Showing posts with label ternak ikan. Show all posts
Showing posts with label ternak ikan. Show all posts

Monday, October 31, 2016

cara ternak ikan discus bagi pemula

Ini cukup menyedihkan apabila melihat bahwa banyak penggemar ikan discus tidak mengetahui panduan memelihara ikan discus. Mereka mengatakan bahwa ikan discus ini bukan untuk mereka. kita tidak bisa melakukan penggantian air dalam jumlah yang besar, tidak menjaga mereka dalam tangki bawah yang polos, bagaimana cara melakukan pengobatan terhadap ikan discus ini, bagaimana mengidentifikasi penyakit mereka dll. Tapi percayalah, jika Anda lakukan setiap hari 20-30 menit untuk mereka, Anda dapat dengan mudah menyimpan dan berhasil mempertahankan ikan discus milik anda. Banyak yang mengatakan bahwa itu tampak besar ketika discus mengambil makanan dari tuannya !!! Tapi ini juga bisa terjadi untuk Anda. Di sini saya menulis beberapa tips mengenai pemeliharaan discus untuk pemula.
cara ternak ikan discus bagi pemula
Panduan Memelihara Ikan Discus Untuk Pemula
Dimensi Aquarium untuk Ikan Discus:

Dimensi aquarium memainkan peran penting untuk menjaga ikan discus anda. Jika Anda memilih dimensi yang tepat maka setengah dari pekerjaan Anda sudah dilakukan. Kita tahu bahwa ikan discus adalah ikan bulat atau berbentuk cakram. Jadi karena bentuk tubuh ini ikan ini bergerak lebih vertikal daripada bergerak secara horizontal. Banyak dari mereka yang bergerak tumbuh lebih cepat. Umumnya ikan discus adalah ikan yang pergerakannya berada pada tingkat menengah. Jadi pada awalnya tujuan kita di sini akan memberikan mereka sebuah tangki aquarium yang memiliki kedalaman tinggi. Anda dapat memilih tangki dengan tinggi 18 inci sampai 24 inci.
Pada umumnya terlihat bahwa ikan discus suka hidup dalam kelompok. Jadi saya bisa katakan bahwa silahkan anda membeli setidaknya 4-6 ikan discus untuk pertama kalinya. Hingga mereka pada akhirnya dapat membentuk sebuah kelompok. Sekarang pertanyaannya adalah. Seberapa panjang suatu tangki aquarium yang ideal untuk memelihara ikan discus? Saya mengatakan bahwa setidaknya 3 kaki. Sebuah tangki aquarium dengan panjang 3 kaki sangat ideal bagi 6 ekor ikan discus (saya menganggap bahwa Anda tetap memlihara 4-6 ikan discus untuk pertama kalinya), mereka dapat bergerak bebas dalam arah horizontal dalam tangki aquarium ini dan dengan ketinggian 18-24 inci kita juga akan memberikan ruang yang cukup untuk ikan discus agar dapat bergerak secara vertikal. Jadi memilih jenis tangki aquarium yang tepat maka kita dapat menyediakan banyak ruang untuk tumbuh bagi ikan discus.
cara ternak ikan discus bagi pemula
Jenis Aquarium Untuk Ikan Discus
Ada beberapa jenis tangki aquarium ikan discus yang dapat kita pilih :
1. Tangki aquarium dengan bawah polos

Ini adalah ketika Anda mengatur aquarium Anda tanpa pasir atau karang di sepanjang bagian bawah. Seperti namanya, Anda meninggalkan bagian bawah polos.  Dalam bentuk yang paling sederhana, ikan-satunya akuarium sederhana (seperti yang ada di toko ikan lokal Anda) memenuhi syarat sebagai tangki aquarium dengan bawah polos. Tetapi bahkan aquarists canggih dapat memilih untuk menggunakan tangki aquarium dengan bawah polos ketimbang dengan tanki aquarium karang mereka.


2. Tangki aquarium berpasir (tangki dengan pasir sebagai substrat)
Pasir yang digunakan untuk tangki aquarium jenis ini merupakan jenis pasir silica dengan ukuran 4-5 mm. di bagian tengahnya bisa diberikan carbon active, dimana carbon active ini memiliki kegunaan untuk menyerap kandungan berbahaya pada air yang biasanya akan muncul pada awal-awal setup aquascape aquarium kesayangan anda.
Buatlah sekeliling aquarium anda tertutup dengan pasir. Kenapa ditutup dengan pasir? Hal ini agar tidak terlihat seperti kue lapis saat anda memasukkan pupuk dasar di atas pasir karena akan mengurangi estetika dekorasi aquascape aquarium berpasir anda.


3. Tangki aquarium berkerikil (Tank dengan kerikil sebagai substrat)
Mempersiapkan isi aquarium dengan kerikil batu yang berwarna-warni. Dipilih kerikil yang bundar atau lonjong kira2 segenggam banyaknya. Kerikil ini dicelupkan ke dalam cat berwarna. Kerikil yang sudah diberi cat warna ini kemudian dikeringkan. Bagaimana mendapatkan kerikil? Di toko-toko tanaman hias dan akuarium banyak tersedia kerikil yang sudah diolah dengan sentuhan warna-warni.


4. Tangki aquarium dengan tanaman
Membangun sebuah tangki aquarium tanaman bukanlah pekerjaan yang sulit. Tahap yang paling susah justru terdapat pada process pemeliharaan nya. Mengingat Suhu yang dibutuhkan discus adalah 27-31 C maka pilihan tanaman sangatlah terbatas.


Beberapa tanaman itu diantaranya adalah:
  1. Anubias
  2. Bucephalandra
  3. Crinum
  4. Cryptocoryne
  5. Echinodorus
  6. Rotala
  7. Hygrophila
  8. Microsorum
  9. Moss
  10. Lili Air (Nymphaea Lotus)
  11. Vallisneria
  12. Staurogyne Repens
  13. Riccia Fluitans
  14. Monosolenium Tenerum
  15. Egeria Densa & Egeria Najas
cara ternak ikan discus bagi pemula

cara ternak ikan discus bagi pemula
Ciri-Ciri Ikan Discus Yang Bagus
Adapun tanda-tanda ikan discus yang bagus (berdasar pada info karyawan senior toko ikan hias serta rekomendasi lain) yaitu :
  1. Warna kulit cerah, tak berselaput/keluarkan lendir yang terlalu berlebih.
  2. Sisik ikan bersih/tak mengelupas, tak berbintik putih,  serta sirip bersih, komplit serta seimbang.
  3. Warna mata bening, tak berselaput atau tak ada bercak putih, serta tak terlampau menonjol ke luar.
  4. Bentuk badan ideal, tak kurus/tidak tebal, serta menampakan ketebalan pada dahi. 
  5. Insang bagian kiri dan kanan buka serta tutup berbarengan serta teratur.
  6. Style berenang yang tenang.
  7. Pattern pada tubuh/sirip umumnya bakal muncul bertahap mulai ukuran ikan 2 inc. // hati-hati apabila ikan memiliki ukuran 2 inc namun pattern-nya telah terang serta relatif penuh, ada kemungkinan ikan di beri pakan yang memiliki kandungan hormon spesifik (konsumen umumnya kecewa sesudah dipelihara, pattern-nya memudar).
  8. Upayakan beli ikan discus yang memiliki ukuran minimum 2 inc, karena tanda-tanda ikan yang sehat serta bagus telah relatif mudah untuk diidentifikasi, serta relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit/parasit.
cara ternak ikan discus bagi pemula
Ciri-Ciri Ikan Discus Yang Stress dan Tidak Bagus
Tanda-tanda ikan discus yang stress/sakit/terkena penyakit/dengan cara genetis kurang bagus yaitu :
  1. Kulit condong hitam, atau garis vertikal/stress bar (jumlahnya 6 – 18 bar) yang mencolok/terlampau terlihat mengisyaratkan ikan discus stress
  2. Ada bintik putih pada sisik, atau sirip tak komplit/cacat yang mungkin saja diserang fin root.
  3. Warna mata tak bening, berselaput atau ada bercak putih yang mengisyaratkan ikan discus terkena penyakit. Atau mata terlampau menonjol ke luar yang karena sebab kwalitas air yang jelek hingga ikan discus terjangkit intestinal bakteri yang bisa menyebabkan pop eye (mata terlampau menonjol ke luar). Atau ukuran mata yang terlampau besar dibanding dengan postur keseluruhannya yang mengisyaratkan perkembangan ikan discus terhalang. Atau mata ikan discus yang (condong) hitam mengisyaratkan ada penyakit serta terlampau lama terkontaminasi obat-obatan (disebabkan treatment yangdiscus1 terlampau lama).
  4. Bentuk badan kurus/tidak tebal, yang mungkin saja dikarenakan oleh kekurangan pakan (discus mogok makan/kalah berkompetisi/pakan tak berkwalitas) atau aspek genetika indukan yang kurang bagus.
  5. Ikan bernafas dengan satu insang yang mengisyaratkan ikan diserang kutu insang. Atau ikan bernafas terlampau cepat yang mengisyaratkan kekurangan oksigen.
  6. Ikan lakukan beberapa gerakan aneh atau menggesekan badannya ke benda di sekelilingnya yang mengisyaratkan diserang parasit/kutu/jamur/bakteri baik pada tubuh/sirip atau insang.
  7. Pattern pada tubuh/sirip yg tidak keluar, atau sirna/tak cerah walau sebenarnya ikan telah memiliki ukuran kian lebih 2, 5 inc yang mengisyaratkan kwalitas ikan discus dengan cara genetis kurang bagus. Warna yang sirna/tak cerah bisa pula karena sebab pemberian pakan yg tidak pas. Ada kemungkinan lain yang mengakibatkan pattern dan warna ikan discus yang kita beli nyatanya memudar/tak cerah sesudah dipelihara walau sebenarnya pakannya telah pas, hal itu mungkin saja lantaran oleh penjualnya ikan discus itu di beri pakan yang memiliki kandungan hormon pencerah warna agar tampak bagus serta menarik pembelinya, walau sebenarnya kwalitas ikan discus itu dengan cara genetis kurang bagus.
  8. Type ikan discus yang berwarna solid (contoh : marlboro, blue diamond, pigeon) yangmemiliki spot hitam di bagian kepala serta sirip mengisyaratkan dengan cara genetis kwalitas indukan yg kurang bagus yang memanglah telah mempunyai spot hitam pada awal mulanya. Namun spot hitam itu mungkin saja juga karena sebab pemakaian lampu dengan intensitas spektrum warna merah yang terlalu berlebih (contoh : pemakaian lampu UV).
Demikian informasi mengenai cara ternak ikan discus bagi pemula. Semoga dengan kita membaca artikel cara ternak ikan discus bagi pemula, dapat menambah wawasan kita dalam dunia minuman kopi. Blog Ikan Hias Air Tawar tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang mungkin timbul dari penggunaan informasi ini.

tips ternak ikan gurame di kolam terpal

Gurihnya cita rasa gurame goreng dan gurame bakar menjadikannya digemari banyak orang, bahkan menjadi salah satu menu favorit beberapa restoran dan rumah makan. Tak hanya disenangi oleh konsumen saja, hal tersebut juga menjadi keuntungan bagi produsen yang berperan sebagai pembudi daya ikan gurame. Pasalnya, kegemaran khalayak mengonsumsi aneka macam masakan berbahan dasar ikan gurame ini menciptakan peluang usaha serta mampu memberikan profit yang menguntungkan.
tips ternak ikan gurame di kolam terpal
Permintaan komoditas gurame mengalami peningkatan seiring dengan menjamurnya tempat-tempat kuliner di tanah air. Menurut Wiwied Usman, Sekjen Permina (Perhimpunan Masyarakat Perikanan Nusantara), seperti yang dikutip dari Kedaulatan Rakyat beberapa waktu lalu, budi daya ikan gurame termasuk investasi yang menggiurkan. Dengan menebar bibit gurame katakanlah sebanyak 2.000 ekor, pendapatan yang bisa dikantongi sekitar Rp40 juta.
Karena memerlukan air berlimpah serta habitat yang cukup luas, budi daya ikan gurame ini dianggap hanya bisa dikelola dengan modal besar. Padahal tidaklah demikian. Budi daya ikan gurame yang banyak tersedia di pasar tradisional dan modern tersebut bisa diterapkan dalam skala rumah tangga atau dengan kata lain industri mikro bermodal kecil. Jadi, kesempatan serta peluang usaha rumahan untuk komoditas ini masih sangat terbuka lebar.
Salah satu cara membudi daya ikan gurame skala rumah tangga adalah dengan menggunakan media kolam terpal. Lahan yang dipakai bisa di pekarangan rumah (bila pekarangan Anda cukup luas) atau lahan kosong di sekitar rumah yang bisa Anda sewa dengan biaya terjangkau. Perlu diingat, dalam lahan sempit itu jumlah bibit gurame yang dapat dibudi daya pun terbatas.
Ukuran gurame juga turut menjadi pertimbangan kuantitas gurame yang akan dibudi daya dalam kolam terpal. Menurut penjelasan Galeri UKM, untuk ukuran kolam 1 meter persegi dengan kedalaman 90 cm dapat diisi 10 ekor ikan gurame dengan bobot 2,5 ons. Lalu bagaimana membuat kolam terpal untuk budidaya gurame ini?
Prosedurnya cukup sederhana. Ada dua macam cara yang bisa Anda pilih. Pertama, menggali tanah dengan kedalaman sekitar 90 cm kemudian pasang terpal pada tanah galian tersebut. Cara kedua dengan tidak melakukan penggalian tanah tapi memasang terpal pada permukaan tanah lalu merangkai rangka dari besi atau kayu sebagai penyangga sehingga bentuknya menyerupai bak.
Baik cara pertama maupun kedua mempunyai keunggulannya masing-masing. Cara pertama membuat beban terpal tidak terlalu berat ketika diberi air sementara cara kedua memudahkan pembudi daya melakukan penggantian serta pembersihan kolam.
Mengenai masa panen, budi daya ikan gurame kolam terpal mempunyai usia pembibitan yang relatif singkat. Untuk bibit 2,5 ons dapat dipelihara selama 5 bulan sebelum dipanen dengan hasil ikan gurame berbobot 6 sampai 7 ons.
Yang perlu diperhatikan dalam budi daya ikan gurame dalam kolam terpal adalah kondisi air serta frekuensi pemberian makanan. Walau bisa bertahan dalam air yang tidak terlalu bersih tapi habitat ikan gurame harus tetap dijaga higienitasnya untuk menjauhkan hama penyakit serta racun kimia berbahaya. Ada baiknya untuk membersihkan kolam terpal seminggu sekali dengan sistem shift pond yakni penyedotan air melalui selang/pompa dan kemudian isi kembali dengan air yang lebih baru.
Sedangkan untuk makanan, berikan pelet yang mengandung protein 25 sampai 30 persen dengan frekuensi 2 kali sehari. Lebih baik memberi makan dengan kuantitas sedikit tapi berfrekuensi sering daripada kuantitas banyak tapi dengan frekuensi jarang. Selain pelet, Anda juga bisa menambahkan daun-daunan dan sayuran yang juga baik bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan gurame.



usaha ternak ikan laga menguntungkan

usaha ternak ikan laga menguntungkan
dengan sukses beserta kumpulan cara pemijahannya. kali ini saya  akan memberikan panduan cara yang efektif mengenai tehnik terbaru budidaya ikan laga aduan dari semua segi.dan akan menjadi bisnis yang menjanjikan buat anda.

Mungkin banyak orang yang berpikir ternak ikan laga adalah Peluang Bisnis atau pekerjaan yang susah dan membutuhkan biaya yang sangat mahal dalam proses budidayanya, Namun anggapan tersebut menurut kami itu salah besar. Karena pada dasarnya membudidayakan kan cantik ini tergolong mudah dan tidak membutuhkan biaya modal yang besar serta tidak membutuhkan tempat yang luas. Jika anda tertarik untuk membudidayakan ikan ini baca tulisan artikel dibawah berikut ini.

usaha ternak ikan laga menguntungkan
Langkah 1:
langkah awal siapkan induk ikan laga yang bagus dan siap untuk dikawinkan minimum ber usia 3-4 bulan dengan ciri-ciri ikan laga jantan sudah mengeluarkan gelembung buih, bentuk badan dan siripnya pajang, warna agak terang terang, gerakan lebih agresif dan cepat lalu, untuk indukan ikan laga betina yang sudah siap kawin memiliki ciri khas sudah ada bercak putih pada bawah perutnya, bentuk badan membulat, bagian perut agak buncit, mempunyai sirip pendek dan warnanya kusam dan gerakan lebih cenderung lambat.


1. Tips jitu cara pemijahan ikan laga:
Pijahkan indukan ikan cupang yang sudah di pilih dalam wadah atau akuarium. dan
Biarkan proses tersebut kurang lebih selama 24 jam atau sehari semalam,.Pada hari pertama ikan laga jantan akan membuat gelembung untuk telur dan dihari kedua akan terjadi proses perkawinan dan telur akan di simpan  oleh ikan jantan dalam gelembung buih tadi.
Setelah hari ke dua pisahkan ikan laga betina dari wadah ataupun akuarium biarkan ikan lagajantan bersama dengan telurnya.
usaha ternak ikan laga menguntungkan
Simpanlah wadah atau akuarium tersebut di tempat yang mungkin agak gelap dan jangan di pindah2 kan kerena jika telur tersebut jatuh dari gelembung maka telur tersebut akan mati dan dalam proses tersebut si jantan tidak usah diberi pakan.Biarkan proses tersebut berjalan selama  seminggu lebih atau satu minggu,setelah itu pisahkan indukan ikan laga jantan kemudian pindahkan bibit ataupun anaknya ikan laga ketempat yang lebih besar secara sangat hati hati untuk mengurangi resiko kematian bibit.


2. Tips Untuk Pemberian Pakan;
Untuk pakan bibit ikan laga yang berumur satu minggu dapat diberikan pakan air kol (air hasil rendaman sayur kol) karena air hasil rendaman sayur kol mengandung bakteri ataupun plankton atau bisa juga diberi makan jentik- jentik nyamuk yang sudah disaring. tambahanan nya boleh diberikan kuning telur ayam yang sudah direbus dengan cara menghaluskanya kuning telur.

cara ternak ikan hias di lahan sempit

Pembangunan perumahan yang semakin meluas membuat ketersediaan lahan untuk pembibitan menjadi berkurang.
Hal ini juga dibarengi dengan permintaan jumlah konsumsi ikan yang semakin meningkat sehingga tidak terjadi keseimbangan antara permintaan dan jumlah suplai yang tersedia.
Permasalah ini sebenarnya dapat diatasai dengan memanfaatkan lahan sempit yang tersedia di sekitar kita. Budidaya ikan juga bisa dilakukan pada lahan yang sempit namun tetap sesuai dengan prosedur.
cara ternak ikan hias di lahan sempit
Budidaya di lahan sempit bisa menggunakan berbagai bentuk sebagai wadah. Hal yang harus diperhatikan dalam budidaya di lahan sempit adalah pemilihan jenis ikan atau bibit, juga teknik budidaya yang digunakan.
Budidaya pada lahan sempit umumnya lebih cocok diterapkan pada ikan air tawar, untuk ikan jenis air payau atau air laut teknik ini terlalu cocok untuk digunakan. Ikan seperti lele, gurame, nila dan lainnya, sangat cocok diterapkan dengan metode seperti ini.

Persiapan kolam
Ini adalah menjadi persiapan awal yang penting dilakukan. Kolam yang digunakan untuk budidaya di lahan sempit bisa terbuat dari apa saja.
Kolam bisa dibuat di belakang rumah atau di samping rumah. Kolam untuk budidaya di lahan yang sempit juga bisa menggunakan media apapun. Keuntungan dari menggunakan perawatan yang tidak terlalu sulit.


Kolam Tanah
Jika Anda mempunyai lahan di delakang atau di samping rumah, itu sudah cukup untuk digunakan sebagai kolam.
Penggunaan kolam dari tanah mempunyai kelemahan jika jenis tanah yang digunakan tidak sesuai. Hal ini akan menyebabkan air cepat meresap dan menghilang.
Jika ingin menggunakan media tanah sebagai wadah, lapisi permukaan tanah tersebut dengan plastic tebal atau bahkan terpal.


Kolam terpal
Penggunaan kolam terpal memberikan keuntungan terhadap penggunaan lahan sempit. Penggunaan terpal sebagai kolam termasuk dalam kolam semi permanen karena dapat dipindah atau bahkan dibubarkan.
Kolam yang dibuat untuk budidaya jangan terlalu besar, ukuran standar yang biasa digunakan adalah 2x1m. Untuk ketinggian, usahakan untuk mengikuti jenis ikan yang dibudidaya. Karena setiap jenis ikan membutuhkan ketinggian air tertentu untuk berkembang secara optimal.


Akuarium
Jenis wadah ini basanya cocok digunakan untuk budidaya ikan hias. Penggunaan akuarium mempunyai keunggulan dalam hal fleksibilitas karena dapat dipindahkan ke tempat berbeda.
Yang harus diperhatikan dalam penggunaan akuarium adalah kebersihan dan pemberian bahan-bahan tertentu. Bahan ini dapat berupa ornament sebagai tempat pembiakan ikan hias.

Media lain
Untuk budidaya skala kecil terutama di lahan sempit, media budidaya yang dapat digunakan adalah drum atau ember.
Penggunaan media ini dinilai sangat praktis karena mempermudah budidaya. Kelemahan dari penggunaan media ini adalah daya tamping yang tidak terlalu banyak. Jenis budidaya yang cocok menggunakan media ini adalah jenis ikan hias atau belut.


Pemupukan dasar kolam
Untuk beberapa jenis budidaya ikan tertentu, pemupukan pada dasar kolam perlu dilakukan. Pemupukan hendaknya hanya dilakukan pada kolam yang terbuat dari tanah. Pemupukan juga harus meyesuaikan kadar keasaman tanah.

Penebaran benih
Penebaran benih harus dilakukan secara hati-hati, terutama untuk jenis ikan hias. Penebaran hendaknya harus melalui proses adaptasi terlebih dahulu.
Untuk jenis ikan tertentu, penebaran dapat dilakuka secara bersamaan dengan palstiknya. Sedangkan untuk jenis ikan lain, penebaran dapat dilakukan dengan cara menggoyang-goyangkan terlebih dahulu.

Pemberian pakan
Pakan yang diberikan biasanya tergantung dari jenis ikan yang dibudidaya. Yang menjadi perhataian adalah, pemberikan pakan harus sesuai sehingga porsinya akan pas.
Pemberian pakan yang berlebihan justru akan mengakibatkan kolam dan air menjadi kotor. Beberapa jenis ikn tidak akan tahan terhadap kualitas air yang buruk sehingga dapat mengganggu pertumbuhannya.

ternak ikan mas koki menguntungkan

Ikan koki merupakan salah satu ikan hias yang hidup di air tawar. Bentuknya yang bantek dan juga lucu membuat ikan koki ini mempunyai banyak penggemar. Selain itu, saat ini bentuk dari ikan koki ini telah terdapat banyak varian. Untuk lebih jelasnya tentang varaian dari ikan koki pembaca dapat membacanya pada jenis ikan mas koki.
Pada mulanya ikan koki merupakan ikan yang berasal dari negara china, namun saat ini ikan tersebut telah banyak dibudidayakan di berbagai negara, salah satunya adalah di Indonesia. Di Indonesia, ikan koki bisa dibudidayakan secara komersial, sehingga saat ini telah banyak pembudidaya yang menjual ikan koki. Selain itu, dengan harga yang bisa terbilang tinggi dan mempunyai banyak penggemar menjadikan usaha budidaya ikan koki menjadi pilihan untuk mendapatkan keuntungan.
Bagi pembaca yang ingin memulai usaha budidaya ikan koki, berikut SitusIkan.Com akan berbagi langkah-langkah cara budidaya ikan koki mudah dan menguntungkan. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat bagi pembaca.
ternak ikan mas koki menguntungkan 


Cara Ternak Ikan Mas Koki Menguntungkan 
Pemilihan Induk Ikan Koki
Pemilihan induk ikan koki merupakan langkah pertama dalam pembudidayaan ikan koki. Pada pemilihan induk, agar menghasilkan benih ikan koki yang memuaskan, induk yang baik dan siap dipijah mempunyai panjang tubuh minmal sekitar 7 cm atau sebesar telur bebek dan telah berumur lebih dari 7 bulan.
Induk dipilih berdasaran bentuk tubuh yang ideal, dengan mempunyai ekor yang lebar, sirip yang tegak saat bergerak, kepala kecil dan sisik yang indah atau tidak rontok. Agar nantinya benih yang dihasilkan berwarna-warni, maka induk yang dipilih harus mempunyai tubuh yang polos tapi berbeda antara jantan dan betina, misalnya betina berwarna putih jantan berwarna kuning. Induk ikan yang dapat dipijahkan harus ikan yang sehat, lincah dan sudah matang gonad.
Ciri-ciri Indukan Matang Gonad
Indukan Jantan : Jika diurut di bagian perut dapat keluar cairan berwarna putih susu, Terdapat benjolan kecil warna putih pada tutup insang atau kadang-kadang pada jari-jari pertama sirip dada, Bentuk dubur oval serta kecil.
Indukan Betina : Jika diurut di bagian perut dapat keluar cairan kuning berbentuk telur ikan koki, Di bagian perut agak membesar, Bentuk dubur besar serta bulat.
Persiapan Akuarium
Cara budidaya ikan koki bisa lakukan di dalam akuarium. Langkah kedua ini, hal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan Aquarium sebagai tempat pemijahan indukan ikan koki tersebut. Sediakanlah akuarium yang berukuran antara 80 cm x 40 cm x 40cm.
Air yang dimasukan ke dalam akuarium pemijahan harus bersih dan terhindar dari kaporit dengan kedalaman air 20cm. Setalah aquarium diisi dengan air, sebaiknya indukan ikan jangan langsung dimasukan, tetapi tunggu airnya mengendap terlebih dahulu untuk menurunan kadar Ph dalam air. Kadar Ph yang bagus untuk membudidayakan ikan koki sekitar 7,2 – 7,4. Sedangkan suhu air sekitar 24-26 derajat Celcius, dan mempunyai kandungan oksigen sekitar 2-5 ppm, kandungan co2 maksimal 10 ppm, dan nitrit maksimal 0,2. Khusus untuk oksigen dalam air ketersediaannya harus stabil. Untuk menyetabilkan oksigen air akuarium, kita bisa menggunakan aerator.
Agar telur nantinya tidak terceceran dalam Aquarium, masukan tanaman eceng gondok sebagai tempat menempelnya telur ikan dan juga bisa meningkatkan rangsangan indukan ikan koki dalam pemijahan. Tanaman enceng gondok yang dimasukan jangan sampai terlalu padat.


Pemijahan Ikan Koki
Pemijahan dilakukan ketika menjelang sore hari, dan ketika paginya telur-telur yang dihasilkan akan menempel pada enceng gondok yang disediakan. Proses dalam pemijahan ikan koki, ikan akan melakukan kerjar-kejar di dalam akuarium dan setelah melakukan perkawinan ikan jantan akan mengeluarkan sperma dan betina akan emngeluarkan sel telur dan sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada enceng gondok.
Induk yang telah melakukan perkawinan harus dipindahkan dari kolam pemijahan, hal ini dikarenakan indukan ikan koki akan memakan telur apabila ikan tersebut merasa lapar.


Penetasan Telur Ikan Koki
Proses penetasan telur-telur ikan koki berlangsung sekitar 2-4 hari. Dari sekian telur yang dihasilkan oleh ikan koki, biasanya terdapat beberapa telur yang tidak dapat menetas. Telur yang tidak bisa menetas biasanya akan membusuk dan berjamur. Ambil telur yang membusuk tersebut agar tidak mengotori air akuarium.
Setelah telur-telur tersebut menetas, harus benar-benar memperhatikan kondisi air dalam akuarium karena benih ikan sangat rentan untuk mati. Suhu air yang diperbolehkan antara 24-28 derajat celcius. Selain itu, ketersediaan oksigen juga perlu diperhatikan dan jika perlu gunakan aerator untuk menambah oksigen dalam air.
Ketika pertama kali menetas, benih ikan koki mempunyai butiran kuning yang menempel di sekitar area mulut. Butiran kuning ini adalah makanan untuk benih ikan koki itu sendiri. Apabila butiran kuning tersebut telah habis, benih baru bisa diberikan pakan.


Pembesaran Ikan Koki
Pembesaran dilakukan setelah benih ikan koki telah mencapai usia sekitar satu bulan. Pembesaran dilakukan dengan membutuhkan banyak sinar matahari, untuk itu buang sedikit dari tanaman eceng gondok yang sebelumnya telah dimasukan. Ikan yang telah siap untuk dijual dipasaran pada umumnya telah mencapai usia ikan sekitar 4 bulan lebih. Dan juga ikan koki yang telah berusia 4 bulan telah siap sebagai calaon indukan selanjutnya.


Pemberian Pakan
Banyaknya pakan yang diberikan tidak di anjurkan secara berlebihan dengan tujuan agar pakan tidak mengotori air yang ada dalam kolam. Banyaknya pakan yang umum diberikan dalam satu hari berkisar antara 3 – 5 persen dari berat total ikan yang dipelihara.
Pakan tidak diberikan sekaligus, namun diberikan secara bertahap. Jumlah makanan yang diberikan pada setiap waktu makan tergantung dari frekuensi pemberian. Artinya, jika frekuensi pemberian makanan dilakukan empat kali sehari, maka jumlah yang diberikan pada setiap waktu makan adalah 1/4 dari dosis yang telah ditentukan.
Pakan yang diberikan bisa berupa pakan buatan dengan membeli di pasar ikan hias. Namun, bisa juga memberikan pakan berupa cacing tanah.
Demikian Cara Budidaya Ikan Koki yang bisa pembaca praktekan di rumah. Semoga pembahasan kali ini bisa bermanfaat untuk pembaca dan juga SitusIkan.Com. Kunjungi terus SitusIkan.Com untuk mendapatkan informasi lainnya.

peluang menjanjikan ternak ikan arwana

peluang menjanjikan ternak ikan arwana
Diantara ikan hias air tawar, ada salah satu jenis ikan hias air tawar asli Indonesia yang banyak diminati masyarakat lokal dan luar negeri, yaitu Ikan Arwana. Dengan harganya yang lebih stabil dibanding ikan hias lain, membuat peluang bisnis ikan ini sangat menjanjikan. Nah, untuk Anda yang memutuskan memuka usaha budidaya ikan arwana, berikut adalah tips jitu-nya :
  1. Induk dipelihara dalam kolam berukuran 5x5 m dengan kedalaman air 0,5-0,75 m. Kolam ditutup plastik setinggi 0,75 m untuk mencegah lompatan ikan.
  2. Ruangan pemijahan dibangun di pojok perkolaman dan ditambah beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Hindari batu dan kerikil karena dapat melukai ikan atau tercampurnya pakan secara tidak sengaja.
  3. Kolam pembesaran dibangun di area tenang dan ditutup sebagian. Jauhkan dari sinar matahari lansung. Induk dipelihara dalam kolam pembesaran hingga mencapai matang atau kelenjar kelamin.
  4. Kualitas air dijaga agar mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. Penggantian air dilakukan sebaganyak 30-34% dari total volume dengan deklorinisasi atau air tersebut sudah dicampur zat untuk membunuh kuman dalam air.
  5. Keseimbangan gizi sangat penting bagi pemijahan dan kematangan gonad. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan atau udang hidup, dan ditambah pelet dengan kadar protein 32%. Jumlah pemberian pakan per hari adalah 2% dari bobot total tubuh.
  6. Inkubasi telur secara normal butuh 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur yang sudah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut penjantan satu bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati-hati dengan jaring halus, lalu diselimuti dengan handuk katun yang basah untuk menghindari ikan memberontak dan terluka. Ikan yang sudah terluka akan cacat hingga harganya turun.
  7. Untuk melepaskan larva dari mulut induk jantan, tarik perlahan bagian bawah mulut dan tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasi dalam akuarium. Jumlah larva yang dapat mencapai 25-30 ekor.
  8. Setelah dikeluarkan dari mulut pejantan, larva diinkubasi dalam akuarium berukuran 45 x 45 x 90 cm. Temperatur air 27-29 derajat celcius. diukur menggunakan pemanas thermostat.
  9. Ukuran mencegah arwana terkena infeksi akibat penanganan larva, larutkan acriflavine atau disinfektan dalam air sebanyak 2 tetes.
  10. Selama peroide inkubasi, larva tidak perlu diberi pakan. Beberapa minggu pertama selama kuning telur belum habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium.

usaha ternak ikan koki menguntungkan

usaha ternak ikan koki menguntungkan

Bisnis Budi Daya Ikan Hias telah menjadi sumber penghasilan banyak orang, salah satu ikan Hias air tawar yang cukup populer adalah Ikan Mas Koki. Bentuk tubuh dan warna indah yang dimiliki Mas Koki menjadi pemikat bagi para penggemar ikan hias air tawar. Selain itu harga ikan Mas koki juga tergolong tidak mahal, sehingga penggemar ikan hias jenis ini datang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berkantong tebal. Ikan Mas Koki biasa berharga dalam kisaran 2 ribu rupiah sampai 10 ribu rupiah tetapi Ikan Mas Koki yang berhasil menjadi juara dalam sebuah kontes akan memiliki harga yang bervariasi dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah per ekor.
Besarnya minat memelihara ikan Mas Koki juga didukung oleh kemudahan dalam memelihara dan membudidayakannya. Tidak memerlukan lahan yang luas serta makanan yang mudah diperoleh di sekitar tempat tinggal. Ikan Mas Koki bisa dipelihara di akuarium, kolam semen, bak fiber atau kolam model lain. Tak heran jika menggeluti Bisnis Budi daya ikan Mas Koki menjadi peluang usaha yang menawarkan keuntungan yang cukup lumayan.


Ikan Hias Mas Koki tidak hanya memiliki pasar di dalam negeri saja tetapi juga dieksport ke luar negeri dengan harga cukup tinggi. Konon Ikan Mas Koki berasal dari daratan Cina yang kini telah banyak dikembangbiakkan di Indonesia. Hobi memelihara ikan hias termasuk Ikan mas koki terkadang membuat orang betah berlama-lama di depan akuarium atau kolam, berapapun biaya rela dikeluarkan untuk menyalurkan hobi tersebut. Salah satu contoh sukses bisnis ikan hias Mas Koki adalah Yusak dan Agus Wijaya, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, yang juga pehobi ikan hias jenis koki. Selain membudidayakan Ikan Mas Koki keduanya seringkali mengikutkan ikan-ikan mas koki hasil budi dayanya dalam berbagai kontes dan menjadi juara. Setelah menjadi juara akan terjadi transaksi ikan Mas Koki dengan penghobi lain dan pada umumnya ikan mas Koki juara harganya akan menjadi mahal. Dengan demikian ini merupakan peluang usaha yang dapat dijadikan sandaran hidup.


Tidak jauh berbeda dengan Yusak Dan Agus, sukses bisnis budi daya ikan mas Koki juga ada di Desa Sawah Murti, Bojong Sempu, Parung, Bogor, Jawa Barat. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta, dan mudah dicapai. Salah seorang yang menekuni usaha budidaya ikan mas koki di desa itu adalah Muhammad Tabrani atau biasa dipanggil Pak Tatab. Dia membudidayakan ikan mas koki mulai dari pembenihan hingga pembesaran.Setiap bulannya dari tempat ini dihasilkan sekitar 30 ribu hingga 40 ribu ekor anakan ikan, yang dijual ke petani pembesaran di sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat dan Tangerang, Banten. Budidaya ikan mas koki termasuk usaha yang menguntungkan. Modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Gambaran analisis usaha Budi daya Ikan Mas Koki secara kasar sebagai berikut : Biaya pembuatan kolam pembenihan ukuran 5 kali tiga meter sekitar 250 ribu rupiah. Dibutuhkan sekitar 10 kolam dengan biaya sekitar dua setengah juta rupiah. Sedangkan biaya pakan cacing sutra sekitar 15 ribu rupiah per hari selama 20 hari. Setiap bulan dari penjualan anakan ikan mas koki diperoleh penghasilan tiga juta hingga 4 juta rupiah.


1. SEJARAH SINGKAT
Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.


2. SENTRA PERIKANAN
Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum. Adapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta


3. JENIS
Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:
Kelas : Osteichthyes
Anak kelas : Actinopterygii
Bangsa : Cypriniformes
Suku : Cyprinidae
Marga : Cyprinus
Jenis : Cyprinus carpio L.
Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut:
Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1.
Ikan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.
Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.
Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relatif panjang; penampang punggung membulat; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.
Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi. Dari sekian banyak strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang karena diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan relatif panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang banyak dibudidayakan.


4. MANFAAT
Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
Sebagai ikan hias.


5. PERSYARATAN LOKASI
Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mas. Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m³.
Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8.
Suhu air yang baik berkisar antara 20-25°C.


6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA


Penyiapan Sarana dan Peralatan
Kolam
Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Kolam pemeliharaan induk
Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.

Kolam pemijahan
Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m² dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.

Kolam pendederan
Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m2 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.


Peralatan
Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mas diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan mas antara lain adalah warring / scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

Persiapan Media
Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.


Pembibitan
Pemilihan Bibit dan Induk

Usaha pembenihan ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu secara tradisional, semi intensif dan secara intensif. Dengan semakin meningkatnya teknologi budidaya ikan, khususnya teknologi pembenihan maka telah dilaksanakan penggunaan induk-induk yang berkualitas baik. Keberhasilan usaha pembenihan tidak lagi banyak bergantung pada kondisi alam namun manusia telah banyak menemukan kemajuan diantaranya pemijahan dengan hipofisisasi, peningkatan derajat pembuahan telur dengan teknik pembunuhan buatan, penetasan telur secara terkontrol, pengendalian kuantitas dan kualitas air, teknik kultur makanan alami dan pemurnian kualitas induk ikan. Untuk peningkatan produksi benih perlu dilakukan penyeleksian terhadap induk ikan mas.
Adapun ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah sebagai berikut:
Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.
Sedangkan ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:

Betina
Badan bagian perut besar, buncit dan lembek.
Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Jantan
Badan tampak langsing.
Gerakan lincah dan gesit.
Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.


Sistim Pembenihan/Pemijahan
Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu

Sistim pemijahan tradisional
Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secara tradisional, yaitu:

Cara sunda:
luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; disediakan injuk untuk menepelkan telur; setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.

Cara cimindi:
luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan; disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah; setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain; tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.

Cara rancapaku:
luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu; disediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah; setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.; setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.

Cara sumatera:
luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan; disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air; setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain; setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

Cara dubish:
luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan; sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm; setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain; setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

Cara hofer:
sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.

Sistim kawin suntik
Pada sistim ini induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.

Pembenihan/Pemijahan
Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemijahan ikan mas:
Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.
Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.

Pemeliharaan Bibit/Pendederan
Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan (luas 200-500 meter persegi) yang sudah siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan. Begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit diseuaikan dengan ketentuan. Pendederan ikan mas dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu:
Tahap I: umur benih yang disebar sekitar 5-7 hari(ukuran1-1,5 cm); jumlah benih yang disebar=100-200 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 2-3 cm.
Tahap II: umur benih setelah tahap I selesai; jumlah benih yang disebar=50-75 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 3-5 cm.
Tahap III: umur benih setelah tahap II selesai; jumlah benih yang disebar=25-50 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 5-8 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.
Tahap IV: umur benih setelah tahap III selesai; jumlah benih yang disebar=3-5 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 8-12 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

Perlakuan dan Perawatan Bibit
Apabila benih belum mencapai ukuran 100 gram, maka benih diberi pakan pelet 2 mm sebanyak 3 kali bobot total benih yang diberikan 4 kali sehari selama 3 minggu.

Pemeliharaan Pembesaran
Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.

Polikultur
ikan mas 50%, ikan tawes 20%, dan mujair 30%, atau ikan mas 50%, ikan gurame 20% dan ikan mujair 30%.

Monokultur
Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan dengan polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk jantan dan betina.

Pemupukan
Pemupukan dengan kotoran kandang (ayam) sebanyak 250-500 gram/m2 , TSP 10 gram/m2 , Urea 10 gram/m2, kapur 25-100 gram/m2. Setelah itu kolam diisi air 39\0-40 cm. Biarkan 5-7 hari. Dua hari setelah pengisian air, kolam disemprot dengan insektisida organophosphat seperti Sumithion 60 EC, Basudin 60 EC dengan dosis 2-4 ppm. Tujuannya untuk memberantas serangga dan udang-udangan yang memangsa rotifera. Setelah 7 hari kemudian, air ditinggikan sekitar 60 cm. Padat penebaran ikan tergantung pemeliharaannya. Jika hanya mengandalkan pakan alami dan dedak, maka padat penebaran adalah 100-200 ekor/m2 , sedangkan bila diberi pakan pellet, maka penebaran adalah 300-400 ekor/m2 (benih lepas hapa). Penebaran dilakukan pada pagi/sore hari saat suhu rendah.

Pemberian Pakan
Dalam pembenihan secara intensif biasanya diutamakan pemberian pakan buatan. Pakan yang berkualitas baik mengandung zat-zat makanan yang cukup, yaitu protein yang mengandung asam amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Perawatan larva dalam hapa sekitar 4-5 hari. Setelah larva tidak menempel pada kakaban (3-4 hari kemudian) kakaban diangkat dan dibersihkan. Pemberian pakan untuk larva, 1 butir kuning telur rebus untuk 100.000 ekor/hari. Caranya kuning telur dibuat suspensi (1/4 liter air untuk 1 butir), kuning telur diremas dalam kain kemudian diberikan pada benih, perawatan 5-7 hari.

Pemeliharaan Kolam/Tambak
Dalam hal pemeliharaan ikan mas yang tidak boleh terabaikan adalah menjaga kondisi perairan agar kualitas air cukup stabil dan bersih serta tidak tercemari/teracuni oleh zat beracun.


7. HAMA DAN PENYAKIT
Hama
Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

Ucrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.

Kodok
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.

Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.

Lingsang
Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.

Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

Ikan gabus
Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.

Belut dan kepiting
Pengendalian: lakukan penangkapan.

Penyakit
Bintik merah (White spot)
Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.
Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.

Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)
Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.
Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m2 , biarkan selama 1-2 minggu.

Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)
Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang.
Pengendalian:
direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam; hindari penebaran ikan yang berlebihan.

Kutu ikan (argulosis)
Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).
Pengendalian:
ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit; dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.

Jamur (Saprolegniasis)
Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.
Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.
Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.

Gatal (Trichodiniasis)
Menyerang benih ikan.
Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium.
Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.

Bakteri psedomonas flurescens
Penyakit yang sangat ganas.
Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.
Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Bakteri aeromonas punctata
Penyakit yang sangat ganas.
Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati dan ginjal.
Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.


Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mas:
  1. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
  2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
  3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
  4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
  5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
  6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
  7. Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.


8. PANEN
Pemanenan Benih
Sebelum dilakukan pemanenan benih ikan, terlebih dahulu dipersiapkan alat-alat tangkap dan sarana perlengkapannya. Beberapa alat tangkap dan sarana yang disiapkan diantaranya keramba, ember biasa, ember lebar, seser halus sebagai alat tangkap benih, jaring atau hapa sebagai penyimpanan benih sementara, saringan yang digunakan untuk mengeluarkan air dari kolam agar benih ikan tidak terbawa arus, dan bak-bak penampungan yang berisi air bersih untuk penyimpanan benih hasil panen. Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00–05.00 pagi dan sebaiknya berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terik matahari yang dapat mengganggu benih ikan kesehatan tersebut. Pemanenan dilakukan mula-mula dengan menyurutkan air kolam pendederan sekitar pkul 04.00 atau 05.00 pagi secara perlahan-lahan agar ikan tidak stres akibat tekanan air yang berubah secara mendadak. Setelah air surut benih mulai ditangkap dengan seser halus atau jaring dan ditampung dalam ember atau keramba. Benih dapat dipanen setelah dipelihara selama 21 hari. Panenan yang dapat diperoleh dapat mencapai 70-80% dengan ukuran benih antara 8-12 cm.

Cara Perhitungan
Benih Untuk mengetahui benih ikan hasil panenan yang disimpan dalam bak penyimpanan maka sebelum dijual, terlebih dahulu dihitung jumlahnya. Cara menghitung benih umumnya dengan memakai takaran, yaitu dengan menggunakan sendok untuk larva dan kebul, cawan untuk menghitung putihan, dan dihitung per ekor untuk benih ukuran glondongan. Penghitungan benih biasanya dengan cara:
  1. Penghitungan dengan sendok.
  2. Penghitungan dengan mangkok.
Pembersihan
Pada umumnya, dasar kolam pendederan sudah dirancang miring dan ada saluran di tengah kolam, selain itu pada dasar kolam tersebut ada bagian yang lebih dalam dengan ukuran 1-2 meter persegi sehingga ketika air menyurut, maka benih ikan akan mengumpul di bagian kolam yang dalam tersebut. Benih ikan lalu ditangkap sampai habis dan tidak ada yang ketinggalan dalam kolam. Benih ikan tersebut semuanya disimpan dalam bak-bak penampungan yang telah disiapkan.

Pemanenan Hasil Pembesaran
Untuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran umumnya dilakukan panen total. Umur ikan mas yang dipanen berkisar antara 3-4 bulan dengan berat berkisar antara 400-600 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak pemanenan / petak penangkapan dibuat seluas 2 meter persegi di depan pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.

9. PASCAPANEN
Penanganan pascapanen ikan mas dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.


Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
  1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.
  2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
  3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
Penanganan ikan segar
Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
  1. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
  2. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
  3. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
  4. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan erbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:
Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

Sistem terbuka
Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.

Sistem tertutup
Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.H2O sebanyak 9 gram.

Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
  1. masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
  2. hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
  3. alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);
  4. kantong plastik lalu diikat.
  5. kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:
Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1- 2 menit.
Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.


10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
Analisis Usaha Budidaya
Analisis budidaya ikan mas koki dengan luas lahan 70 m 2 (kapasitas 1000 ekor) selama 7 bulan pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat.

Biaya produksi
Sewa dan pembuatan kolam Rp. 1.500.000,-
Benih ikan 1.000 ekor, @ Rp.100,- Rp. 100.000,-
Pakan
Cacing rambut 150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 225.000,-
Pelet udang 10 kg @ Rp. 9.500,- Rp. 95.000,-
Tepung jagung 50 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 75.000,-
Ganti air 7 bulan x 4 x2 @ Rp. 5.000,- Rp. 140.000,-
Tenaga kerja 28 minggu @ Rp.10.000,- Rp. 280.000,-
Obat-oabatan Rp. 10.000,-
Peralatan Rp. 50.000,-
Lain-lain Rp. 150.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 2.625.000,-
Pendapatan
Panen I (2 bulan) 400 ekor @ Rp.1.000,- Rp. 400.000,-
Panen II (4 bulan) 250 ekor @ Rp. 3.000,- Rp. 750.000,-
Panen III ( 2 bulan) 250 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. 2.500.000,-
Jumlah pendapatan Rp. 3.650.000,-
Keuntungan dalam 7 bulan Rp. 1.025.000,- --> Keuntungan per bulan Rp. 146.425,-
Parameter kelayakan usaha : B/C ratio 1,39

Gambaran Peluang Agribisnis
Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan mas dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan mas mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan mas boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

bisnis untung ternak ikan nila di kolam terpal

sekarang ini banyak sekali peluang bisnis yang mungkin tidak kita sadari. peluang bisnis yang mungkin bisa membawa kita kedalam dunia bisnis besar. peluang bisnis itu iyalah berbudidaya ikan nila. dalam berbudidaya ikan nila tidak begitu sulit seperti apa yang selalu kita pikirkan. dalam berbudidaya ikan nila kita tidak harus menggunakan lahan yang luas untuk membuwat kolam yang besar cukup menggunakan kolam yang terbuat dari terpal kita sudah dapat berbudidaya ikan nila.
tidak hanya itu waktu yang kita perlukan pun sangat sedikit hanya memerlukan waktu ketika kita santai. penghasilan yang didapatkan pun begitu menggiurkan tak tanggung-tanggung kisaran 68 jutaan/panen. bagi yang minat budidaya ikan nila, kali ini dunia pengetahuan memberikan sedikit pengetahuan tentang car budidaya ikan nila. untuk lebih jelasnya langsung saja ya sobat.


bisnis untung ternak ikan nila di kolam terpal
Ikan nila merupakan jenis ikan untuk konsumsi dan hidup di air tawar. Ikan ini cenderung sangat mudah dikembangbiakkan serta sangat mudah dipasarkan karena merupakan salah satu jenis iklan yang paling sering dikonsumsi sehari-hari oleh Masyarakat. Dengan teknik budidaya yang sangat mudah, serta pemasarannya yang cukup luas, sehingga budidaya ikan nila sangat layak dilakukan, baik skala rumah tangga maupin skala besar atau perusahaan.


Jenis Jenis Ikan Nila
Klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut:
  1. Kelas : Osteichthyes
  2. Sub-kelas : Acanthoptherigii
  3. Crdo : Percomorphi
  4. Sub-ordo : Percoidea
  5. Famili : Cichlidae
  6. Genus : Oreochromis
  7. Spesies : Oreochromis niloticus
Terdapat beberapa jenis nila yang dikenal di masyarakat, antara lain: nila biasa, nila merah (nirah), nila albino, nila gesit, dan nila gift

Persyaratan Lokasi Budidaya Ikan Nila
  1. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  2. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  3. Ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi (500 m dpl).
  4. Kualitas air untuk pemeliharaan ikan nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kekeruhan air yang disebabkan oleh pelumpuran akan memperlambat pertumbuhan ikan. Lain halnya bila kekeruhan air disebabkan oleh adanya plankton. Air yang kaya plankton dapat berwarna hijau kekuningan dan hijau kecokelatan karena banyak mengandung Diatomae. Sedangkan plankton/alga biru kurang baik untuk pertumbuhan ikan. Tingkat kecerahan air karena plankton harus dikendalikan yang dapat diukur dengan alat yang disebut piring secchi (secchi disc). Untuk di kolam dan tambak, angka kecerahan yang baik antara 20-35 cm.
  5. Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha. Kondisi perairan tenang dan bersih, karena ikan nila tidak dapat berkembang biak dengan baik di air arus deras.
  6. Nilai keasaman air (pH) tempat hidup ikan nila berkisar antara 6-8,5. Sedangkan keasaman air (pH) yang optimal adalah antara 7-8.
  7. Suhu air yang optimal berkisar antara 25-30o C.
  8. Kadar garam air yang disukai antara 0-35 per mil.
bisnis untung ternak ikan nila di kolam terpal


Cara budidaya ikan nila terdiri dari beberapa tahapan yang sangat penting untuk diketahui, yaitu mulai dari persiapan kolam, penerbaran benih ikan, pencegahan penyakit, dan masa pemanenan. Untuk mengetahi secara detail tentang langkah-langkah tersebut diatas, maka berikut akan diberikan penjelasannya secara spesifik kepada Anda.


1. Persiapan Kolam
Kolam adalah salah satu hal yang paling penting untuk membudidayakan ikan nila. Kolam sebagai tempat pembiakan ikan nila perlu dipersiapakan secara maksimal, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
  • Pengeringan kolam;
  • Perbaikan pematang, saluran pemasukkan dan pengeluaran;
  • Pengapuran dengan ukuran 25-1000 gram/m2;
  • Pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/ M2, urea 15 gram/ m2 dan TSP gram/ m2.;
  • Pengisian air kolam;
  • Dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida;
  • Untuk mencegah h.ewan/ ikan lain masuk, maka dapat dipasang saringan pada pintu masuk air;
  • Masukkan air sampai kedalaman 80 - 150 cm, kemudian tutup pintu pemasukkan dan pengeluarannya, biarkan air tergenang;
  • Penebaran Ikan Nila dilakukan setelah 5 - 7 hari pengisian air kolam.
2. Penerban Benih Ikan Nila
Setelah tahapan proses persiapan kolam terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kelima samapai hari ketujuh setelah masa pengisian air kolam dilakukan akan dilakukan penebaran benih ikan nila. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ukuran benih ikan yang disebarkan hendaknya berukuran antara 8-12 cm atau dengan ukuran berat 30 gram/ekor dengan pada tebar sekitar 5-10 ekor/m2. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 6 bulan atau hingga ukuran berat ikan nila sudah mencapai 400-600 gram/ekor. Untuk mengetahui cara membuat bibit ikan nila unggulan silahkan lihat DISINI.


3. Pemberian Makanan
Dalam pemberian makanan ikan nila diberikan setiap hari dengan komposisi makanan alami dan juga makanan tambahan. Makanan ikan nila ini bisa terdiri dari dedak, ampas kelapa, pelet dan juga sisa-sisa makanan dapur.
Umumnya pemberian pakan dilakukan dengan ukuran seperti berikut ini:
1. Protein 20-30%;
2. Lemak 70% (maksimal.);
3. Karbohidrat 63 - 73%.
4. Pakanyaberupa hijau-hijauan diantaranya adalah :
- Kaliandra
- Kalikina atau kecubung;
- Kipat
- Kihujan


4. Penyakit
Ikan nila pada umumnya dapat diserang oleh penyakit serius yang disebabkan oleh lingkan dan keadaan yang tidak menyenangkan, seperti populasi yang terlalu padat, kekurangan makanan, penanganan yang kuran baik dan sebagainya. Penanggulangan yang paling efektif dilakukan adalah dengan memberikan kondisi yang lebih baik pada kolam ikan tersebut.
Apabila sudah terjadi penyakit yang serius pada sebuah kolam ikan nila, maka semua upaya yang dilakukan akan terlambat dan sia-sia. Penyembuhan dengan memberikan antibiotic atau fungisida ke seluruh kolam memerlukan biaya yang cukup mahal.
Untuk mengatasi hal ini, maka salah satu hal yang paling umum dilakukan adalah melakukan pencegahan akan lebih murah dibandingkan dengan melakukan pengobatan, yaitu dengan jalan lain melakukan pengeringan pada kolam dan melakukan penyiapan dari permulaan.


4. Pemanenan Ikan Nila
Masa pemanenan ikan nila sudah dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 - 6 bulan. Ikan nila pada usia 4-6 bulan pemeliharaan akan memiliki berat yang bevariasi, yaitu antara 400-600 gram/ekor.
Bila ukuran berat dari masing-masing ikan dirasa belum maksimal, maka pemanenan bisa juga dilakukan dengan sistem bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.
Untuk melakukan pemanenan secara mudah bisa juga dilakukan dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.
dalam budi daya ikan nila tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kolam yang terbuat dari semen taupun langsung menggunakan tanah melainkan juga dapat menggunakan kolam yang terbuat dari terpal.


Berikut ini cara membuat kolam untuk budidaya ikan nila menggunakan terpal
bisnis untung ternak ikan nila di kolam terpal
Bahan:
  • Terpal (ukuran sesuai dengan keinginan anda)
  • Sekam
  • Batako / Bata Merah


Cara pembuatan kolam terpal
  • Cari posisi tanah yang langsung terkena sinar matahari dan cukup luas untuk pembuatan kolam.
  • Gali tanah sesuai dengan luas kolam yang anda inginkan dengan kedalaman ± 50 cm.
  • Tanah hasil galian tadi digunakan untuk tanggul di sisi kolam dan dipadatkan supaya tanggul tersebut kuat lalu permukaan tanggul diberi batako / bata merah supaya permukaannya rata.
  • Setelah penggalian selesai, selanjutnya dasar kolam diberi sekam secar merata.
  • Terpal siap dipasang dan diisi air.
  • Diatas terpal diberi batako / bata merah lagi supaya aman dan rapi. Hal ini dimaksudkan juga supaya terpal tidak gampang berubah posisi, terutama saat angin berhembus lumayan kencang.
Budidaya ikan nila memerlukan kualitas air yang bagus

Setelah kolam terpal jadi, hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan nila adalah air. Sumber air yang akan kita gunakan haruslah air yang bersih, dapat  berupa air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain yang layak digunakan. Lebih ideal lagi jika kolam terpal mendapat pasokan dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau.


Analisa KeuntunganUsaha
Pembesaran Ikan Nila

Pembesaran nila mulai dari benih berumur dua bulan (ukuran jempol) sampai nila berukuran 4-5 kg/ekor selama 4 bulan. perhitungan yang digunakan dalam usaha pembesaran nila sebagai berikut:
-         Luas kolam 1000 m persegi merupakan lahan sewa
-         Benih yang akan dibesarkan sebanyak 60.000 ekor
-         Jumlah tenaga kerja dua orang. Rp 750.000/bln/org
-         Pembesaran ini selama empat bulan berukuran 200-300 g/ekor.
-         Total produksi nila konsumsi yang dipanen kurang lebih 10 ton.


Modal sarana pembesaran
- Kolam 1000 meter persegi selama empat bulan
Rp. 1.200.000
- Benih nila 60.000 ekor
Rp. 9.000.000
- Alat perikanan
Rp. 500.000
Total
Rp. 10.700.000
Biaya operational 
- Pakan buatan sendiri
Rp. 42.000.000
- Tenaga kerja dua orang
Rp. 6.000.000
- Obat-obatan dan keperluan lain
Rp.10.000.000
Total
Rp. 58.000.000
Total Pengeluaran=Modal Sarana Pembesaran + Biaya Operational    
= Rp. 10.700.000 + Rp. 58.000.000
= Rp. 68.700.000
demikian dunia pengetahuan berbagi informasi tentang bisnis untung ternak ikan nila di kolam terpal semoga bermanfaat bagi sobat semua.