Showing posts with label ternak belut. Show all posts
Showing posts with label ternak belut. Show all posts

Friday, October 28, 2016

cara beternak belut benar dan mudah

Budidaya belut termasuk salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Banyak cara dalam budidaya belut. Seperti budidaya belut air bersih, budidaya belut tanpa lumpur, budidaya belut kolam terpal dan budidaya belut dalam drum.
Permintaan belut dipasaran sangatlah tinggi, tetapi tidak diimbangi dengan stok belut dari para pembudidaya belut. Nah, inilah kesempatan kamu untuk memulai melakukan budidaya belut.
Bagaimana cara memulai budidaya belut yang baik dan benar? Penjelasan di bawah ini akan membantu kamu memahami lebih jauh tentang budidaya belut.


Kolam Budidaya Belut
cara beternak belut benar dan mudah
Belut mempunyai dua sistem pernafasan sehingga belut bisa hidup didua tempat, bisa hidup di lumpur dan air yang tidak terlalu banyak. Belut termasuk kelompok jenis ikan, tapi tentunya belut berbeda dengan jenis ikan pada umumnya.
Biasanya budidaya belut dilakukan di kolam semen atau kolam drum. Dalam pembahasan kali ini kami akan membahas budidaya belut dengan menggunakan kolam drum.
Kamu bisa menggunakan drum bekas yang sudah dibersihkan terlebih dahulu. Buatlah lubang memanjang dibagian atas drum. Kemudian, simpan drum tersebut di atas tanah yang datar supaya drum tidak terguling.


Media Tumbuh Budidaya Belut
Media tumbuh belut yang digunakan mempunyai peranan penting dalam keberhasilan budidaya belut. Untuk kolam drum biasanya menggunakan media tumbuh berupa jerami padi pupuk TSP, lumpur kering, kompos dan mikroorganisme starter.
Ketebalan jerami yang digunakan sekitar 50 cm pada bagian bawah drum. Sirami jerami tadi dengan menggunakan mikroorganisme starter sebanyak 1 liter untuk setiap drum. Setelah itu tambahkan lapisan kompos setinggi 7 cm.
Pada lapisan paling atas tambahkan lumpur kering yang sudah kamu campurkan dengan pupuk TSP 5 kg dengan ketinggian sekitar 25 cm.
Setelah pembuatan lapisan selesai, kamu bisa mulai mengisi air ke dalam drum sampai ketinggian 17 cm. Biarkan drum selama dua minggu untuk melaui fase fermentasi media tumbuh. Setelah itu baru masukkan bibit belut ke dalam drum.


Cara Memilih Bibit Belut
cara beternak belut benar dan mudah
Supaya hasil budidaya belut memuaskan, pilihlah bibit belut yang paling bagus dan sehat. Sebaiknya kamu memilih bibit belut yang mempunyai ukuran seragam, supaya tidak saling memangsa antar belut yang ada di kolam drum.
Pilih bibit belut yang aktif dan lincah, bebas dari berbagai penyakit dan ukurannya kurang lebih 10-12 cm.


Pemberian Pakan Belut
Pemilihan bibit yang seragam dimaksudkan supaya tidak terjadi kanibal sesama belut. Begitupun dengan pemberian pakan, kamu harus memberikan pakan sama rata untuk setiap kolam drum belut.
Takaran pemberian pakan bisa disesuaikan dengan ukuran dan populasi belut di kolam drum. Biasanya pemberian pakan perhari yang ideal yaitu sekitar 5-20% dari bobotnya.
Belut biasanya mencari mangsa di sore atapun malam hari. Oleh karena itu, kamu bisa memberi pakan belut pada waktu-waktu ini. Pakan belut bisa berupa kecebong, bekicot, atau ikan-ikan kecil yang sudah dipotong menjadi kecil.


Panen Belut
cara beternak belut benar dan mudah
Dalam satu kolam drum kamu bisa memasukkan bibit belut sebanyak 2 kg dengan ukuran bibit 11 – 13 cm. Masa panen belut yang dibudidayakan dalam kolam drum biasanya 3 – 4 bulan.
Bibit belut untuk ukuran 7 -12 cm bisa kamu beli dengan harga sekitar Rp 55.000 per Kg. Selanjutnya untuk belut konsumsi bisa kamu jual dengan harga Rp 32.000 per Kg (isi 4-6 ekor).


Pemasaran Belut
Seperti yang telah disebutkan di atas, permintaan pasar akan belut sangatlah banyak. Jadi, kamu gak harus pusing untuk memasarkan belut hasil budidaya. Kamu bisa menjualnya langsung ke tengkulak atau menjualnya ke pedagang-pedagang kecil di pasar tradisional.



tips ampuh ternak belut

Selain pekarangan milik sendiri, lahan sempit juga terdapat diberbagai tempat diperkotaan. Dikompleks-kompleks perumahan terdapat rumah-rumah sempit yang tidak dimanfaatkan karena terlalu sempit. Hanya sebagian kecil dimanfaatkan untuk pembanguan pos roda atau ditanami oleh mereka yang rumahnya berada didekat tanah sempit tersebut. Tanah sempit ini selain ditanami tanaman-tanaman umur pendek, juga dapat digunakan untuk budidaya ikan. Salah satu ikan yang cocok dibudidayakan dilahan dilahan sempit itu adalah belut.
Karena lahan sempit, wadah yang cocok digunakan adalah drum/tong, toren atau kolam terpal. Wadah budidaya tersebut mudah dibongkar dan dipindahkan, jika lokasi yang digunakan harus diahli fungsikan untuk kepentingan umum yang lain.
Didaerah perkotaan, juga sering ditemukan tanah ditengah pemungkiman yang kosong atau belum dimanfaatkan oleh pemiliknya. Tanah-tanah ini biasanya sempit, hanya cocok untuk membangun satu unit rumah sederhana ukuran 12 x 6 m atau 15 x 7 m. Tanah ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produksi, seperti pertanian dan perikanan skala rumah tangga dengan menyewakan lahan tersebut.
tips ampuh ternak belut
Untuk usaha perikanan budidaya, belut merupakan jenis ikan yang cocok dibudidayakan dilahan sempit tersebut. Budidaya belut dilahan sempit dengan sistem sewa sangat cocok, karena waktu budidaya yang pendek, 3-6 bulan, serta menggunakan wadah budidaya yang mudah dibongkar dan dipindahkan, ketika pemilik tanah hendak menggunakan tanahnya atau usaha hendak dipindahkan. Penggunaan drum/tong, toren, dan kolam terpal cocok untuk lahan sempit yang disewa.


LAHAN KRITIS
Lahan keritis yang dimaksud disini adalah lahan yang tidak terlalu ideal untuk kegiatan pertanian maupun perikanan, misalnya lahan tandus atau lahan berpasir. Lahan menjadi tandus karena curah yang rendah sehingga hanya tanaman tertentu dapat tumbuh. Pasokan air sangat terbatas karena tanah tidak mampu menahan dan menyimpan air.
Lahan tandus sulit digunakan untuk budidaya ikan, selain karena terbatasnya sumber air, juga tanah yang tidak cocok untuk pembangunan kolam yang nasional. Namun, untuk budidaya ikan yang tidak konvensional dapat dilakukan dilahan tandus. Ikan-ikan yang tahan hidup pada perairan yang minim oksigen dapat dibudidayakan dilahan tandus dengan menggunakan wadah budidaya berupa kolam terpal, kolam beton, drum/tong, dan toren.
Untuk mengatasi perubahan  suhu yang ekstrim atau drastis karena panas matahari dapat dilakukan penanaman pohon-pohon yang mampu hidup dilahan tandus. Pepohonan dapat menjadi pelindung bagi wadah budidaya sehingga suhu media dan air didalam wadah diharapkan lebih stabil.
Lahan kritis lain yang tidak cocok untuk aktivitas budidaya ikan, terutama dengan kolam konvensional adalah tanah porous, yaitu tanah yang kandungan pasirnya besar sehingga tidak cocok untuk membangun kolam konvensional.
Tanah-tanah tersebut dapat dijadikan lokasi budidaya ikan tetapi wadah yang digunakan tidak memanfaatkan tanah untuk menmpung air, melainkan wadah yang diletakkan diatas atau di dalam tanah, seperti kolam beton, kolam terpal, drum/tong, dan toren. Belut merupakan jenis ikan yang cocok untuk dibudidayakan dilahan yang kritis.



cara budidaya belut menguntungkan bagi pemula

cara budidaya belut menguntungkan bagi pemula

Belut merupakan binatang air yang digolongkan dalam kelompok ikan. Berbeda dengan kebanyakan jenis ikan lainnya, belut bisa hidup dalam lumpur dengan sedikit air. Binatang ini mempunyai dua sistem pernapasan yang bisa membuatnya bertahan dalam kondisi tersebut.
Jenis belut yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah belut sawah (Monopterus albus). Di beberapa tempat dikenal juga belut rawa (Synbranchus bengalensis). Perbedaan belut sawah dan belut rawa yang paling mencolok adalah postur tubuhnya. Belut sawah tubuhnya pendek dan gemuk, sedangkan belut rawa lebih panjang dan ramping.
Terdapat dua segmen usaha budidaya belut yaitu pembibitan dan pembesaran. Pembibitan bertujuan untuk menghasilkan anakan. Sedangkan pembesaran bertujuan untuk menghasilkan belut hingga ukuran siap konsumsi.
Kali ini alamtani akan menguraikan tentang budidaya pembesaran belut di kolam tembok. Mulai dari pemilihan bibit hingga pemanenan. Semoga bermanfaat.


Memilih bibit belut
Bibit untuk budidaya belut bisa didapatkan dari hasil tangkapan atau hasil budidaya. Keduanya memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing.
Bibit hasil tangkapan memiliki beberapa kekurangan, seperti ukuran yang tidak seragam dan adanya kemungkinan trauma karena metode penangkapan. Kelebihan bibit hasil tangkapan adalah rasanya lebih gurih sehingga harga jualnya lebih baik.
Kekurangan bibit hasil budidaya harga jualnya biasanya lebih rendah dari belut tangkapan. Sedangkan kelebihannya ukuran bibit lebih seragam, bisa tersedia dalam jumlah banyak, dan kontinuitasnya terjamin. Selain itu, bibit hasil budidaya memiliki daya tumbuh yang relatif sama karena biasanya berasal dari induk yang seragam.
Bibit belut hasil budidaya diperoleh dengan cara memijahkan belut jantan dengan betina secara alami. Sejauh ini di Indonesia belum ada pemijahan buatan (seperti suntik hormon) untuk belut. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembibitan, silahkan baca kiat sukses pembibitan belut.
Bibit yang baik untuk budidaya belut hendaknya memiliki kriteria berikut:
  1. Ukurannya seragam. Ukuran bibit yang seragam dimaksudkan untuk memudahkan pemeliharaan dan menekan risiko kanibalisme atau saling memangsa.
  2. Gerakannya aktif dan lincah, tidak loyo.
  3. Tidak cacat atau luka secara fisik.
  4. Bebas dari penyakit.
Budidaya belut untuk segmen pembesaran biasanya menggunakan bibit belut berukuran panjang 10-12 cm. Bibit sebesar ini memerlukan waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan, hingga siap konsumsi. Untuk pasar ekspor yang menghendaki ukuran lebih besar, waktu pemeliharaan bisa mencapai 6 bulan.


Menyiapkan kolam budidaya belut
Budidaya belut bisa dilakukan dalam kolam permanen maupun semi permanen. Kolam permanen yang sering dipakai antara lain kolam tanah, sawah, dan kolam tembok. Sedangkan kolam semi permanen antara lain kolam terpal, drum, tong, kontainer plastik dan jaring.
Kali ini kita akan membahas budidya belut di kola tembok. Kolam tembok relatif lebih kuat, umur ekonomisnya bisa bertahan hingga 5 tahun.
Bentuk dan luas kolam tembok bisa dibuat berbagai macam, disesuaikan dengan keadaan ruang dan kebutuhan. Ketinggian kolam berkisar 1-1,25 meter. Lubang pengeluaran dibuat dengan pipa yang agak besar untuk memudahkan penggantian media tumbuh.
Untuk kolam tembok yang masih baru, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa minggu. Kemudian direndam dengan air dan tambahkan daun pisang, sabut kelapa, atau pelepah pisang. Lakukan pencucian minimal tiga kali atau sampai bau semennya hilang.


Media tumbuh untuk budidaya belut
Di alam bebas belut sering dijumpai dalam perairan berlumpur. Lumpur merupakan tempat perlindungan bagi belut. Dalam kolam budidaya pun, belut membutuhkan media tumbuh berupa lumpur.
Beberapa material yang bisa dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain, lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba dekomposer.
Komposisi material organik dalam media tumbuh budidaya belut tidak ada patokannya. Sangat tergantung dengan kebiasaan dan pengalaman. Pembudidaya bisa meramu sendiri media tumbuh dari bahan-bahan yang mudah didapatkan.
Berikut ini salah satu alternatif langkah-langkah membuat media tumbuh untuk budididaya belut:
  1. Bersihkan dan keringkan kolam. Kemudian letakkan jerami padi yang telah dirajang pada dasar kolam setebal kurang lebih 20 cm.
  2. Letakkan pelepah pisang yang telah dirajang setebal 6 cm, di atas lapisan jerami.
  3. Tambahkan campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus setebal 20-25 cm, di atas pelepah pisang. Pupuk organik berguna untuk memicu pertumbuhan biota yang bisa menjadi penyedia makanan alami bagi belut.
  4. Siram lapisan media tumbuh tersebut dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, misalnya larutan EM4.
  5. Timbun dengan lumpur sawah atau rawa setebal 10-15 cm. Biarkan media tumbuh selama 1-2 minggu agar terfermentasi sempurna.
  6. Alirkan air bersih selama 3-4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi tersebut untuk membersihkan racun. Setel besar debit air, jangan terlalu deras agar tidak erosi.
  7. Langkah terakhir, genangi media tumbuh tersebut dengan air bersih. Kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam tersebut bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok. Jangan terlalu padat.
  8. Dari proses di atas didapatkan lapisan media tumbuh/lumpur setebal kurang lebih 60 cm. Setelah semuanya selesai, bibit belut siap untuk ditebar.
Penebaran bibit dan pengaturan air
Belut merupakan hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2.
Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina.
Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan terlalu deras (air seperti genangan sawah) yang penting terjadi sirkulasi air. Atur juga kedalaman air, hal ini berpengaruh pada postur tubuh belut. Air yang terlalu dalam akan membuat belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan, sehingga belut akan lebih kurus.

Pemberian pakan
Belut merupakan hewan yang rakus. Keterlambatan dalam memberikan pakan bisa berakibat fatal. Terutama pada belut yang baru ditebar.
Takaran pakan harus disesuaikan dengan berat populasi belut. Secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.
Berikut kebutuhan pakan harian untuk bobot populasi belut 10 kg:
  1. Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
  2. Umur 1-2 bulan: 1 kg
  3. Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
  4. Umur 3-4 bulan: 2 kg
Pakan budidaya belut bisa berupa pakan hidup atau pakan mati. Pakan hidup bagi belut yang masih kecil (larva) antara lain zooplankton, cacing, kutu air (daphnia/moina), cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan belut yang telah dewasa bisa diberi makanan berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi pemberian pakan hidup dapat dilakukan 3 hari sekali.
Untuk pakan mati bisa diberikan bangkai ayam, cincangan bekicot, ikan rucah, cincangan kepiting yuyu, atau pelet. Pakan mati untuk budidaya belut sebaiknya diberikan setelah direbus terlebih dahulu. Frekuensi pemberian pakan mati bisa 1-2 kali setiap hari.
Karena belut binatang nokturnal, pemberian pakan akan lebih efektif pada sore atau malam hari. Kecuali pada tempat budidaya yang ternaungi, pemberian pakan bisa dilakukan sepanjang hari.

Pemanenan
Tidak ada patokan seberapa besar ukuran belut dikatakan siap konsumsi. Tapi secara umum pasar domestik biasanya menghendaki belut berukuran lebih kecil, sedangkan pasar ekspor menghendaki ukuran yang lebih besar. Untuk pasar domestik, lama pemeliharaan pembesaran berkisar 3-4 bulan, sedangkan untuk pasar ekspor 3-6 bulan, bahkan bisa lebih, terhitung sejak bibit ditebar.
Terdapat dua cara memanen budidaya belut, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian dilakukan dengan cara memanen semua populasi belut, kemudian belut yang masih kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali.
Sedangkan pemanenan total biasanya dilakukan pada budidaya belut intensif, dimana pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan secara cermat. Sehingga belut yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih seragam.

panduan budidaya belut bagi pemula

panduan budidaya belut bagi pemula
Buat Yang ingin Beternak Belut,Khususnya Pemula berikt ini Saya berikan Panduanya semoga bermanfaatKolam:
Kolam pembesaran belut dapat menggunakan kolam permanen ( tembok ) memiliki ukuran maksimal 500 cm X 500 cm kedalaman 120 cm, kolam dari Drum bekas / tong , kolam jarring namun demikian anda juga bisa menggunakan kolam terpal dengan ukuran 400 cm X 200 cm dengan kedalaman 100 cm.
Menggunakan kolam terpal memang lebih efisien dan mudah dipindahkan apabila ingin dipindahkan ke tempat lain. Kondisi air ph ideal bagi belut adalah 5 – 7 dengan suhu air antara 16 – 21 derajat Celcius. Untuk menghindari suhu kolam naik akibat sinar matahari langsung sebaiknya kolam diberi atap atau di beri tanaman eceng gondok di atas permukaan air.


Media Pemeliharaan
Setelah anda menyiapkan kolam tersebut di atas, langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan media pemeliharaan dengan urutan dan ukuran sebagai berikut:


Jerami setinggi 25 - 40 cm.
  1. Pupuk Urea 5 kg dan NPK 5 kg (kolam berukuran 500 cm X 500 cm atau perbandingannya). Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
  2. Pupuk Kandang setinggi 5 cm.
  3. Pupuk kompos setinggi 5 cm.
  4. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
  5. Cincangan Batang Pisang setinggi 10 cm.
  6. Lumpur/tanah setinggi 15 cm.
  7. Air setinggi 5 cm.
Untuk mempercepat fermentasi media diatas pupuk kandang dan kompos dapat digunakan Fermentor atau pupuk cair dg kandungan Microba Organik untuk membuat kompos seperti NOPKOR yang paling effective,dan mudah di dapat ( tuangkan secara merata dg dosis 1 liter untuk kolam berukuran 500 cm X 500 cm atau perbandingannya ),
Media pemeliharaan ini di diamkan agar terjadi proses permentasi selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu, atau paling lama 1 bulan sehingga siap untuk ditaburi bibit/benih belut yang akan dibudidayakan. Untuk mengetahui media sdh matang dgn menencapkan bambu / peralon sampai kedasar kolam angkat pelan- pelan keatas bila gelembung bening dan tdk ada bau maka media sudah matang. Setelah media matang alirkan air selama 3 – 4 hari untuk menghilangkan racun diamkan selama sehari bibit baru boleh ditebar


Persiapan benih / bibit belut
Pelaksanaan pembesaran dapat dimulai setelah kolam dan media pemeliharaan siap. Langkah berikutnya adalah memilih bibit belut yang baik agar hasilnya dapat masimal. Bibit belut ini harus dipilih yang sempurna atau normal dan singkirkan yang tidak normal. Belut yang berkualitas ini akan menghasilkan hasil yang baik, sehingga akan berkembang dengan baik pula.
Belut berkualitas memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  1. Anggota tubuh utuh dan mulus yaitu tidak ada luka gigitan atau goresan.
  2. Gerakan lincah dan agresif.
  3. Penampilan sehat yang dicirikan tubuh yang keras dan tidak lemas manakala dipegang.
  4. Tubuh dan kepala seimbang / kecil dan berwarna kuning kecoklatan.
    Umur antara 2-4 bulan. Tidak dianjurkan benih berwarna hitam dgn bagian perut berwarna kemerahan benih seprti ini akan tumbuh kerdil, hindari membeli benih dgn cara setrum, benih yg baik adalah hasil tangkapan dgn wuwu / bubu.
  5. Pakan dan kebiasaan makan belut
Belut merupakan hewan karnifora alias pemangsa binatang lain, secara alami memakan binatang kecil yang masih hidup seperti siput, cacing, anak ikan, bekicot dll. Pakan mulai diberikan setelah benih masuk ke kolam perbesaran setelah 3 hari atau hari ke 4 jadi tidak di benarkan memberikan pakan buatan / palet setiap hari harus berseling 2 atau 3 hari sekali ini di maksud untuk mendapatkan hasil produktivitas secara maximum. Jumpah pakan yang diberikn harus sesuai dengan pertumbuhan belut itu sendiri. Sebagai gambaran bulan pertama pemeliharaan diperlukan 5 % dr jumplah / berat benih yang di tebar ( misalkan 40 kg benih diperlukan 2 kg pakan).umur 1~2 bulan sebanyak 6,5 %, bulan ke 2~3 sebanyak 8 % dan 3~4 bulan sebanyak 10 %.


Hama dan Penyakit
  1. Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
  2. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak,burung, serangga, musang air dan ikan gabus.
  3. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing.
Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri,jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.


Panen
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai denganpermintaan pasar/konsumen 10 ~15 ekor / kg).
Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain : bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.dan jangan lupa Komentarnya ya.

panduan cara ternak belut menguntungkan

panduan cara ternak belut menguntungkan
Belut merupakan binatang air yang digolongkan dalam kelompok ikan. Berbeda dengan kebanyakan jenis ikan lainnya, belut bisa hidup dalam lumpur dengan sedikit air. Binatang ini mempunyai dua sistem pernapasan yang bisa membuatnya bertahan dalam kondisi tersebut.
Jenis belut yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah belut sawah (Monopterus albus). Di beberapa tempat dikenal juga belut rawa (Synbranchus bengalensis). Perbedaan belut sawah dan belut rawa yang paling mencolok adalah postur tubuhnya. Belut sawah tubuhnya pendek dan gemuk, sedangkan belut rawa lebih panjang dan ramping.

Terdapat dua segmen usaha budidaya belut yaitu pembibitan dan pembesaran. Pembibitan bertujuan untuk menghasilkan anakan. Sedangkan pembesaran bertujuan untuk menghasilkan belut hingga ukuran siap konsumsi.
Kali ini alamtani akan menguraikan tentang budidaya pembesaran belut di kolam tembok. Mulai dari pemilihan bibit hingga pemanenan. Semoga bermanfaat.


Memilih bibit belut
Bibit untuk budidaya belut bisa didapatkan dari hasil tangkapan atau hasil budidaya. Keduanya memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing.
Bibit hasil tangkapan memiliki beberapa kekurangan, seperti ukuran yang tidak seragam dan adanya kemungkinan trauma karena metode penangkapan. Kelebihan bibit hasil tangkapan adalah rasanya lebih gurih sehingga harga jualnya lebih baik.
Kekurangan bibit hasil budidaya harga jualnya biasanya lebih rendah dari belut tangkapan. Sedangkan kelebihannya ukuran bibit lebih seragam, bisa tersedia dalam jumlah banyak, dan kontinuitasnya terjamin. Selain itu, bibit hasil budidaya memiliki daya tumbuh yang relatif sama karena biasanya berasal dari induk yang seragam.
Bibit belut hasil budidaya diperoleh dengan cara memijahkan belut jantan dengan betina secara alami. Sejauh ini di Indonesia belum ada pemijahan buatan (seperti suntik hormon) untuk belut. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembibitan, silahkan baca kiat sukses pembibitan belut.
Bibit yang baik untuk budidaya belut hendaknya memiliki kriteria berikut:
  • Ukurannya seragam. Ukuran bibit yang seragam dimaksudkan untuk memudahkan pemeliharaan dan menekan risiko kanibalisme atau saling memangsa.
  • Gerakannya aktif dan lincah, tidak loyo.
  • Tidak cacat atau luka secara fisik.
  • Bebas dari penyakit.
Budidaya belut untuk segmen pembesaran biasanya menggunakan bibit belut berukuran panjang 10-12 cm. Bibit sebesar ini memerlukan waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan, hingga siap konsumsi. Untuk pasar ekspor yang menghendaki ukuran lebih besar, waktu pemeliharaan bisa mencapai 6 bulan.

Menyiapkan kolam budidaya belut
Budidaya belut bisa dilakukan dalam kolam permanen maupun semi permanen. Kolam permanen yang sering dipakai antara lain kolam tanah, sawah, dan kolam tembok. Sedangkan kolam semi permanen antara lain kolam terpal, drum, tong, kontainer plastik dan jaring.
Kali ini kita akan membahas budidya belut di kola tembok. Kolam tembok relatif lebih kuat, umur ekonomisnya bisa bertahan hingga 5 tahun.
Bentuk dan luas kolam tembok bisa dibuat berbagai macam, disesuaikan dengan keadaan ruang dan kebutuhan. Ketinggian kolam berkisar 1-1,25 meter. Lubang pengeluaran dibuat dengan pipa yang agak besar untuk memudahkan penggantian media tumbuh.
Untuk kolam tembok yang masih baru, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa minggu. Kemudian direndam dengan air dan tambahkan daun pisang, sabut kelapa, atau pelepah pisang. Lakukan pencucian minimal tiga kali atau sampai bau semennya hilang.


Media tumbuh untuk budidaya belut
Di alam bebas belut sering dijumpai dalam perairan berlumpur. Lumpur merupakan tempat perlindungan bagi belut. Dalam kolam budidaya pun, belut membutuhkan media tumbuh berupa lumpur.
Beberapa material yang bisa dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain, lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba dekomposer.
Komposisi material organik dalam media tumbuh budidaya belut tidak ada patokannya. Sangat tergantung dengan kebiasaan dan pengalaman. Pembudidaya bisa meramu sendiri media tumbuh dari bahan-bahan yang mudah didapatkan.
Berikut ini salah satu alternatif langkah-langkah membuat media tumbuh untuk budididaya belut:
  1. Bersihkan dan keringkan kolam. Kemudian letakkan jerami padi yang telah dirajang pada dasar kolam setebal kurang lebih 20 cm.
  2. Letakkan pelepah pisang yang telah dirajang setebal 6 cm, di atas lapisan jerami.
  3. Tambahkan campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus setebal 20-25 cm, di atas pelepah pisang. Pupuk organik berguna untuk memicu pertumbuhan biota yang bisa menjadi penyedia makanan alami bagi belut.
  4. Siram lapisan media tumbuh tersebut dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, misalnya larutan EM4.
  5. Timbun dengan lumpur sawah atau rawa setebal 10-15 cm. Biarkan media tumbuh selama 1-2 minggu agar terfermentasi sempurna.
  6. Alirkan air bersih selama 3-4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi tersebut untuk membersihkan racun. Setel besar debit air, jangan terlalu deras agar tidak erosi.
  7. Langkah terakhir, genangi media tumbuh tersebut dengan air bersih. Kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam tersebut bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok. Jangan terlalu padat.
  8. Dari proses di atas didapatkan lapisan media tumbuh/lumpur setebal kurang lebih 60 cm. Setelah semuanya selesai, bibit belut siap untuk ditebar.
Penebaran bibit dan pengaturan air
Belut merupakan hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2.
Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina.
Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan terlalu deras (air seperti genangan sawah) yang penting terjadi sirkulasi air. Atur juga kedalaman air, hal ini berpengaruh pada postur tubuh belut. Air yang terlalu dalam akan membuat belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan, sehingga belut akan lebih kurus.


Pemberian pakan
Belut merupakan hewan yang rakus. Keterlambatan dalam memberikan pakan bisa berakibat fatal. Terutama pada belut yang baru ditebar.
Takaran pakan harus disesuaikan dengan berat populasi belut. Secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.
Berikut kebutuhan pakan harian untuk bobot populasi belut 10 kg:
  • Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
  • Umur 1-2 bulan: 1 kg
  • Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
  • Umur 3-4 bulan: 2 kg
Pakan budidaya belut bisa berupa pakan hidup atau pakan mati. Pakan hidup bagi belut yang masih kecil (larva) antara lain zooplankton, cacing, kutu air (daphnia/moina), cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan belut yang telah dewasa bisa diberi makanan berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi pemberian pakan hidup dapat dilakukan 3 hari sekali.
Untuk pakan mati bisa diberikan bangkai ayam, cincangan bekicot, ikan rucah, cincangan kepiting yuyu, atau pelet. Pakan mati untuk budidaya belut sebaiknya diberikan setelah direbus terlebih dahulu. Frekuensi pemberian pakan mati bisa 1-2 kali setiap hari.
Karena belut binatang nokturnal, pemberian pakan akan lebih efektif pada sore atau malam hari. Kecuali pada tempat budidaya yang ternaungi, pemberian pakan bisa dilakukan sepanjang hari.


Pemanenan
Tidak ada patokan seberapa besar ukuran belut dikatakan siap konsumsi. Tapi secara umum pasar domestik biasanya menghendaki belut berukuran lebih kecil, sedangkan pasar ekspor menghendaki ukuran yang lebih besar. Untuk pasar domestik, lama pemeliharaan pembesaran berkisar 3-4 bulan, sedangkan untuk pasar ekspor 3-6 bulan, bahkan bisa lebih, terhitung sejak bibit ditebar.
Terdapat dua cara memanen budidaya belut, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian dilakukan dengan cara memanen semua populasi belut, kemudian belut yang masih kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali.
Sedangkan pemanenan total biasanya dilakukan pada budidaya belut intensif, dimana pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan secara cermat. Sehingga belut yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih seragam.

investasi budidaya ikan belut

investasi budidaya ikan belut
1. LATAR BELAKANG
Dalam rangka mengangkat usaha perekonomian masyarakat kecil dan menengah khususnya di Indramayu sekaligus memanfaatkan lahan-lahan yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemilik lahan, maka kami bersama kawan-kawan berinisiatip untuk menjalankan suatu usaha bersama. Didasari oleh pengalaman dari kawan-kawan yang telah pernah membuktikan hasilnya maka kami bersepakat untuk menjalankan usaha pembesaran belut.
Kita ketahui bersama Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil.
Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Di Indramayu sendiri keinginan masyarakat pengkonsumsi daging belut amatlah tinggi, akan tetapi untuk mendapatkan daging belut segar itu amatlah susah karena keterbatasan orang orang atau pedadang yang menyediakan daging belut, artinya belut hanya dijumpai di beberapa tempat saja. Untuk itu penulis beserta kawan kawan ingin sekali membudidayakan belut untuk konsumsi masyarakat Indramayu yang nantinya akan menjadi produsen daging belut utamanya di Indramayu


2. BISNIS
a)    Konsep Bisnis
Kenapa kami memilih membudidayakan belut? Kenapa bukan ayam, ikan, sapi atau yang lain nya? Ada beberapa asumsi menurut kami diantaranya yaitu :
  1. Belut gampang pemeliharaan nya
  2. Kebutuhan masyarakat akan daging belut tinggi
  3. Kurang nya para peternak belut di Indramayu (Peluang bisnis)
  4. Jarang ada penyakit belut (Lain dengan hewan lain nya)
  5. Kaya akan gizi
  6. Pangsa pasar terbuka lebar
  7. Produknya tidak terpengaruh oleh waktu, artinya jika pada hari tersebut tidak laku untuk di jual maka belut tersebut tidak akan mati akan tetapi dapat di jual pada lain waktu
Salah satu alasan kami menyukai budidaya belut adalah belut kaya akan gizi. Lalu apa saja kandungan gizi pada belut? Kandungan gizi pada belut di antaranya adalah :
Ø  Sumber Energi :
Nilai Energi Belut                             : 303 kkal/100gr
Nilai Energi Telur                             : 162 kkal/100gr
Nilai Energi Daging Sapi                    : 207 kkal/100gr
Kesimpulannya adalah sangat baik dijadikan sumber energy

Ø  Sumber Protein :
Nilai protein pada belut    (18,4 g/100 g daging)
Protein daging sapi          (18,8 g/100g)
Protein telur                   (12,8 g/100 g).


Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu :
1. Leusin, lisin :
Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesetimbangan nitrogen pada orang dewasa, selain itu juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot.

2. Asam aspartat:
asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter.

3. Asam glutamate:
sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG).

4. Kandungan arginin (asam amino nonesensial)
pada belut dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.


Kesimpulan :
Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga usia lanjut.


* Kaya Vitamin & Mineral
  1. Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu. Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.
  2. Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor harus berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan.
  3. Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan proses reproduksi.
  4. Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.
  5. Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1 persen (berdasarkan berat kering).
b)     Produk yang di tawarkan
Produk dari usaha ini adalah belut berukuran sedang atau menengah, yaitu terdiri dari 6-8 ekor/kg. Tentunya dengan kualitas belut yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi konsumen.


c)      Harga
Harga belut untuk pasar Indramayu saat ini masih berfluktuasi antara Rp. 20.000 – 30.000/kg, dan tentunya mengikuti harga yang berlaku dipasaran. Hal ini untuk mengatasi persaingan agar produk yang kita tawarkan juga dapat diterima dan dijangkau oleh konsumen.


d)     Persediaan barang dan pemasaran
Masa panen untuk yang kami ternak, yaitu belut sawah atau lindung (Monopterus albus) adalah 3 bulan. Dari penyemaian bibit sebanyak 100 kg, diperkirakan menghasilkan belut siap panen sebanyak 300 – 400 kg. jika kebutuhan belut masyarakat Indramayu 30 kg per hari, maka produk kami hanya  bisa mensuplay kebutuhan belut untuk 2 minggu. Berdasarkan survey sementara yang kami lakukan di pasar-pasar belut Indramayu masih terjadi kekurangan suplay belut tersebut, berdasarkan permintaan kekurangannya diperkirakan 10-15 kg/hari. Dengan demikian produk kami akan mampu mencukupi permintaan konsumen. Untuk pemasaran belut diIndramayu saat ini yaitu pasar-pasar tradisional Indramayu seperti, pasar ikan, mall, dan pasar tradisional lainnya.


e)      Lokasi dan pilihan wilayah
Adapun tempat atau lokasi budidaya belut yang ingin kami kembangkan adalah di rumah salah satu anggota kami yaitu pekarangan rumah Bapak Karmin desa Pekandangan Jaya kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu. Alasan kami memilih rumah Karmin sebagai lokasi budidaya adalah :
  1. Halaman rumah dan pekarangannyanya luas sehingga dapat di jadikan tempat budidaya
  2. Rumah nya berada di dekat sungai/parit sehingga kebutuhan akan air dan tanah rawa tercukupi
  3. Suhu pekarangan rumah cenderung dingin karena banyak pohon dan jauh dari bising nya kendaraan dan asap sehingga efektif untuk budidaya belut
f)      Foto Lokasi
investasi budidaya ikan belut
g)     Operasi gerai


PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1.   Penyiapan Sarana dan Peralatan

  • Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.
  • Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
  • Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m² . Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m² . Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m² . Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m² . Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20 cm) daya tampungnya 50 ekor/m² , hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 30-50 cm.
  • Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester/dengan lapisan papan lalu menggunakan terpal untuk lapisan nya
  • Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.
  • Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.
2.   Penyiapan Bibit
  • Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
  • Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.
  • Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.
  • Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m 2 . Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
3.   Perlakuan dan Perawatan Bibit
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.

4.   Pemeliharaan Pembesaran
  • Pemupukan, Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
  • Pemberian Pakan, Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
  • Pemeliharaan Kolam dan Tambak, Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.
HAMA DAN PENYAKIT
1.   Hama
  • Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut
  • Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus.
  • Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
2.   Penyakit
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

PANEN
Pemanenan belut yaitu :
Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.
Dalam usaha  ini hanya untuk membesarkan belut siap jual untuk dikonsumsi .

PASCAPANEN
Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.

Gambaran Peluang Agribisnis
Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.

3. PASAR
Untuk saat ini daerah pemasaran belut diIndramayu adalah pasar-pasar tradisional yang tersebar dikota Indramayu dan sekitarnya. Namun apabila permintaan belut semakin tinggi, tidak tertutup kemungkinan untuk belut dipasarkan di mall atau super market yang menjual kebutuhan pokok dan sayuran.

4. PELANGGAN
Pelanggan atau konsumen belut tidak terbatas, karena belut termasuk bahan makanan dengan hargau terjangkau sehingga konsumen dari kalangan bawah maupun menengah dan atas dapat mengkonsumsi belut. Faktor lain yang mendukung pasar belut diIndramayu adalah masih kurangnya produksi belut Indramayu ataupun distribusi belut di Indramayu. Pasar belut Indramayu masih memungkinkan bagi para pengembang maupun pendatang baru untuk mendapatkan pelanggan atau konsumen.

5. PERSAINGAN
Di Indramayu masih sedikit orang yang beternak belut, bahkan dibeberapa pasar konsumen sering kecewa saat ingin membeli belut untuk dikonsumsi karena memang stok belut sendiri masih kurang. Konsumen harus berebut untuk dapat membeli belut agar tidak kehabisan, kondisi demikian sudah tentu dapat digambarkan bahwa persaingan antar produsen belut belumlah menjadi permasalahan, sebab pasar sendiri masih belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen.

6. MANAJEMEN
Susnan kerja sama ternak belut terdiri dari :
Penanggung Jawab              : Tanggung jawab seluruh anggota.
Ketua                                : JARKASIH MA'RUF
Sekretaris                          : SYAMSUL HADI
Pemasaran                         : ASEP
Teknis                               : KASMUDI / HASANUDIN
Operasional lapangan dilakukan secara bersama-sama atau secara bergiliran.

7. PROYEKSI KEUANGAN
a.      Modal
Harga bibit /kg 30.000 X 25kg X 18 petak   Rp.13.500.000,-
Biaya pembuatan kolam :
  • Kaso 1 kubik                                       Rp.  1.750.000, -
  • Terpal @250.000 X 18                          Rp.  4.500.000,-
  • Paku + kawat                                      Rp.    200.000,-
  • Biaya pembuatan /upah tukang              Rp.  1.800.000,-
  • Pompa air+ pipa/faralon                        Rp.  1.000.000,-
  • Vaksin dan obat-obatan (2 bulan)           Rp.     350.000,-
  • Bambu                                                Rp.  1.000.000,-
  • Biaya Pemeliharaan (2 bulan)                 Rp.  3.500.000,-
  • Jerami dan kompos (2 bulan)                  Rp.     800.000,-
  • Akomodasi                                     Rp.  1.600.000,-                    Jumlah                                                Rp. 30.000.000,-
b.      Asumsi Penjualan
Panen pertama setelah belut berumur 2 bulan, selanjutnya panen akan dilakukan setiap seminggu sekali. Asumsinya adalah dengan jumlah 18 petak maka selama satu periode (1 minggu) maka akan dapat memanen 2 petak ± 500 kg, jika harga belut diperkirakan rata-rata Rp. 20.000/ kg maka pendapatan yang dapat diperoleh selama satu periode adalah:
250 X 2 (Petak) X 20.000 = Rp. 10.000.000,- (pendapatan kotor)


c.       Produk Mix
Produk mix adalah keseluruhan jajaran produk dan unsur produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Ternak belut tidak menghasilkan produk sampingan sehingga produk mix dari usaha ini hanyalah daging belut atau belut siap konsumsi saja. Karena selain itu tidak ada yang dapat dijual dari usaha ini.


d.      Gaji
Rancangan bisnis ternak belut ini adalah kerjasama dengan bantuan modal dari pihak lain,baik pinjaman maupun bantuan sukarela (hibah). Seluruh kegiatan produksi dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian kerja yang disepakati bersama. Sehingga bentuk kerja sama ini tidak memerlukan gaji atau upah, akan tetapi bagi hasil dari sisa pendapatan setelah dikurangi dengan biaya operasional dan pengembalian modal.


e.       Kinerja Keuangan
Modal Tetap:
  • Kaso 1 kubik                                       Rp.  1.750.000, -
  • Terpal @250.000 X 18                          Rp.  4.500.000,-
  • Paku + kawat                                      Rp.    200.000,-
  • Biaya pembuatan /upah tukang             Rp.  1.800.000,-
  • Pompa air+ pipa/faralon                       Rp.  1.000.000,-
  • Bambu                                               Rp.  1.000.000,-
Modal lancar per periode:
  • Bibit belut 50 Kg                  Rp. 1.500.000,-/periode
  • Vaksin dan obat-obatan         RP.     43.750,-/periode
  • Biaya operasional kendaraan  RP. 1.000.000,-/periode
(pembelian dan penjualan)
  • Jerami dan kompos               Rp.    200.000,-/periode
  • Upah pekerja                       Rp.    400.000,-/periode
  • Biaya cadangan                    Rp.    500.000,-/periode
  • Jumlah                               Rp.  3.643.750,-/periode
Maka apabila di kalkulasikan antara pendapatan kotor dikurangi pengeluaran = pendapatan bersih :
Pendapatan kotor                        Rp. 10.000.000,-/periode
Pengeluaran                                Rp.  3.643.750,-/periode ―
Pendapatan bersih                       Rp.  6.356.250,-/periode


f.       Pembagian Keuntungan.
Pembagian keuntungan akan akan kita kemas dalam beberapa paket yang pada dasarnya dalam semua paket, investor tetap akan mendapatkan keuntungan yang sama nilainya. Perbedaannya terdapat pada pendek dan lamanya waktu saja. Adapun paket-paket tersebut adalah sbb:


ü  Paket I
Dengan nilai investasi jangka panjang sebesar Rp. 30.000.000,- maka investor akan mendapatkan 18 petak lahan belut dengan intersitas waktu panen satu kali dalam satu minggu setelah 2 bulan pertama sehingga investor akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 2.000.000,- perminggu / perpanen.


ü  Paket II
Dengan investasi senilai Rp. 3.500.000,- maka investor akan mendapatkan keuntungan Rp. 2.000.000,- dalam satu kali panen dengan kurun waktu 2 bulan dan investor dapat mengambil kembali modal awal dan keuntungannya.


ü  Paket III
Dengan investasi sebesar Rp. 3.500.000,- maka investor akan mendapatkan keuntungan Rp. 2.000.000,- dalam satu kali panen dengan kurun waktu 2 bulan tetapi investor tidak mengambil keuntungan tersebut dan terus melanjutkan sampai pada panen ke dua dalam dua bulan berikutnya sehingga artinya investor telah memiliki keuntungan sebesar Rp. 4.000.000,- selanjutnya investor melanjutkan kembali keuntungan yang ada untuk menginvestasikan dengan mengambil petak ke dua. Artinya dalam empat bulan tersebut investor telah memiliki dua petak lahan dengan pengembalian sisa keuntungan sebesar Rp. 500.000,- dan seterusnya sampai batas waktu yang diinginkan oleh investor.


Bila kita perhitungkan dengan suku bunga Bank yang hanya dalam kisaran 2,5 % tentunya keuntungan dalam bisnis ini jauh lebih menguntungkan.
Di dalam bisnis ini kita memakai aturan yang legal yang diikat dalam sebuah MOU. Sedangkan utuk setiap lahan tempat investasi akan kita beri nama sesui dengan nama investor masing-masing.


KESIMPULAN
a.   Bisnis usaha budidaya dan pembesaran belut ini adalah suatu usaha legal yang menguntungkan semua pihak (investor, pemilik lahan, petani penggarap)
b.   Belut adalah jenis hewan yang tahan akan segala macam cuaca, hama dan penyakit. Sehingga secara teoritis belut memiliki angka kematian 0%.
c.   Pemeliharaan belut yang relative mudah sehingga memungkinkan tingkat hasil panen yang memuaskan.
d.   Pangsa pasar yang luas, terbukti sampai saat ini telah banyak para penjual/bakul belut yang memesan kepada kami untuk menjual hasil budidaya belut kami kepada mereka dengan kuantitas pesanan tak terhingga. Sedangkan untuk para eksportir sendiri juga siap menampung hasil budidaya belut kami asalkan sesuai dengan kwalitas ekspor dengan kuantitas tidak terhingga pula.
e.   Usaha ini murni usaha kerakyatan karena akan membuka tenaga kerja yang besar sekaligus memanfaatkan lahan-lahan anggota yang selama ini tidak maksimal dalam penggunaanya. Sehingga investasi anda secara langsung sudah mengangkat ekonomi masyarakat.




bisnis ternak belut dalam tong menguntungkan

bisnis ternak belut dalam tong menguntungkan
Cara dan Teknik Budidaya Belut Dalam Drum Tong Tanpa Lumpur. informasi mengenai teknik dan cara pengembangan budidaya belut yang bisa anda pelajari lewat PDF mungkin untuk dapat berbisnis dibidang belut yang sudah mencapai kesuksesan para exportir belut ke luar negeri, beberapa tips sederhana dapat anda pelajari untuk dapat mengembangkan budidaya belut secara besar maupun skala kecil, nah mari kita coba bahas sedikit Cara Teknik Budidaya Belut Dalam Drum Tong Tanpa Lumpur dibawah ini.


Media Campuran Belut
Menurut Ruslan, Cara Budidaya Belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan ayah dari 3 anak itu terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg. Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam, ujar peraih gelar Master of Management dari Philipine University itu.
Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.
bisnis ternak belut dalam tong menguntungkan
Pakan hidup Belut
Berdasarkan pengalaman Ruslan, sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.
Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi, ujar Ruslan.
Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.


Hujan buatan
Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati, ujar Son Son. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.
Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali, tutur Ruslan.
Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Son Son menggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal, ujar alumnus Institut Teknologi Indonesia itu.
Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati, ucap Son Son.
Hal senada diamini Ruslan. Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam, ujar Ruslan. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.
nah mungkin selain budidaya belut diatas mungkin anda tertarik untuk mencoba memahami Cara Budidaya Tomat serta Cara Membuat Kerupuk dan semoga berfaedah untuk anda dalam mengembangkan Cara Teknik Budidaya Belut Dalam Drum Tong Tanpa Lumpur diatas.


Analisis Usaha Budidaya Belut di Dalam Tong atau Drum
Asumsi
1. Tong atau drum yang digunakan bervolume 200 liter sebanyak 20 buah.
2. Lama setiap periode pemeliharaan 4 bulan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika periode pemeliharaan bisa lebih cepat menjadi 3 bulan.
3. Tong atau deum dapat digunakan selama 4 tahun (12 Periode pemeliharaan)
4. Cat Minyak, Pipa PVC dan perlengkapan pendukung dapat digunakan selama 4 tahun
5. Padat tebar bibit 2 kg per drum, menggunakan bibit berjumlah 80-100 ekor per kg. Jadi kepadatan maksimal tong 200 ekor bibit.
6. Kegiatan budi daya dilakukan sendiri oleh pembudidaya, hanya proses penyiapan tong dan pembuatan media yang menggunakan tenaga kerja borongan.
7. Media yang digunakan adalah campuran tanah yang dimatangkan dengan media instan bokashi.
8. Pakan utama yang dibudidayakan sendiri, sehingga menekan biaya pakan.


Analisis Usaha
Biaya investasi
- Tong atau drum 20 buah @ Rp100.000………………….Rp 2.000.000
- Cat minyak 7 kaleng @ Rp8.000……………………………..Rp 56.000
- Pipa PVC 2 inchi 3 batang @ Rp30.000…………………..Rp 90.000
- Perlengkapan pendukung
(ember, cangkul, serok, baskom, Was, dan jeriken)……Rp 200.000
- Upah pembuatan tong (borongan…………………………….Rp 100.000
Total investasi……………………………………………………………Rp2.446.000


Biaya operasional per periode pemeliharaan
— Biaya Tetap
Penyusutan tong atau drum Rp2.000.000 : 12 …………Rp 167.000
Penyusutan cat Rp56.000 : 12 ………………………………….Rp 4.700
Penyusutan pipa PVC Rp90.000 : 12……………………….. Rp 7.500
Penyusutan peralatan pendukung Rp200.000 : 12…… Rp 16.700
Penyusutan upah persiapan drum Rp100.000: 12…….. Rp 8.400
total biaya tetap………………………………………………………….. Rp 204.300
— Biaya Tidak Tetap
Bibit belut 40 kg x Rp40.000/kg……………………………………………. Rp 1.600.000
Pelet, cacing, dan ikan-ikanan kecil 474 kg x Rp3.000/kg………. Rp 1.422.000
EM4 4,5 botol x Rp , 25.000/ botol…………………………………………. Rp 112.500
Jerami padi 4 ikat x Rp5.000/ikat………………………………………….. Rp 20.000
Batang pisang 10 batang x Rp1.000/batang……………………………. Rp 10.000
Bekatul atau dedak 67 kg x Rp2.000/kg………………………………….. Rp 134.000
Pupuk kandang 4 karung x Rp6.000/karung…………………………… Rp 24.000
Gula 0,25 kg x Rp6.000/kg……………………………………………………… Rp 1.500
HSC (Humic Substance Complex) 1 botol………………………………….. Rp 90.000
Tenaga pembuatan media…………………………………………………………. Rp 50.000
Total biaya tidaktetap……………………………………………………………….. Rp3.464.000
— Total Biaya Operasional
Total biaya operasional = Total Biaya Tetap + Total Biaya Tidak Tetap
= Rp204.300 + Rp3.464.000
= Rp3.668.300


3. Penerimaan per Periode
Penjualan hasil panen 400 kg x Rp25.000/kg = Rp10.000.000


4. Keuntungan
Keuntungan = Total penerimaan – total biaya operasional
= Rp10.000.000 – Rp3.668.300
= Rp6.331.700


5. Pay Back Period
Pay back period adalah waktu titik batik modal atau titik impas,
yaitu perbandingan antara total investasi dengan keuntungan yang diperoleh.
Pay back period = (Total investasi : keuntungan) x 1 bulan
= (Rp2.446.000 : Rp6.331.700) x 1 bulan
= 0,4 bulan

strategi ternak belut di kolam terpal

strategi ternak belut di kolam terpal
Indonesia terdapat  3 jenis belut yakni belut sawah, belut rawa dan belut laut/payau. Paling banyak yang dibudidayakan oleh masyarakat adalah belut sawah. Habitat hidup belut cukup luas dari perairan tawar sampai perairan laut. Belut cendrung hidup diperairan dangkal denga dasar lumpur,sawah, tepian rawa-rawa, danau. Sungai atau genangan air lainnya. Bentuk belut sangat berbeda dengan ikan karena lebih menyerupai ular yaitu gilig memanjang, tidak mempunyai sisip dada, sirip punggung dan sirip dubur telah mengalami perubahan bentuk menyerupai lipatan kulit tetapi  belut termasuk dalam golongan ikan. Sedangkan sirip dada dan sirip punggung hanya berbentuk semacam guratan kulit yang halus. Bentuk ekor pendek dan tipis, badan lebih panjang dari ekornya. Cara hidupnya sangat berbeda dari ikan karena belut suka membenamkan diri didalam lumpur dengan membuat lubang sebagai tempat hidupnya,


Belut tergolong jenis ikan yang toleran cukup tinggi terhadap lingkungan tumbuhnya, sehingga penyebarannya mencakup wilayah giografis yang luas. Namum belut dewasa dengan belut pada pase larwa dan anakan terdapat perbedaan tempat hidup yang disukai. Belut dewasa mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggisehingga dapat hidup didalam lumpur atau dimedia yang sangat keruh.  Sedangka belut pada pase larva dan anakan lebih menyukai air yang berkualitas yang baik yakni pH 5-7. Hal ini karena pH yang terlalul asam dan basa tidak baik untuk proses pemijahan dan pemeliharaan larva belut.


Penebaran Benih
Benih belut yang ditebar dalam kolam terpal biasanya berukuran panjang sekitar 12-15 cm sebanyak 25 ekor/m2 atau berat sekitar 1-1,5 kg per m2 luas kolam budidaya. Oleh karena itu untuk menghindari tingginya angka kematian, maka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Benih yang ditebar sebaiknya dalam keadaan sehat, gesit, tidak sakit dan memiliki ukuran panjang tubuh yang sama. Hal ini untuk menghindari dari pesaingandalam memanfaatkan makanan.
  2. Sewaktu memasukkan belut kedalam media budidaya sebaiknya dengan pelan-pelan, sedikit demi sedikit biarkan belut keluar sendiri menuju kolam. Belut jangan dibenamkan dalam air media atau kolam dengan secara paksa. Bila belut yang ditebar kedalam kolam terpal dengan cepat membuat lubang itu artinya belut sudak cocok dengan media yang digunakan.
  3. Sebaiknya penebaran benih belut untuk pembesaran dilakukan disore hari dan pagi hari sebelum jam 09.00 karena waktu tersebut pengaruh intensitas cahaya matahari masih atau  sudah berkurang
  4. Pembudidaya belut ada yang berani menabar belut pada siang hari setelah benih belut diistirahatkan selama 30 menit dan diberi air serta larutan gula.
  5. Media yang sudah diisi belut jangan diaduk-aduk lagi karena dapat membuat belut stress dan mengalami kematian yang ditandai dengan keluarnya belut dari media lumpur atau belut merayap pada permukaan dipagi-siang hari. Kematian tersebut dapat disebabkan oleh strees, luka atau racun
Media budidaya Belut
 Pembuatan media untuk budidaya belut cukup berbeda dengan beudidaya ikan yang lainnya karena didalam media juga harus terkandung bahan organic sebagai tempat untuk membenamkan diri.  Terkait dengan pembuatan media untuk belut yang dibudidayakan pada kolam terpal, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yakni :
  1. Media budidaya belut memerlukan bahan organic yaitu berupa tanah dan kedeboh pisang. Oleh karena bahan organic tersebut lebih berat daripada air dalam volume yang sama, penyangga kolam terpal harus dibuat lebih kuat agar tidak jebol.
  2. Sebelum belut ditebar, upayakan media budidaya sudah bener-bener sudah siap. Bila proses pematangan media masih berjalan ( ditandai dengan masih berprosesnya gas bahan organic/suhu masih agak tinggi) bisa menggangu kehidupan belut
  3. Sebisa mungkin hindari kebocoran kolam terpal akibat digerogoti tikus. Kebocoran dapat menyebabkan media mongering dan dapat membahayakan kehidupan belut.
Pemberian Pakan
Tanah humus merupakan sumber makanan yang baik untuk belut karena didalam nya terdapat hewan renik seperti makrobenthos, cacing, siput, kerang atau larwa nyamuk. Tanah humus juga banyak mengandung banyak air yang sangat membantu sebagai media kehidupan belut.  Perhitungan pakan belut dilakukan dengan cara menghitung presentasi dari berat awal jumlah keseluruha belut yang dibudidayakan. Takaran pakan yang diberikan harus semakin meningkat mulai 5 -20%. Pemberian pakan untuk pertumbuhan belut diberikan 2-3 kali sehari. Pemberian pakan dilakukan pada waktu pagi hari dan sore hari. Pemberian pakan juga harus menberikan rasa nyaman bagi belut. Alasanya karena dengn rasa nyaman akan dapat mempengaruhi nafsu makannya sehingga belut mampu makan secara optimal. Beberapa cara pemberian pakan pada belut yakni :
  1. Beberapa hari sebelum benih belut ditebar dalam media budidaya, pada media budidaya sebaiknya dimasukkan pakan alami seperti bekecot, keong, yuyu stsu hewan lainnya yang telah direbus terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar pakan alamim tersebut bisa terurai atau tercampur dengan media budidaya sehingga mikroorganisme yang dibutuhkan belut bisa tumbuh.
  2. Pakan yang diberikan hidup berupa ikan kecil atau kecebong, perhatikan kondisi ketinggian air jangan sampai terlalu tinggi karena belut akan kesulitan menangkapnya.
  3. Pakan yang diberikan berupa cacing, kondisikan cacing dapat hidup pada media budidaya dengan harapan belut dapat memakannya.
  4. Binatang mati juga dapat sebagai pakan alternative untuk kosumsi belut, tetapi harus sesuai takaran dan harus direbus dulu agar bisa bertahan lama dan tidak menimbulkan bau busuk pada air media budidaya.
Pemberian Pakan Pembesaran Belut Selama 4 Bulan untuk 10 Kg Belut
  1. Umur 30 hari  dari awal penebaran, presentase pakan yang diberikan 5%, berat pakan yang diberikan 0,5 kg/hari dan jumlah pemberian pakan 30 x 0,5 = 15 kg
  2. Umur  60 hari, presentase pakan yang diberikan 10%, berat pakan yang diberikan 1 kg/hari dan jumlah pemberian pakan 60 x 1 : 2 = 30 kg
  3. Umur 90 hari, presentase pakan yang diberikan 15%, berat pakan yang diberikan 1,5 kg/hari dan jumlah pemberian pakan 90 x 1,5 : 3 = 45 kg
  4. Umur 120 hari , presentase pakan yang diberikan 20%, berat pakan yang diberikan 2 kg/hari dan jumlah pakan 120 x 2 : 4 = 60 kg
( Referensi dari Penebar swadaya )

panduan ternak belut air bersih

Belut merupakan salah satu makanan yang banyak digemari di Indonesia. Belut yang memiliki bentuk hampir sama dengan ular karena memiliki tubuh yang licin ini biasanya dibuat aneka makanan baik itu sayuran ataupun camilan. Banyak yang mengira jika budidaya belut itu hanya bisa dilakukan pada lumpur ataupun air yang dicampur oleh jerami, pelepah pisang ataupun sebagainya. Tetapi, saat ini sedang berkembang budidaya belut dengan metode yang baru yang dikembangkan oleh ilmuwan jepang. Cara budidaya tersebut adalah budidaya belut air bersih. Cara ini bisa menjadi salah satu cara anda untuk membubidayakan belut dengan mudah.

Cara Budidaya Belut Air Bersih Bagi Pemula


Keuntungan dari budidaya belut air bersih
panduan ternak belut air bersih
Dengan menggunakan cara budidaya belut air bersih ini anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan yang mungkin tidak anda dapatkan dari budidaya belut dengan menggunakan lumpur. Keuntungan pertama yang bisa anda dapatkan jika anda memilih membudidayakan belut pada air bersih adalah anda bisa mengontrol kondisi belut anda dengan jelas. Jika terdapat belut yang kurang sehat ataupun mati, anda bisa langsung mengangkatnya dari kolam sehingga anda bisa mendapatkan kolam anda tetap bersih. Kemudian keuntungan selanjutnya yang bisa anda rasakan adalah anda bisa menaburkan benih belut yang lebih banyak. Menurut uji coba, dengan menggunakan air bersih, anda bisa menanam benih belut 30 kali lipat dibandingkan dengan budidaya di lumpur. Tentunya ini akan sangat menguntungkan.
Tak cukup hanya dengan dua keuntungan yang diatas. Dengan melakukan budidaya belut dengan menggunakan media air bersih, anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari berkurangnya angka kanibalisme pada belut. Belut betina yang berumur 6-8bulan biasanya jika merasa terusik maka akan menyerang lawannya. Akan tetapi dengan menggunakan budidaya belut air bersih justru hal itu tidak terjadi karena mereka saling membutuhkan kulit antara satu dengan yang lainnya untuk berlindung. Dengan demikian, menggunakan air bersih sebagai media pembudidayaan belut menjadi salah satu cara yang paling efektif dan efisien. Anda tidak perlu mencari jerami untuk membuat lumpur buatan dan juga pakan belut pun tidak akan terbuang sia-sia karena sudah pasti terlihat oleh belut.


Hal-hal penting dalam budidaya belut air bersih
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, anda harus memperhatikan beberapa hal penting untuk budidaya belut media air bersih ini. Hal pertama yang harus anda persiapkan dengan benar adalah air. Tentu saja, ini menjadi hal terpenting karena dengan memilih air yang bersih dan tepat anda akan mendapatkan belut anda menjadi belut yang berkualitas. Air yang digunakan dalam budidaya belut air bersih hendaknya air yang tidak mengandung zat-zat berbahaya. Air juga harus terjaga suhunya, suhu optimal pada air untuk belut adalah 25-28 derajat C. Selain itu, kolam juga harus memiliki sirkulasi air yang cukup.
Pembudidayaan belut pada air bersih juga membuat anda harus memperhatikan jenis bibit dari belut. Untuk mendapatkan bibit yang unggulan dan berkualitas anda harus memilih belut yang sehat. Pastikan jika bibit belut yang anda pilih adalah belut yang tidak terdapat bekas lukanya. Selain itu, bibit untuk budidaya belut air bersih juga akan menghasilkan hasil yang bagus, jika anda memilih bibit belut yang lincah. Dengan demikian anda sudah pasti akan mendapatkan belut yang sangat berkualitas.

media ternak belut dalam drum

media ternak belut dalam drum

Budidaya belut di kolam drum dapat di taruh di mana saja, bisa di samping rumah atau di belakang rumah. Drum yang di pakai adalah drum-drum biasa misalnya drum bekas oli kemudian di beri mulut memanjang selebar kurang lebih 30 cm. Posisi drum nantinya dalam roboh bukan berdiri seperti pada waktu masih berisi oli. Jika ingin bentuk drum yang memanjang agar muat banyak, drum harus di sambung sambung dengan las listrik dengan ukuran panjangnya sesuai dengan selera anda tentunya anda sesuaikan juga dengan tempat yang ada. Sebelum di gunakan bagian dalam drum harus di cat dulu supaya tidak berkarat, kemudian setelah kering drum di isi dengan lumpur dengan ketebalan kurang lebih 50 cm dan ketinggian air kurang lebih 5 cm di atas lumpur.


Karena menggunakan media drum maka perlu dilakukan penyesuaian agar belut merasakan seperti di habitat aslinya. Untuk itu tanami eceng gondok di atas permukaan airnya dan sesuaikan banyaknya agar belut juga mendapatkan oksigen yang cukup. Jumlah eceng gondok sebaiknya kira-kira 30 persen dari permukaan air. Agar belut tetap sehat jangan lupa untuk memperhatikan temperatur udara agar jangan terlalu panas dan temperatur air yang bagus. Ciri belut yang sehat adalah belut yang lincah dan badan bersih tidak ada cacat. Bibit belut yang baru datang jangan langsung dimasukkan dalam kolam,  namunn harus di karantina dulu di tempat khusus selama kurang lebih 24 jam. Pemberian pakan belut cukup satu kali dalam sehari, inilah yang membuat pemeliharaan belut lebih mudah di bandingkan dengan budidaya ikan yang lain. Pemberian pakan biasanya di berikan pada sore hari sebab belut adalah hewan malam yang biasa mencari makan pada malam hari.


Pakan yang bagus untuk belut adalah bekicot, cacing sutra, keong mas, anakan ikan yang kecil kecil, dan di ampur dengan pelet dengan ukuran lima puluh lima puluh, jadi bekicot 5kg di campur dengan pelet 5kg tergantung banyaknya belut yang ada. Pada waktu perubahan kelamin sifat kanibalisme belut akan muncu , oleh kerena itu agar belut tak makan sesamanya maka pemberian pakan belut tak boleh terlambat dan harus tepat waktu. Belut yang umum di konsumsi adalah belut rawa dan belut sawah. Untuk komoditas export permintaan belut rata-rata berukuran minimal 400 hingga 500 gram. Ini berbeda kegemaran masyarakan indonesia yang umumnya menggemari belut yang berukuran kecil. Untuk belut export di ambil atau di panen jika sudah berusia 7 sampai dengan 9 bulan dengan ukuran per kilonya 1 hingga 2 ekor. Namun ada cara cepat yang hanya membutuhkan waktu 4 bulan saja.


Ketersediaan belut yang ada masih belum mencukupi permintaan pasar lokal maupun export sebab masih minimnya pembudidaya belut, untuk untuk prospek budaya belut kedepannya sangat bagus jika di tekuni dengan serius. Lahan sempit atau pekarangan rumah yang sempit sering menjadi kendala untuk menjalankan sebuah usaha, namun seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di sektor perikanan, peternakan dan perkebunan , kondisi ini sudah bukan menjadi kendala.  Usaha peternakan yang dapat dilakukan dilahan sempit adalah Budidaya belut. Mengapa kita dapat membudidayakan belut dilahan sempit , karena kita akan menggunakan media drum atau tong dari besi atau plastic.


PERLENGKAPAN Yang dibutuhkan untuk budidaya adalah sebagai berikut :
  1. Tong / drum , disarankan dari bahan plastik, supaya tidak berkarat.
  2. Paralon
  3. Kawat kasa
  4. Tandon penampungan air
  5. Ember , serok , cangkul , baskom dan jerigen dll.
PERSIAPAN DAN TEKNIK BUDIDAYA
Sebelum kita menjalankan budidaya belut dalam drum / tong , dibutuhkan media pemeliharaan sebagai tempat belut berkembang biak atau membesar, media pemeliharaan ini sangat penting mengingat keberhasilan budidaya yang kita lakukan sangat bergantung pada media pemeliharaan ini. Untuk media pembesaran hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :


1.     Drum / Tong.
Tong  yang digunakan sebaiknya tdk bocor dan berkarat , jika menggunakan drum / tong dari besi yang berkarat sebaiknya dibersihkan dahulu dari karat dan lakukan pengecatan ulang dan diamkan sampai kering dan tidak berbau cat lagi.  Cara merakit Drum / tong :
  • Letakkan tong pada posisi mendatar , agar media menjadi lebih luas.
  • Buka bagian tengah drum / tong , sisakan 5 cm pada sisi kanan dan kiri.
  • Pasanglah alat / ganjal supaya drum / tong tidak menggelinding , atau bergerak .
  • Buat saluran pembuangan dibawah tong , letak dapat disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan.
  • Buat peneduh, sehingga intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan terkena langsung ke permukaan drum / tong, bahan bisa dibuat dengan memasang shading net / waring atau bisa juga dengan bahan yang murah dan mudah didapat lainnya.
2.     Media Tanah.
Tanah yang digunakan sebaiknya tanah yang tidak berpasir , tidak terlalu liat serta masih memiliki kandungan hara , disarankan untuk menggunakan media tanah dari sawah. Untuk melakukan pematangan media tanah tahapan yang dilakukan yaitu :
  • Masukkan tanah kedalam drum / tong hingga ketinggian 30 – 40 cm.
  • Masukkan air hingga tanah becek namun tidak menggenang.
  • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol kedalam tong.
  • Aduk tanah sebanyak 2 kali sehari hingga tanah lembut dan gembur.
Perlakuan tahapan diatas tidak berlaku , apabila menggunakan tanah dari sawah.

3.     Media Instan Bokashi.
Media instan ini dibuat diluar drum/tong yang merupakan campuran bahan utama dan bahan campuran . Penggunaan 100 kg bahan akan menghasilkan 90 kg media instan bokashi. Setiap drum / tong ukuran 200 liter dibutuhkan 45 kg bokashi. Bahan utama terdiri atas :
  • Jerami Padi (40 %).
  • Pupuk Kandang (30 %).
  • Bekatul (20%)
  • Potongan batang pisang (10% ).
Bahan campuran terdiri atas :
  • EM4.
  • Air sumur.
  • Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan (molases).
Cara membuat Media Instan Bokashi:
  • Cacah jerami dan potongan batang pisang kemudian keringkan. Tanda bahan sudah kering adalah hancur ketika digenggam.
  • Campuran cacahan bahan diatas dengan bahan pokok lain dan aduk hingga merata.
  • Campurkan bahan campuran sedikit demi sedikit tapi tidak terlalu basah.
  • Tutup media dengan karung goni atau terpal selama  4 – 7 hari . bolak balik campuran agar tidak membusuk.
 4.     Mencampur Media point 1 dan 2.
  • Masukkan media instan kedalam tong dan aduk hingga merata.
  • Massukkan air kedalam  drum/tong  hingga ketinngian 5 cm dan diamkan hingga terdapat plankton  dan cacing ( sekitar 1 minggu) selama proses ini berlangsung drum/tong tidak perlu ditutup.
  • Keluarkan air dari drum/ tong dan ganti dengan air baru dengan ketinggian yang sama.
  • Massukkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar sebanyak ¾ bagian dan ikan ikan kecil..
  • Masukkan vetsin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama 2 hari.
Yang perlu diperhatikan ketinggian seluruh media , kecuali tumbuhan air tidak lebih dari 50 cm.
 
5.     Masukkan bibit belut.
Setelah semua media budidaya tersebut siap tahapan selanjutnya menebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg dengan jumlah bibit sebesar 80 – 100 ekor per kg.
Perawatan belut didalam tong drum / tong relative lebih mudah karena pemantauan budidaya relative kecil, namun demikian perawatan tetap harus diperhatikan, antara lain:

1.     Pemberian Pakan.
Tidak ada aturan baku volume pemberian pakan, namun sebaiknya pakan diberikan 5% dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang sebaiknya diberikan yaiyu cacing, kecebong , ikan ikan kecil , dan cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ke 3 setelah bibit ditebar dalam drum/ tong. Pemberian pakandilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut dialam yang makan disore / malam hari.

2.     Pengaturan Air.
Pengaturan air sangat diperlukan untuk membuang sisa makanan agar tidak menumpuk dan menimbulkan bibit penyakit. Pengaturan air ini dengan cara mengalirkan air bersih kedalam drum/tong , sebaiknya air yang masuk berupa percikan air untuk melakukan ini digunakan pipa paralon sebagai media aliran. Sedangkan untuk saluran pembuangan dengan membuat lubang pada drum /tong dengan ketinggian 8 cm dari genangan air di media. Selain sebagai pengatur pembuangan sisa kotoran percikan air ini juga berfungsi sebagai penambah oksigen.

3.     Perawatan Tanaman Air.
Tanaman air ini digunakan sebagai penjaga kelembaban tempat budidaya dan juga menjaga belut dari kepanasan.

4.     Pemberian EM4.
EM4 berfungsi sebagai penetralisir sisa sisa pakan, selain itu juga berfungsi untuk mengurangi bau. EM4 diberikan2-3 kali sehari dengan dosis ½ sendok makan dilarutkan dalam 1 liter air.

5.     Perawatan Sekitar Lokasi.
Perawatan sekitar lokasi ini untuk menjaga tong dari tanaman liar , lumut , dan hama maupun predator pemangsa seperti ayam.

Panen dilakukan setelah 3 – 4 bulan budidaya dilakukan atau sesuai dengan keinginan kita dan keinginan (permintaan) pasar . Pemanenan untuk media drum / tong tentunya lebih mudah , dan belut hasil budidaya siap dipasarkan.

Untuk menunjang bududaya belut yang berkelanjutan sebaiknya juga dipersiapkan bagaiman supply makanan yakni cacing , keong mas , bekicot dan lainnya. Selain itu juga diperhatikan bagaimana kelangsungan bibit setelah panen untuk budidaya berikutnya.