Showing posts with label Hama Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Hama Tanaman. Show all posts

Sunday, November 20, 2016

MENCOBA PESTISIDA DARI DAUN DAN BIJI MIMBA

MENCOBA PESTISIDA DARI DAUN DAN BIJI MIMBA

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/mencoba-pestisida-dari-daun-dan-biji.html


Cara Kerja Mimba Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, biji dan daun mimba mengandung azadirachtin sebagai senyawa aktif utama, meliantriol, salanin, dan nimbin. Senyawa aktif tanaman mimba tidak membunuh hama secara cepat, tapi berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, menghambat perkawinan dan komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu juga berperan sebagai pemandul. 

Keunggulan Mimba 
Pengendalian hama dengan menggunakan mimba sebagai insektisida nabati mempunyai beberapa keunggulan antara lain: 
  • di alam senyawa aktif mudah terurai, sehingga kadar residu relatif kecil, peluang untuk membunuh serangga bukan sasaran rendah dan dapat digunakan beberapa saat menjelang panen, 
  • cara kerja spesifik, sehingga aman terhadap vertebrata (manusia dan ternak), 
  • tidak mudah menimbulkan resistensi, karena jumlah senyawa aktif lebih dari satu. Berdasarkan hasil penelitian telah diperoleh bahwa ekstrak air biji mimba 50 g/l yang diaplikasikan pada umur 8 hari efektif menekan serangan hama lalat kacang, Ophiomyia phaseoli pada tanaman kedelai. 

Pembuatan Ekstrak Air Biji Mimba sebagai Pestisida



      http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/mencoba-pestisida-dari-daun-dan-biji.html
    • Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai kering agar tidak berjamur.
    • Giling biji dan kulit biji mimba sampai halus, kemudian saring dengan ayakan 0,05 mesh. 
    • Timbang 25-50 g serbuk biji mimba + 1 l air + 1 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam (12 jam). 
    • Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing
    • Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 1 g deterjen atau 0,5 ml perata (apsa), aduk rata dan larutan siap disemprotkan. 
    • Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, dengan volume semprot yang memadai 400-600 liter air, tergantung umur tanaman yang akan disemprot 

    Pembuatan Ekstrak Air Daun Mimba sebagai Pestisida
    1. Blender 50 g daun mimba segar dengan 1 l air + 1 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam (12 jam). 
    2. Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing 
    3. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 1 g deterjen atau 0,5 ml perata (apsa), aduk rata dan larutan siap disemprotkan. 
    Silahkan baca tentang :
      PROSES PENGOLAHAN MIMBA

      Thursday, November 3, 2016

      PENANGGULANGAN HAMA TANAMAN DENGAN TANAMAN REFUGIA

      http://tipspetani.blogspot.com/

      Pengendalian hama serangga pada tanaman padi atau sayuran tak selamanya harus melakukan penyemprotan pestisida, pengendalian secara alami dengan memanfaatkan serangga musuh alami terkadang lebih efektif, effisien dan ekonomis serta berdampak lingkungan yang lebih baik. Serangga musuh alami pada tanaman padi dan sayuran secara alamiah sebetulnya sudah ada namun karena lingkungan yang tidak memadai, maka terjadi ketidakseimbangan perkembangan serangga musuh alami dan hama tanaman. Lambatnya perkembangan serangga musuh alami berdampak terjadi ledakan hama yang membutuhkan perlakukan penyemprotan menggunakan pestisida kimia, nabati maupun hayati.

      Penggunaan serangga musuh alami untuk mengendalikan hama tanaman saat ini sedang gencar dianjurkan. Serangga musuh alami hama tanaman maupun hama tanaman itu sendiri secara naluri menyenangi tanaman yang mengeluarkan nectar. Bau nectar akan menarik serangga musuh alami maupun hama tanaman sehingga pada tanaman yang mengeluarkan nectar akan berkumpul serangga musuh alami maupun hama tanaman yang berakibat serangga musuh alami tersebut memakan hama tanaman. Pada tanaman yang mengeluarkan nectar tersebut terjadi pengendalian hama tanaman secara alamiah sehingga terjadi keseimbangan lingkungan.

      Refugia Tanaman yang berfungsi sebagai microhabitat dari serangga musuh alami dan penarik hama tanaman disebut Refugia. Tanaman yang berbunga seperti kenikir, jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, bayam dan kembang kertas masuk golongan tanaman refugia. Bunga tanaman tersebut akan mengeluarkan nectar yang baunya menarik serangga musuh alami maupun serangga hama tanaman untuk datang.
      http://tipspetani.blogspot.com/

      Penanaman Refugia
      Penanaman refugia pada lahan sawah dan sayuran atau sekitarnya merupakan suatu usaha konservasi serangga musuh alami. Hal tersebut dimaksudkan supaya tercipta agroekosistem di lahan pertanian bisa terjaga. Apabila agroekosistem lahan pertanian stabil maka populasi hama akan seimbang dengan populasi serangga musuh alami.


      Penanaman tanaman refugia pada tanaman padi diusahakan sesaat pembuatan galeng selesai sehingga pada saat tanaman refugia berbunga padi sudah mulai tumbuh sehingga dapat terhindar dari hama tanaman. Untuk tanaman sayuran sebelum pengolahan lahan selesai dapat dilakukan penanaman refugia sehinggga pada saat tanaman sayuran sudah besar tanaman refugia sudah mulai berbunga.

      Serangga-serangga musuh alami dan hama sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga. Serangga yang sering melakukan kunjungan adalah kumbang, lalat, lebah, semut, thrips dan kupu-kupu. Ternyata dalam menggunakan metode kunjungan tidak didominasi penyuluh saja akan tetapi serangga juga melakukan kunjungan rutin untuk mendapatkan nectar.

      Pemanfaatan tanaman refugia sebagai microhabitat serangga hama dan musuh –musuh alami dapat diterapkan di lahan persawahan maupun lahan sayuran untuk mengendalikan hama secara almiah. Penanaman refugia akan mengurangi biaya usaha tani untuk pengendalian hama sehingga keuntungan petani dapat meningkat dan lingkungan terjaga secara berimbang. Selain menjaga keseimbangan lingkungan juga dapat menyejukkan mata manakala lahan pertanian yang subur dengan dikelilingi tanaman bunga yang mekar. Bilamana dalam luasan yang cukup tanaman refugia ini tumbuh bersanding dengan tanaman dilahan pertanian akan membuat suasana agrowitasa dan keadaan seperti ini akan membuat petani betah di lahan hatipun senang.
      Semoga bermanfaat..

      Sunday, July 31, 2016

      HAMA PADA TANAMAN NILAM


      Produk yang dihasilkan dari nilam adalah terna (daun dan ranting) tanaman. Tanaman nilam dapat dipanen pertama kali pada umur 4-6 bulan, panen berikutnya dilakukan selang waktu 2-6 bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun. Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas terna (daun dan ranting) nilam, harus dilakukan cara-cara budidaya yang baik dan benar termasuk diantaranya bagaimana cara pengendalian hama tanaman nilam.Dengan makin berkembangnya pengobatan secara aromaterapi, minyak atsiri yang dihasilkan oleh tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth), makin banyak dibutuhkan karena minyak nilam bersifat fixatif (sebagai pengikat minyak atsiri lainnya) yang sampai saat ini belum ada produk penggantinya, sehingga tanaman nilam perlu dibudidayakan secara luas.



      Nilam dapat tumbuh dengan baik didataran rendah maupun tinggi sampai ketinggian 2.000 m diatas permukaan laut (dpl). Nilam yang tumbuh di dataran tinggi, tingkat kesuburannya relatif lebih baik, karena pengaruh suhu udara dan kondisi kesuburan dan kondisi alam yang relatif sejuk. Namun rendemen minyak yang ddihasilkan dari nilam yang tumbuh didaerah dataran rendah. Nilam akan memproduksi minyak atsiri dengan baik bila ditanam didaerah berketinggian 10- 400 m dpl. Sampai saat ini para petani nilam masih belum menghasilkan secara maksimal hal ini dikarenakan masih terbatasnya pengetahuan para petani dalam melakukan budidaya diantaranya dalam mengendalikan hama tanaman nilam.

      Beberapa hama yang dapat menyerang tanam nilam dan dapat menurunkan produksi minyak atsiri sebagai berikut:

      Kumbang Pemakan Daun (Apogonia spp)
      Ulat penggulung daun (Pachyzaneba stutalis), ulat ini hidup dalam gulungan daun muda, sambil memakan daun yang tumbuh, pada serangan berat, yang tersisa hanya tulang-tulang daun nilam. Pengendaliannya dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) mengumpulkan dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang. Melakukan pengamatan yang ketat pada areal terserang untuk menghindari terjadinya ledakan populasi. Pengamatan dilakukan dengan cara mengamati saat munculnya gejala awal kerusakan daun yang terserang larva stadia muda. Mengingat siklus hidup hama berkisar antara 38-42 hari, maka pengamatan sebaiknya dilakukan setiap bulan sejak tanaman berumur satu bulan sampai saat panen; b) Gunakan skstrak mimba dan bioisektisida (Beauveria bassiana). Cara ini Walau tidak mematikan secara langsung tapi cukup efektif dan tidak mencemari lingkungan.

      Belalang (Orthoptera), hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Pada serangan berat, batang tanamannya dimakan dan akhirnya mati. Jenis belalang yang banyak merusak tanaman nilam adalah: belalang kayu (Valanga nigricornis). Belalang daun (Acrida turita). Belalang kayu dapat menyebabkan kerugian hasil 20-25%, karena belalang tersebut berpindah dari satu kebun ke kebun lain, Batang dan cabang tanaman sering patah akibat gigitannya sehingga perumbuhan tanaman terganggu. Belalang daun biasanya memakan daun mulai dari pinggir atau tengah sehingga terbbentuk bekas gigitan melingkar atau lonjong. Kadang-kadang belalang juga merusak batang dan ranting tanaman. Cara pengendalian hama belalang ini dilakukan dengan cara : a) melakukan sanitasi lingkungan; b) melakukan pengolahan tanah yang baik karena dapat membunuh telur belalang kayu sebelum menetas; dan c) menggunakan musuh alami seperti cendawan Metarhizium anisoliae.

      Tungau merah (Tetranychus sp.), tungau merah umumnya menyerang daun tua dan muda, tungau hidup berkelompok di permukaan daun bagian bawah, merusak tanaman dengan cara mengisap cairan daun. Gejala serangan memperlihatkan bercak-bercak putih. Semakin lama bbercak semakin melebar. Selain itu juga memperlihatkan gejala daun berlekuk-lekuk tidak teratur. Pada tingkat serangan berat daun akan rontok. Kerugian hasil dapat mencapai 15-25%. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara: a) pemangkasan (pemetikan daun), untuk mencegah meluasnya serangan. Pemetikan dilakukan pada saat populasi tungau masih rendah. Pemetikan yang dilakukan sedemikian rupa dapat menyebabkan terbuangnya telur-telur dan tungau dewasa; b) dengan melakukan penanaman tanaman perangkap, dengan menanam ubi kayu dan jarak (Ricinus communis) sebagai barrier; c) penggunaan musuh alami seperti Phytosentulus persimlis, P. Macro pelis (menyerang telur dan nimfa) dan Coccinelids; d) penyemprotan dengan insektisida nabati (ekstrak biji mimba) dosis 100 gr/liter.

      Criket pemakan daun (Gryllidae), hama ini memakan daun muda, sehingga daun berlubang-lubang dan menyebabkan pr4oduksi turun. Pengendalian dilakukan dengan cara sanittasi lingkunggan. Pengendalian hama tanaman nilam dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak biji nimba (100 gr/liter), minyak serai wangi, minyak cengkeh (konsentrasi 305 v/v) atau dengan agensia hayati seperti Beauveria bassiana untuk ulat pemakan daun dan Metarrhizium anisopliae untuk belalang

      Thursday, May 1, 2014

      TAHUKAH ANDA? BAHAYA MEMBUNUH LIPAS

      TAHUKAH ANDA? BAHAYA MEMBUNUH LIPAS

      TAHUKAH ANDA?

      BAHAYA MEMBUNUH LIPAS


      Apabila anda melihat binatang lipas di rumah, jangan anda memukulnya sampai mati kerana isi perut lipas sangat bahaya.


      Dalam perut Lipas terdapat cacing halus/lembut yg akan hidup meskipun diluar dari tubuh lipas. Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh lipas (perut) dia akan bergerak untuk mencari tempat baru.

      Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat pada mata kasar bila jarak pandang sekitar 10-20cm.

      Cara nak tengok lipas ni, letak isi perut lipas di atas kertas hitam atau cermin.. Nanti cacing perut lipas akan bergerak2.

      Sangat berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) kerana dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar.

      Silakan copy, share atau apa sahaja tanpa perlu meminta izin untuk manfaat bersama