mulai ukuran 90 cm sampai 150 cm. Tinggi mulai ukuran 170 cm sampai 200 cm. Kandang bisa dibuat di dalam maupun di luar ruangan. Untuk kandang yang diletakkan/dibuat di dalam ruangan perlu diperhatikan faktor cahaya dan sirkulasi udara. Pintu kandang bisa dibuat dua buah, satu pintu kecil berukuran lebar 12 cm dan tinggi 12 cm untuk mengontrol makanan dan air minum dan satu pintu besar berukuran lebar 40 cm dan tinggi 70 cm sebagai akses ke luar-masuk kandang untuk melakukan pengontrolan.
  • Kotak/tempat sarang bisa terbuat dari kotak kayu, ukurannya variatif misalnya dengan ukuran panjang 15 cm, lebar 15 cm dan tinggi 15 cm. Selain dari kotak kayu, sarang juga bisa dibuat dari potongan batang pohon kering yang diberi lubang dengan diameter 10 – 12 cm, dengan kedalaman sekitar 10 – 15 cm dengan dipotong sebelah sisinya agar memudahkan dalam pengontrolan. Tempat sarang bisa diletakkan di mana saja, namun berdasarkan pengalaman lebih bagus kalau sarang diletakkan di sudut belakang sebelah atas, karena lokasi tersebut membuat Kacer relatif lebih tenang saat mengerami telurnya.
  • Didalam kandang juga sebaiknya diletakkan/dibuatkan tempat mandi bagi Kacer Bahan sarang bisa dari bahan yang kering seperti tangkai daun lamtoro, tangkai daun sengon, sabut kelapa, ijuk pohon aren atau daun cemara. Sebagian bahan sarang disebar di dasar kandang, sebagian lagi di taruh di tempat sarang, jika semua bahan ditaruh di tempat sarang, biasanya Kacer enggan untuk bertelur di sarang. Sekedar tips, untuk memudahkan dalam proses pembuatan sarang, bisa dibuatkan dua tempat sarang, dengan lokasi yang berbeda, jika nanti Kacer sudah menentukan pilihannya, sarang yang tidak dipergunakan bisa dilepas.
  • Setelah kawin dan membuat sarang, Kacer akan bertelur sebanyak kira-kira 3 butir dan proses pengeraman membutuhkan waktu 14 hari (dua minggu). Pengeraman ini dilakukan oleh sang betina.
4. Penyakit
  • Penyakit yang timbul biasanya menyerang mata, mata menjadi berair dan piyik tidak mau membuka mata. Penyakit ini bisa menimpa anakan yang baru menetas sampai berumur satu minggu. Gejala awalnya biasanya mata bengkak, lalu keluar cairan seperti nanah dan kadang darah.
  • Meskipun begitu nafsu makan sang anak masih normal, sehingga pada saatnya ada yang dapat bertahan hidup namun dengan resiko mata cacat atau ukurannya tidak normal.
  • Pengobatan untuk penyakit mata yang menyerang Kacer sampai tulisan ini disusun belum ada informasi yang signifikan yang bisa dijadikan acuan, akan tetapi ada hal yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mencegah penyakit itu tidak semakin parah adalah membersihkan mata piyikan yang mulai terserang penyakit secara teratur dengan menggunakan kapas (cotton bud) yang telah ditetesi obat tetes mata yang biasa digunakan oleh manusia serta sering menjemur piyikan di bawah sinar matahari.
5. Pakan
  • Pakan utama sebaiknya berikan voer yang mempunyai kandungan protein yang tinggi yakni sekitar 18% - 20%, bisa juga diberikan pellet ikan sebagai alternatif.
  • Sedangkan EF cukup diberikan 2-3 ekor jangkrik pada pagi dan sore hari, pada betina bisa diberikan lebih banyak untuk membantunya agar cepat bertelur. Multivitamin dan probiotik khusus untuk penangkaran juga perlu diberikan, pemberiannya bisa dilakukan dua kali dalam seminggu.
6. Perawatan Piyikan
  • Perawatan anak Kacer yang masih piyik bisa kita serahkan kepada induknya, tapi bisa juga kita rawat sendiri. Jika kita rawat maka sang induk berkesempatan untuk bereproduksi lagi. Yang perlu diperhatikan adalah saat mengambil piyik, harus hati-hati jangan sampai justru berakibat pada kematian.
Kacer (Copsychus Saularis) merupakan salah satu burung fighter dengan kicauan yang sangat merdu seperti murai batu.
Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tips ternak kacer poci menguntungkan hari ini, Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini. Wassalamualaikum Wr Wb,

cara ternak kacer kandang gantung

Jumlah peternak burung kacer di Indonesia belum sebanyak penangkar murai batu. Padahal breeding kacer dan murai batu memiliki tingkat kesulitan yang hampir sama, terutama dalam proses penjodohan. Tetapi tidak ada yang sulit jika ditekuni sungguh-sungguh. Buktinya, Om Fandy (Pasuruan) sukses beternak burung kacer meski hanya menggunakan sangkar gantung.
cara ternak kacer kandang gantung
Om Fandy merupakan salah seorang peternak burung kacer yang sukses selama ini menggunakan kandang breeding model aviary. Belakangan, dia mencoba beternak kacer model sangkar gantung, ternyata lebih praktis, ekonomis, dan hemat tempat.
Beternak menggunakan sangkar gantung bisa dilakukan untuk berbagai jenis burung kicauan, tidak terkecuali murai batu, lovebird, kenari, anis kembang, anis merah, dan sebagainya.
Fakta ini menepis anggapan bahwa burung hanya bisa diternak apabila kandangnya didesain mirip dengan suasana di habitat aslinya.
Mendesain kandang breeding dengan suasana asri, alami, mirip habitat asli, tentu boleh-boleh saja. Tetapi keliru apabila menganggap hal itu sebagai prasyarat utama keberhasilan dalam penangkaran burung kicauan.


Keuntungan beternak kacer menggunakan sangkar gantung
beternak kacer menggunakan sangkar gantung memiliki beberapa keuntungan, antara lain sebagai berikut:
  1. Sepanjang kualitas indukan terjaga, apalagi dari trah juara, breeding kacer dalam sangkar gantung tetap bisa menghasilkan anakan kacer yang kelak berkualitas pula.
  2. Dengan mengandalkan sangkar gantung, kacer bisa berjodoh dengan hasil akhir punya anak-anak berkualitas.
  3. Breeding kacer di sangkar gantung lebih praktis, ekonomis,dan hemat tempat. Sebab sangkar yang digunakan adalah kandang breeding kenari (model battery) dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm3. Tetapi Anda juga bisa membuat sendiri dari bahan kawat atau bambu, dengan ukuran lebih besar lagi.
  4. Sangkar bisa dipindah-pindah sesuai dengan keinginan peternak, atau disesuaikan dengan kondisi di sekitar kandang.
  5. Induk dalam sangkar gantung juga dijemur dengan cara dipindah ke teras, sehingga bisa merangsang birahi agar segera melakukan perkawinan.
  6. Anakan yang baru menetas bisa dipantau setiap saat, sebab sangkar gantung bisa dipindah / diputar-putar sesuai dengan keinginan kita.
Dari berbagai keuntungan di atas, Om Kicau ingin menyoroti masalah penghematan lahan / tempat beternak. Sebab masalah ini kerap menjadi kendala awal bagi sobat kicaumania yang ingin memulai beternak burung.
Dalam kandang breeding konvensional, Anda harus membangun kandang berukuran 1 x 1 m2, tinggi 1,5 – 2,0 meter. Jika ingin membuat lima petak kandang saja, tentu membutuhkan lahan sepanjang 5 meter.
Jika menggunakan sangkar gantung, terutama dengan memanfaatkan kandang breeding kenari, kita cukup menyediakan 2 unit kandang battery ukuran 50 x 50 x 50 cm3, masing-masing ditempati calon induk jantan dan betina.
Dua kandang ini sama-sama digantung atau bisa juga ditempelkan pada dinding atas ruangan tempat beternak. Jika kedua induk sudah berjodoh, burung jantan dipindah ke kandang betina, sehingga bisa digunakan untuk calon indukan lainnya.
Karena kandang breeding dalam posisi digantung atau ditempel di dinding atas, praktis ruangan yang ada di bawah sangkar masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti menyimpan pakan hidup dan pakan kering (voer).
Yang perlu diperhatikan dalam beternak kacer model sangkar gantung adalah pasangan induk kacer yang satu jangan sampai melihat pasangan induk kacer lainnya. Anda bisa menggunakan penyekat, baik yang terbuat dari bahan kain maupun tripleks.
Jika tidak saling melihat, meski bisa mendengar suara burung kacer lain, maka pasangan yang ada di dalam sangkar gantung tetap bisa fokus menjalankan tugas reproduksinya seperti bercumbu, kawin, bertelur, mengeram, dan merawat anak-anaknya.

Seleksi calon induk jantan dan betina
Om Fandy memiliki penangkaran kacer di kediamannya, Jl Pagak RT 01 /RW 02, Kelurahan Pagak, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Dulu, dia menggunakan model kandang konvensional dalam mencetak anakan-anakan kacer, tetapi sekarang dikombinasi dengan model sangkar gantung.
“Untuk breeding menggunakan sangkar gantung, saya memang belum lama memulainya, tapi sudah berhasil,” ujarnya, seperti dikutip Tabloid Agrobur (Edisi No 734 | Minggu III Juni 2014).
Kuncinya pada seleksi calon induk, baik induk jantan maupun betina. Umur induk jantan harus sudah matang, sudah gacor, minimal berumur 1 tahun.
“Pilihlah calon induk jantan yang memiliki suara bagus, iramanya bagus, speed rapat, serta volume suara yang maksimal,” tambahnya.
Adapun calon induk betina sudah berumur minimal 8 bulan. Lebih baik lagi jika betina ini merupakan anakan dari kacer yang pernah juara, karena model pewarisan gen pada burung menganut pola criss-cross inheritance.
Dalam pola pewarisan gen ini, sebagian besar sifat burung jantan akan diwariskan kepada anaknya yang betina, dan sebagian besar sifat burung betina akan diwariskan kepada anaknya yang jantan.
Selain itu, pilihlah calon induk betina yang sudah birahi, akan akan mempercepat proses penjodohan. Kacer betina yang sudah birahi biasanya dicirikan dengan perilakunya yang suka mengepakkan kedua sayapnya (ngleper) ketika didekati kacer jantan.
Calon induk betina diusahakan dalam kondisi jinak, sehingga tidak takut oleh kehadiran manusia. Jika belum jinak, mau tak mau harus dijinakkan dulu.


Proses penjodohan kacer jantan dan betina
Sebelum kedua calon induk dijodohkan, Anda mesti menyiapkan dulu sangkar gantungnya. Nah, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan:
  1. Kandang battery ukuran 50 x 50 x 50 cm3, yang biasa digunakan untuk beternak kenari, digantung di ruangan yang dikehendaki. Bisa di ruang keluarga, ruang tengah, kamar yang tak terpakai, dan lain-lain. Kandang ini juga bisa ditempelkan pada dinding atas salah satu ruangan.
  2. Kandang ini dilengkapi dengan tempat sarang yang diletakkan di salah satu sudut kandang. Masukkan sebagian bahan sarang ke tempat sarang, sebagian lagi ditebar di dasar kandang. Kandang inilah yang nantinya akan ditempati kacer betina yang mau dijodohkan.
  3. Sekarang gantung kandang yang satunya, atau ditempel pada dinding atas, sehingga kedua kandang saling menempel. Kandang kedua akan menjadi hunian sementara kacer jantan.
Kandang battery ukuran 50 x 50 x 50 cm3, yang biasa digunakan untuk beternak kenari, digantung di ruangan yang dikehendaki. Bisa di ruang keluarga, ruang tengah, kamar yang tak terpakai, dan lain-lain. Kandang ini juga bisa ditempelkan pada dinding atas salah satu ruangan.
Kandang ini dilengkapi dengan tempat sarang yang diletakkan di salah satu sudut kandang. Masukkan sebagian bahan sarang ke tempat sarang, sebagian lagi ditebar di dasar kandang. Kandang inilah yang nantinya akan ditempati kacer betina yang mau dijodohkan.
Sekarang gantung kandang yang satunya, atau ditempel pada dinding atas, sehingga kedua kandang saling menempel. Kandang kedua akan menjadi hunian sementara kacer jantan.
Anakan baru dipanen apabila sudah berumur 10 hari, diangkat bersama sarangnya, dimasukkan ke kandang inkubator untuk dibesarkan pemilik atau perawatnya.
Dengan penyapihan seperti ini, induk jantan dan betina setelah diistirahatkan 3 hari dapat segera berproduksi kembali.

Semoga bermanfaat.

usaha untung ternak kacer

burung kacer mungkin sudah bukan lagi burung asing bagi telinga penggemar burung kicau. Burung yang satu ini begitu digemari karena suaranya yang khas dan merdu. Burung ini biasanya dijadikan sebagai burung hiasan yang khusunya di perdengarkan suaranya. Burung dengan nama latin Magpie Robin ini memiliki dua jenis yang populer di Indonesia yaitu kacer jawa dan kacer sumatra.
Secara umum, sejauh ini kacer jawa atau kacer hitam kurang mendominasi pasaran karena kalah dari segi kualitas suara dibandingkan dengan kacer poci atau kecer sumatera. Tak heran jika kacer poci kemudian seringkali menjadi juara di kompetisi kicau burung. Kacer poci sendiri tidak berbeda jauh dengan kacer hitam, hanya saja kacer poci memiliki suara yang lebih keras dan jelas sehingga kemerduan serta kicauannya terdengar jelas.
usaha untung ternak kacer
Prospek Peluang Usaha Ternak Kacer
Sampai saat ini, dengan masih banyaknya usaha perburuan kacer, ternak kacer mungkin belum terlalu moncer. Namun dengan perburuan yang semakin banyak dilakukan, diprediksi dalam satu atau dua tahun maka kacer akan semakin langka. Dan ini tentu membuka peluang bagi mereka yang ingin menernakan kacer sebagai alternatif untuk mendapatkan kacer. ( simak selengkapnya di : omkicau )
Terlebih mengingat harga indukan kacer masih tergolong murah karena belum terlalu populer usaha ini. Untuk satu bakalan bisa dihargai Rp. 300.000 - Rp. 400.000 berikut kandang. jadi peluang usaha burung kacer tergolong sangat bagus dengan jumlah pesaing yang masih sedikit. Namun demkian diakui bahwa memelihara burung kacer tidak semudah memelihara burung lain. Ada beberapa hal yang membuat ternak kacer lebih berat diantaranya :
  1. Betina yang tidak mau bertelur atau kawin
  2. Telur yang tidak mau menetas
  3. Lingkungan yang terlalu ramai
  4. Salah memilih indukan.
Untuk itu alangkah baiknya jika anda belajar tentang bagaimana menangkar kacer dari beberapa penangkar yang telah sukses bukan hanya dari membaca karena hasilnya akan sangat berbeda. Terlepas dari semua itu, ternak kacer masih sangat potensial dijadikan sebagai peluang bisnis karena masih sedikitnya jumlah peternak padahal permintaan kacer untuk para penggemar burung kicau sangat banyak. Terlebih semakin berkurangnya burung kicau jenis kacer di alam karena banyaknya perburuan liar.
Semoga saja artikel ini menginspirasi anda untuk memulai bisnis rumahan baru dengan memanfaatkan usaha untung ternak kacer .