Showing posts with label Kelinci. Show all posts
Showing posts with label Kelinci. Show all posts

Friday, April 15, 2016

Foto dan Gambar Kelinci Lucu dan Imut

Foto dan Gambar Kelinci Lucu dan Imut

Tips dan Cara. Kelinci memang sudah terkenal dengan bentuknya yang lucu dan comel. Merawat kelinci bisa jadi bisa menghilangkan stress, seperti tingkah kelinci yang lucu. Yah berhubung saya juga stress menulis artikel tentang kelinci yah kali ini saya posting hal-hal lucu saja tentang kelinci sumber gambar di ambil dari google kalau mau dijadikan wallpaper juga boleh.


 Foto dan gambar imut kelinci lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci youtube

 Foto dan gambar imut kelinci lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci kartun

 o Foto dan gambar imut kelinci lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci anggora

 Foto dan gambar imut kelinci lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci murah

 foto Foto dan gambar imut kelinci anggora lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci

 Foto dan gambar imut kelinci ku amat lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci

 animasi Foto dan gambar imut kelinci lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci

 animasi Foto dan gambar imut kelinci lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci bergerak

 anime Foto dan gambar imut kelinci lucu lucu ternak kelinci hias kelinci hias kelinci merawat kelinci

Demikianlah prostingan mengenai gambar-gambar lucu tentang kelinci semoga memberikan dampak positif bagi anda sekalian. Semoga semakin bersemangat dalam beternak kelinci karena yah saya juga terkadang bertemu dengan rasa bosan yang menjalani rutinitas yang itu-itu saja setiap hari. Belum lagi ditambah ada kelinci yang mati mendadak paling tidak gambar ini cukup menghiburlah.

Monday, April 11, 2016

Tips dan Cara Mudah Memilih Induk Kelinci

Tips dan Cara Mudah Memilih Induk Kelinci

Merawat Kelinci. Memiliki keputusan untuk beternak kelinci memang dibutuhkan dukungan yang kuat baik dari segi modal dan juga pengetahuan mengenai tata cara beternak kelinci. Jika mengembangbiakkan kelinci adalah suatu keharusan maka memilih induk kelinci yang tepat adalah suatu hal yang bersifat mutlak dilakukan oleh peternak kelinci, sayangnya bentuk dari kelinci masih sedikit susah untuk diidentifikasi jika kita sudah berada di sentra produksi kelinci atau di tokoh hewan yang menjual bibit kelinci, nah dari itu berikut ini tips dari Kelinci Hare pada sat anda berniat untuk membeli induk kelinci.

Tips dan Cara Mudah Memilih Induk Kelinci lucu dan imut

Kriteria Induk kelinci yang baik adalah sebagai berikut:

1. Kesehatan
Pada saat memilih calon induk, kesehatan adalah factor utama yang menjadi prioritas. Kesehatan yang buruk akan mengakibatkan kelinci lain tertulat pada saat proses perkawinan atau bahkan kematian pada saat masa kehamilan pada kelinci sedang terjadi. Ciri-ciri kelinci hamil akan selalu tampak segar dan tidak memiliki lendir berlebih turutama pada daerah mata dan hidung. Periksa bagian anus dari kelinci jika terdapat sisa kotoran atau bentuk kotaran tidak padat jangan dijadikan sebagai indukan. Hal ini mengindikasikan adanya gangguan pencernaan. 

2. Keturunan
Keturunan adalah garis atau galur dari induk kelinci. Perbedaan galur akan mengakibatkan variasi gen yang bisa berdampak baik namun bisa juga berdampak buruk. Beberapa jenis kelinci dari galur yang berbeda bisa jadi tidak akan melakukan proses perkawinan, oleh karena pastikan garis keturunan dari kelinci anda. Upayakan garis kelinci berasal dari induk yang sejenis

3. Badan
Pengalaman menujukan kelinci dengan badan yang agak bulat dengan dada yang lebar mampu merawat anak kelinci dengan baik. Ukuran dada yang baik sebenanya tidak terlalu menonjolkan gunakanlah pertimbangan anda untuk membandingkan kerumitan dari ukuran dada dan ukuran kepala kelinci. Perhatikan bentuk dan proporsionalnya.

4. Bulu
Induk kelinci yang baik memiliki bulu yang baik pula, namun perlu diperhatikan bulu yang baik bukan berarti bulu yang cantik. Bulu yang baik biasanya halus. Untuk memeriksa keadaan bulu, eluslah kelinci dan rasakan jika ada tonjolan pada kelinci anda. Bila terdapat tonjolan kasar bisa jadi kelinci tersebut terserang scabies.

5. Tingkah kelinci
Kelinci yang sehat dan siap untuk dikawinkan adalah kelinci yang memiliki tingkah laku yang lincah, namun tidak agresif. Agresif berarti kelinci senang menyerang kelinci sedangkan lincah bisa diartika kelinci bergerak aktif. Perhatikan hal tersebut jika kelinci dalam keadaan pasif kemungkinan besar kelinci sedang dijangkiti penyakit atau bisa juga stress. Hindari kelinci yang sedang hamil dan perhatikan kondisi kelinci yang sedang birahi akan mempercepat proses perkawinan kelinci

Thursday, April 7, 2016

Penanganan Anak Kelinci yang Baru Lahir

Penanganan Anak Kelinci yang Baru Lahir

Memelihara Kelinci. Kondisi anak kelinci yang masih berusia kurang dari dua bulan membutuhkan penanganan khusus. Kondisi tubuh yang masih rentang dan rawan terhadap berbagai macam gangguan akan mebuat resiko kematian meningkat. Berikut ini beberapa tips untuk langkah-langkah antisipasi pada anak kelinci yang baru lahir.
  • Pemeriksaan anak kelinci
  • Memastikan keselamatan anak kelinci
  • Memindahkan anak kelinci (Kondisi khusus pada kelebihan jumlah bayi)
tips dan cara Penangan Anak Kelinci yang Baru Lahir agar sehat

A. Pemeriksaan anak kelinci

Pengecekan pada anak kelinci harus diberikan untuk memastikan bahwa anda merawat anak kelinci yang hidup agar usaha anda tidak sia-sia. Pengecekan dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kondisi kesehatan kelinci, cacat atau bahkan kelinci mati. Pengecekan dilakukan pada waktu tertentu. Induk kelinci akan meninggalkan anak kelinci yang baru lahir di dalam kandang tempat kelinci bersalin. Lakukan pengecekan pada saat induk kelinci tidak dengan anak kelinci dan sebisa tidak meninggalkan bekas pada saat melakukan pengecekan.

Kondisi bayi kelinci mati pasca melahirkan adalah kasus yang paling sering muncul. Jika anda menemukan bayi kelinci mati sebaiknya segera diambil dan ditanam. Pisahkan dengan induk kelinci karena dan anak kelinci yang lain terhindar dari serangan yang mungkin dibawa oleh mayat kelinci.

B. Memastikan Keselamatan Anak Kelinci

Memastikan keselamatan kelinci tidak hanya dilakukan oleh induk kelinci, pemilik kelinci juga memiliki kewajiban menjaga keselamatan bayi kelinci. Adapun cara memastikan keamanan bayi kelinci sebagai berikut:
  1. Pastikan keamanan dari kandang tempat bayi kelinci dirawat. Hindari dari panas siang hari namun tetap mendapatkan panas dari matahari pagi serta dari jangkuan hewan liar yang bisa saja memangsa kelinci
  2. Pastikan sirkulasi udara dari kandang kelinci dan tidak sumpek. Sirkulasi udara yang jelek membuat virus dan jamur lebih cepat mengendap dan tentu saja akan mengganggu kesehatan kelinci.
  3. Sterilisasi kandang kelinci dengan disinfektan yang ramah terhadap kelinci perlu dilakukan paling tidak satu minggu sekali.
  4. Kebersihan kandang kelinci dari kotoran yang mengendap atau paling tidak rancanglah kandang kelinci agar kotoran kelinci dapat langsung terbuang.
  5. Pastikan kebutuhan makanan dan juga air minum kelinci terjamin selama proses perawatan kelinci oleh induk kelinci. Kekurangan pakan dapat membuat induk kelinci menjadi kanibal.

C. Memindahkan anak kelinci 

Memindahkan anak kelinci sangat diperlukan terutama pada kelinci dengan jumlah anak lebih dari 6 ekor. Kelinci subur mampu melahirkan anak 6 sampai delapan ekor sekali proses persalinan namun terkadang juga ditemui kelinci dengan jumlah anak hingga 12 ekor. Puting susu induk kelinci hanya delapan oleh karena untuk kelinci dengan jumlah anak yang lebih mau tidak mau, peternak kelinci harus menangani sendiri kelebihan jumlah bayi kelinci tanpa induk. Prosedur penitipan pada induk kelinci lain boleh dilakukan namun perlu dicatat agar induk kelinci yang dititipi memiliki anak dengan usia yang relatif sama dengan bayi kelinci yang dipindahkan.

Wednesday, April 6, 2016

5 tahap perkembangan Bayi Kelinci Dan Penanganannya Hingga Dewasa

5 tahap perkembangan Bayi Kelinci Dan Penanganannya Hingga Dewasa

Merawat Kelinci. Pada saat merawat kelinci tentu dibutuhkan penanganan khusus bergantung dari usia dan fase perkembangan kelinci. Fase-fase ini akan menjadi dasar pengambilan tindakan agar tidak terjadi salah rawat yang bisa berakibat fatal bagi kelinci anda. Berikut ini 5 tahap pembagian dari Bayi kelinci anda.

5 tahap perkembangan Bayi Kelinci Dan Penanganannya Hingga Dewasa cantik

1. Fase Kelinci Neonatal

Seperti kebanyakan mamalia pada umumnya, perkembangan calon Kelinci di mulai pada saat masa kehamilan. Kehidupan dan fase awal kelinci di mulai dari bentuk sela telur yang dibuahi oleh sel sperma dari sang jantan atau zigot. Sel telur yang berhasil mengalami pembuahan akan berkembang menjadi blastokis. Balstokis kemudian berkembang menjadi embrio dan terus mengalami perubahan ampaian masa persalinan kelinci. Usia minimal sebelum kelinic lahri paling tidak menghabiskan waktu kurang lebih 31 hari.

2. Fase Post Natal

Post natal adalah masa setelah kelinci lahir di dunia. Fase ini ditandai dengan lahirnya kelinci dari sang induk tanpa bulu. Kelinci pada fase ini membutuhkan induknya sebagai pelindung dan sumber energy. Kehidupan kelinci fase post natal bisa dibilang bergantung 100 % kepada induk kelinci.
Berbeda dengan karakter kucing dan anjing yang akan berbaring di samping anaknya, kelinci yang merupakan hewan paling bawah dari rantai makanan memiliki insting melindungi anaknya dengan menjaga jarak dari anaknya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi perhatian pemangsa. Anak kelinci hanya akan ditengok oleh sang induk sesekali dalam sehari. Kondisi ini adalah kondisi yang palin rentang untuk kelinci peliharaan, bacalah petunjuk peternak kelinci lebih lanjt untuk penanganan pada fase ini.

3. Masa Penyapihan (Menysusui)

Bayi kelinci adalah hewan dari kelas mammalia yang berarti mereka akn menyusu atau menyapih pada induknya. Usia penyapihan anak kelinci paling tidak berlangsung selama 21 sampai dengan 30 hari. Hal ini bergantung dari kondisi fiskk dari sang induk.

Pada fase ini anak kelinci akan mendapatkan nutrisi dari induk. Paling tidak selama dua minggu kelinci hanya akan bergantung dari susu sang induk kelinci. Pada inggu ketiga kelinci akan mencoba makan makanan baru dan sesuai instingnya rumput akan menjadi pilihan pertama untuk dimakan. Pada usia jangan memisahkan induk dengan anak kelinci karena anak kelinci masih membutuhkan asupan dari sang induk.

4. Meninggalkan Sarang

Pada usia 3 minggu atau lebih, anak kelinci sudah mulai meninggalkan sarang untuk mencari makan, namun tidak akan begitu jauh dan jika merasa terancam anak kelinci akan kembali ke dalam sarang. Kelinci adalah hewan yang unik, meskipun bersifat soliter, kelinci juga tetap akan berupaya hidup dengan kelinci lain dalam waktu lama. Sangat jarang menemukan kelinci bertengkar mempertahankan teritorial mereka namun bukan berarti resiko ini tidak ada.

5. Kelinci dewasa

Kelinci akan tumbuh menjadi menjadi kelinci dewasa paling sedikit dalam kurung waktu dua sampai tiga bulan, Kelinci pada usia ini akan betul-betul dewasa dan siap hidup mandiri. Selain dari hal tersebut pada usia ini kelinci akan siap berkemabng biak dan menarik perhatian kelinci betina. Pada usia ini perawatan dari peternak kelinci sudah dapat dikurangi dan hanya perlu melakukan perawatan ringan dan pemberian sarang.

Monday, April 4, 2016

Jenis Pakan Alami Cadangan Paling Cocok untuk Ternak Kelinci

Jenis Pakan Alami Cadangan Paling Cocok untuk Ternak Kelinci

Cara Merawat Kelinci. Pada beberapa artikel di Blog selalu berusaha meyakinkan anda bahwa pakan yang paling baik untuk kelinci anda adalah Rumput karena kaya akan serat dan juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh kelinci anda. Namun pada saat memelihara kelinci pasti akan ditemukan kendala seperti kekurangan pasokan rumput nah maka dari itu saya ingin berbagi beberapa jenis pakan yang cocok untuk kelinci anda pada saat musim paceklik rumput.

Ada banyak jenis makan cadangan untuk kelinci seperti pelet akan tetapi pada artikel ini saya ingin berbagi pengalaman pada saat merawat ternak kelinci. Adapun pakan tersebut adalah:
  1. Bekatul berbahan padi
  2. Ampas Tahu
  3. Campuran antara ampas tahu dan bekatul
  4. Ubi jalar.
Tentu saja proses pemberian makanan cadangan ini tidak berjalan mulus begitu saja. Beberapa pengalaman saya menunjukkan bahwa pakan tersebut terkadang sama sekali tidka disentuh oleh kelinci. Hal ini bisa disebabkan oleh selera makan kelinci atau karena kebiasaan kelinci mengingat kelinci bukanlah manusia yang makan karena kebutuhan, Kelinci akan dengan pertimbangan rasa. Dari pengalaman tersebut saya menggunakan beberapa tips yang sebenarnya hanya berdasarkan coba-coba dan alhamdulillah sampai saat ini belum ada masalah yang berarti terkait masalah kesehatan kelinci.
 
Jenis Alami Pakan Alami Cadangan Paling Cocok untuk Ternak Kelinci
 
Salah satu solusi untuk membuat kelinci doyang dengan pakan tersebut adalah dengan cara menambahkan gula merah pada pakan kelinci. Gula merah atau gula jawa tidak memiliki potensi bahaya pada kelinci terutama pada saat penambahan gula pada jumlah kecil. Campur sedikit ampas tahu yang anda gunakan dengan gula jawa kemudian aduk sampai rata. Campuran dari gula jawa sebaiknya dalam jumlah kecil saja. Sedangkan pada bekatul pemberian gula merah harus direbus terlebih dahulu hingga mendidih kemudian dicampur dalam keadaan panas.

Campurkan sedikit gula merah untuk menambah rasa dari pakan cadangan anda. Namun ingat campurkan hanya sedikti saja sebagai perasa pakan.

Untuk ubi jalar, pemberian gula merah harus dalam jumlah yang sedikit karena ubi jalar sendiri sudah memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Untuk kelinci ternak dengan usia panen pendek, pemberian gula berlebih tidak menjadi masalah akan tetapi pada kelinci hias tentu saja ada dampak jangka panjangnya. Sayangnya saya (admin1) tidak memelihara kelinci hias jadi tidak bisa memberikan gambaran mengenai pengaruh pemberian gula dalam jangka panjang.

Sunday, April 3, 2016

Panduan Persiapan Memelihara Kelinci Bagi Pemula

Panduan Persiapan Memelihara Kelinci

Merawat Kelinci. Hewan lucu berbulu lebat memang menjadi daya tarik sendiri bagi kelinci untuk dijadikan sebagai teman hidup di rumah. Kelinci bisa menjadi hewan peliharaan yang lucu terutama tipe kelinci hias. Pertumbuhan minat memelihara dan merawat kelinci hias di rumah sangat cepat terutama setelah kelinci bisa didapatkan di mana saja bahkan di pinggir jalan pada saat anda pulang ke rumah, namun sayangnya animo masyarakat yang besar tidak disertai dengan pengetahuan yang memadai tentang tata cara merawat kelinci hias di rumah. Akibatnya adalah banyak kelinci yang mati sia-sia atau bahkan para calon perawat kelinci akan kecewa karena kelinci mereka tidak bertahan lama.
Panduan Persiapan Merawat Kelinci Bagi Pemula

Menimbang masalah yang muncul seperti ini, tim Kelinci hare akhirnya menuliskan beberapa tips sederhana persiapan dalam merawat kelinci di rumah. Berikut ini beberapa tips sederhana yang saya berikan kepada anda agar bisa mempersiapkan kebutuhan merawat kelinci di rumah.
  1. Bacalah secara seksama mengenai tata cara merata kelinci bagi pemula baik melalui buku maupun internet. Untuk para pemula tidak salahnya membaca dari blog karena kebanyakan peternak atau komunitas pecinta kelinci tidak mampu untuk mengelola sebuah situs profesional sehingga hanya membagikan informasi yang mereka dapatkan dari Blog.
  2. Bergabunglah dengan komunitas pecinta kelinci yang biasanya selalu ngumpul di alun-alun kota anda. Paling tidak mereka akan memberikan berbagai jenis tips dan cara merawat kelicni secara detail yang mungkin dilupakan oleh para penulis pada saat menerbitkan buku atau artikel di Internet.
  3. Jangan memelihara kelinci dalam jumlah banyak sekaligus, terutama bagi pemula tapi jangan juga memelihara kelinci hanya satu ekor karena kelinci adalah hewan yang mudah dan bukan predator sehingga lebih nyaman hidup dalam komunitas.
  4. Perhatikan lingkungan di sekitar anda, kemudian catatlah hal-hal khusus seperti kelembaban rata-rata hal ini belum begitu penting untuk pemula), keadaan lingkungan, luas pekarangan, ketersediaan rumput dan air bersih, toko hewan terdekat dan juga dokter hewan. 
  5. Jangan malu bertanya dan catatlah setiap perubahan kecil pada saat anda sudah mulai merawat kelinci terutama pada bagian feses kelinci. Selain dari kondisi fisik, feses adalah indikator yang baik untuk menunjukkan kesehatan pencernaan kelinci.
  6. Sediakan kandang yang memadai dan juga kandang khusus untuk kelinci hamil dan menyusui. Jangan satukan kelinci hamil dalam satu kandang kecuali anda memelihara kelinci tipe ranch atau kondisi luas kandang terbuka dengan tanah terbuka paling tidak berukuran 3 x 5 meter.
  7. Belajarlah ilmu mengenai jenis-jenis rumput, karena pakan utama dari kelinci adalah rumput namun ada banyak jenis rumput yang tumbuh di sekitar rumah anda. Perhatikan secara seksama sebelum memberikan rumput tersebut.

Monday, March 28, 2016

Panduan Lengkap Cara Merawat dan Memelihara Kelinci Di Rumah

Panduan Lengkap Cara Merawat dan Memelihara Kelinci Di Rumah

Merawat Kelinci. Kelinci adalah binatang hias yang terkenal dengan bulu lembut, halus dan tingkahnya yang lucu. Hewan kelinci sudah dijinakkan sejak sebagai hewan pedaging sejak 2000 abad yang lalu namun perkembangan sebagai teman manusia semakin meluas pada akhir abad 18. Di Indonesia kelinci sudah menjadi teman peliharaan sejak penjualan kelinci sudah semakin luas. Perdagangan kelinci dan peternakan kelinci yang semakin berkembang di Indonesia membuat para penggemar tumbuh bak jamur di musim hujan. Namun sebelum anda memutuskan memelihara kelinci ada baiknya untuk mencari tahu dulu beberapa panduan sederhana mengenai tata cara merawat kelinci seperti yang akan saya bagikan pada artikel berikut ini. Sebenarnya saya memelihara kelinci bukan untuk hiasan tetapi sebagai peternak profesional namun paling tidak tata cara merawat kelinci hias di rumah tidak jauh berbeda dari kelinci pedaging.
Kelinci Lucu dan Unik Panduan Lengkap Cara Merawat dan Memelihara Kelinci Di Rumah

Sekilas Mengenai Kelinci Hias dan Kelinci Pedaging

Pada dasarnya kelinci di alam tidak dibedakan berdasarkan hias atau pedaging namun manusia memberikan kategori hias dan pedaging dari karakternya. Kelinci yang digolongkan sebagai kelinci pedaging adalah kelinci dengan ukuran tubuh besar dan pertumbuhan cepat seperti pada tipe Giant Flemish sedangkan kelinci hias dikategorikan pada kelinci dengan bulu yang lebat dengan ukuran tubuh relatif kecil seperti kelinci Loop. Perhatikan setiap jenis kelinci yang anda beli karena jenis dari kelinci akan menentukan perawatan terkait dengan usia dan penanganan khusus.

Cara Mendapatkan Bibit Kelinci

Kelinci hias sudah dijual secara luas di Indonesia, Beberapa penjual kelinci di pinggir jalan menjajahkan kelinci dalam kandang kecil dengan harga berfariatif tergantung dari jenis kelinci yang hendak anda beli. Namun sangat tidak disarankan membeli kelinci dari pinggir jalan karena tidak ada ukuran waktu tentang lama kelinci mendekam dalam kandang sempit tersebut. Kemungkinan membeli kelinci stress sangat besar sehingga resiko meninggal pada saat sampai dirumah sangat besar.

Hal yang paling baik dilakukan untuk mendapatkan kelinci adalah mengunjungi pasar hewan profesional atau langsung ke peternakan kelinci. Peternak kelinci dan penjaga pasar hewan profesional sudah mengetahui cara terbaik dalam menangani kelinci pra-jual dan bahkan pasca jual Beberapa perlengkapan seperti disinfektan dan obat-obatan pasti disediakan oleh mereka sehingga kualitas kesehatan kelinci jauh lebih terjamin dibandingkan dengan kelinci yang ada di pinggir jalan.
Hal hal yang perlu dicek pada saat membeli kelinci adalah:
  1. Gerakan kelinci.- Perhatikan gerakan kelinci yang anda beli, jangan membeli kelinci cenderung pasif atau terlalu hiperaktif. Kelinci sehat biasanya ditandai dengan nafsu makan yang sangat tinggi. Kelinci sehat akan terus mengunyah.
  2. Kondisi penjual.- Jangan membeli kelinci yang dipisah secara individu karena cenderung mengakibatkan kelinci stress. Kelinci stress akan meningkatkan risiko kematian dan juga sangat sulit diamati karena kandang yang cenderung sempit.
  3. Perhatikan kaki-kaki kelinci.- Kelinci yang stress biasanya sering menggaruk kandang sehingga kandang yang terbuat dari bambu atau kayu akan membuat kaki kelinci menjadi luka. Hindari pembelian kelinci dengan kaki yang terdapat luka.
  4. Lendir.- Kelinci sehat akan terhindar dari lendir baik air liur dari mulut dan juga air di mata. Sebagian kelinci memiliki mata berwarna merah sehingga mata merah bukanlah indicator kelinci sakit namun air ata yang berlebih adalah indikasi kelinci sakit.
  5. Scabies,- Scabies adalah serangan parasit yang menyerang kulit bagian luar kelinci.  Kelinci yang terserang scabies ditandai dengan kulit luka bahkan pitak. Pitak terutama pada tungkai kaki yang sering tersembunyi karena susah untuk diamati. 

Hal Yang perlu Dipersiapkan Sebelum Memutuskan Untuk Merawat Kelinci

Pada saat anda memiliki rencana merawat dan memelihara kelinci itu berarti anda harus berkomitmen paling tidak 10 tahun karena rata-rata kelinci memiliki usia yang panjang jika ditangani dengan baik. Hal yang perlu dipersiapkan adalah kandang kelinci, keberadaan pakan kelinci, obat-obatan dan penangan penyakit serta keberadaan dokter hewan terdekat jika saja kejadian luar biasa terjadi. Nah berikut ini detail dari setiap unsur yang harus anda siapkan.

Kandang Kelinci

Kandang kelinci hias dengan ukuran besar seperti tipe Satin, Flam, New Zealand paling tidak memiliki kandang dengan ukuran lebar 50 cm x 70 cm dan tinggi lebih dari 50 cm. Kandang kelinci bisa terbuat dari bamboo namun jika anda hendak memelihara kelinci di dalam rumah tentu saja sangat tidak baik untuk menggunakan kandang bamboo karena merusak estetika rumah anda terutama jika anda meletakkan kelinci di dalam ruangan. Kandang yang terbuat dari besi mungkin menjadi alternatif yang baik. Kandang dari besi juga tidak mampu menyimpan penyakit seperti yang ada pada kandang yang terbuat dari bamboo. 

Kandang kelinci harus memenuhi nilai estetika dan juga fungsi kesehatan dari kelinci. Sediakan littering dan juga tepat buang air pada kelinci jika diajarkan kelinci akan mampu untuk membuang air pada tempatnya seperti yang dilakukan oleh kucing. Perhatikan setiap sudut dari kandang agar terhindar dari lubang yang kemungkinan bisa dimasuki oleh tikus pada saat anda tertidur.

Posisi kandang kelinci harus berada pada daerah yang mendapatkan sinar matahari panjang, jika diletakkan di dalam rumah letakkan kelinci di daerah dekat jendela luas dengan sirkulasi udara yang lancar. Perhatikan kotoran kelinci serta segara membuang setiap kelinci yang saat karena bau dari ammonia sangat mengganggu. Jangan memberikan dekorasi yang dapat mengganggu dan bisa jadi sebagai sumber penyakit seperti menghiasi kandang dengan boneka berbulu karena ada kemungkinan menyerap ammonia yang menguap.
Kelinci Lucu dan Imut Panduan Lengkap Cara Merawat dan Memelihara Kelinci Di Rumah

Menyediakan kandang bukan berarti membiarkan kelinci tetap berada di dalam kandang sepanjang hari. Kelinci adalah hewan aktif terutama pada malam hari. Membiarkan kelinci bermain di luar kandang agar tetap bisa melatih otot kaki dan membuat kelinci tetap prima. Kelinci bukanlah binatang pemalu dan bisa di ajak bermain namun tidak seintens kucing. Kelinci sangat suka bermain dengan sesuatu seukurannya berbaring akan membuat kelinci anda lebih senang mendekat ketika anda sedang berdiri.

Perhatikan: Jika anda berniat melepas kelinci di dalam rumah perhatikan Steker yang berhubungan dengan listrik terutama kabel karena kelinci adalah binatang dengan kondisi gigi yang selalu tumbuh sehingga kelinci harus sering menggigit agar gigi tidak tonggos. 

Penting!!! Perhatikan pula furniture yang terbuat dari kayu karena ada kemungkinan akan dirawat di gigit oleh kelinci. 

Pakan Untuk Kelinci

Pakan kelinci adalah kebutuhan utama dari kelinci. Ketersediaan pakan terutama pada malam hari dengan jumlah yang konsisten adalah suatu keharusan bagi perawat kelinci. Selain dari pakan, Botol air minum juga harus selalu terisi. Jangan biasakan memberikan air minum kepada kelinci dalam mangkuk karena kemungkinan debu serta kotoran mengendap di air akan ikut terminum oleh kelinci. Kelinci akan lebih rentang terhadap penyakit jika kualitas makan dan minuman kelinci tidak dijaga kualitasnya.

Untuk tipe pakan yang paling cocok untuk kelinci adalah sebagi berikut:
  1. Rumput dan hay,- adalah pakan utama dari kelinci. Pakan ini sangat cocok dengan system pencernaan dari kelinci dengan jumlah serat dan energi yang pas. Rumput tidak mengandung gas yang dapat mengganggu sistem pencernaan kelinci karena kelinci tidak memiliki lambung. Berikan 80 % dari menu makanan kelinci berupa hay (Jerami) dan Rumput. Hindari pemberian pakan berupa kangkung karena kangkung, kol dan sayuran hijau mengandung banyak gas. Berikan sayuran jika dalam keadaan sangat mendesak.
  2. Pelet kelinci.- Beberapa pelet kelinci selalu mengandung kebutuhan gizi yang mencukupi bahkan sangat baik bagi kelinci namun sayangnya tekstur dari pakan ini sangat tidak sesuai dengan kondisi sistem pencernaan kelinci. Beberapa pakan yang dijual di pasar merupakan pakan buatan rumahan dengan kualitas bentuk yang tidak terjamin karena hanya digiling begitu saja. Jika terpaksa menggunakan pakan dari pelet, pilihlah pelet dengan merek terkenal karena kualitas dan teksture dari pakan tetap dijaga dan disesuaikan dengan kebutuhan sistem pencernaan kelinci.
  3. Buah-buahan,-  Kelinci juga membutuhkan vitamin yang biasanya didapatkan dari wortel dan buah-buahan seperti apel. Berikan beberapa buah apel dan juga pepaya pada jumlah yang tidak berlebih sebagai sumber asupan vitamin

Mengawinkan Kelinci dan Kelinci Hamil

Kelinci hias rata-rata bisa dikawinkan pada usia 4 sampai 5 bulan. Kelinci yang siap melahirkan akan cenderung lebih lincah dan sehat. Kelinci yang siap kawin tidak akan agresif ketika didekati oleh kelinci jantan. Jika anda melihat kelinci betina cenderung agresif dan bertengkar dengan kelinci jantan pada saat disatukan segera pisahkan karena kemungkinan ada kelinci yang cedera sangat besar. Satukan lagi beberapa waktu setelah kondisi kejiwaan selama proses perkelahian sudah hilang. Segera setelah kelinci kawin, pisahkan dengan induk jantan, satukan lagi dua hari kemudian untuk memastikan proses pembuahan terjadi dengan baik, Sebenarnya kelinci adalah hewan yang subur sehingga sangat jarang gagal pada proses perkawinan pertama.

Kelinci hamil tidak akan menujukan tanda-tanda kehamilan sebelum menginjak usia 17 hari kehamilan. Kelinci hamil akan cenderung makan banyak dan juga kurang aktif. Sering menyendiri namun tetap tampak sehat. Pada usia 28-30 hari kelinci akan mulai mengaruk dan mencoba membuat lubang dan berlindung dari makhluk lain. Sediakan box khusus yang dilengkapi dengan hay kering yang banyak untuk kelinci. Jika semuanya berjalan lancar, bayi kelinci akan lahir pada hari ke-30 sampai dengan ke-35. 

Penting!!!Sediakan makanan yang cukup bagi kelinci hangat sampai kekurangan makanan karena kekurangan makan dan minuman akan membuat kelinci menjadi kanibal dan memakan anaknya sendiri.

Panduan Ringkas Mengenai Perawatan Anak Pada Kelinci

Jangan memisahkan kelinci dengan induknya, cukup beri makanan kepada induk kelinci dan jangan pula sering mengangkat kelinci yang sedang menyusui. Selama proses perawatan anak, Kelinci lebih sensitif dan rentang mendapatkan stress terutama mengenai masalah makanan.

Anak kelinci akan mulai makan rumput pada usia 14 hari namun hal ini tidak berarti kelinci tidak membutuhkan lagi susu dari induknya. Induk kelinci akan terus merawat anaknya hingga usia 30 hari. Pada usia kelinci sudah bisa hidup mandiri segera putuskan untuk tetap merawat anak kelinci atau membiarkan orang lain mengadopsi anak kelinci anda. Perhitungkan pula luas kandang dan makan pada saat mengambil keputusan untuk tetap merawat anak kelinci anda. Jika anda hendak memberikan kelinci pada orang lain, pastikan usia kelinci sudah berusia lebih dari dua bulan karena usia tersebut batas rentang mati mendadak dari kelinci anda.

Penting!!! Jangan mencoba memberikan susu kepada anak kelinci kecuali anda sudah punya pengalaman yang memadai mengenai perawatan kelici tanpa induk. Hal ini juga masih dihindari oleh para peternak profesional.

6 Mitos dan Kesalahan pada saat Memelihara Kelinci Bagi Pemula

6 Mitos dan Kesalahan pada saat Memelihara Kelinci Bagi Pemula

Merawat Kelinci. Bagi para peternak kelinci atau baru saja memulai untuk memelihara kelinci tentu saja sering mencari informasi dari berbagai sumber yang terdekat mengenai hewan peliharaan barunya. Seluruh informasi dikumpulkan namun perlu diperhatikan tidak semua informasi yang dikumpulkan berupa fakta atau hal yang baik jika tidak berasal dari bukti empirik atau pengalaman yang panjang selama memelihara kelinci. Kebanyakan orang hanya percaya begitu saja kepada pedagang kelinci di pasar atau di pinggir jalan, padahal pedagang kelinci biasanya hanya membeli kelinci kemudian menjual ulang tanpa tahu secara detail tata cara merawat dan memelihara kelinci.

Kesalahan sumber informasi atau bahkan kesalahan informasi dapat berakibat pada kematian kelinci atau paling tidak diawali dengan sakit berkepanjangan sampai mati. Pada beberapa masalah kelinci bahkan sudah mampu dirawat sampai proses kehamilan kelinci namun akhirnya mati pada saat melahirkan atau akhirnya anda harus merawat anak kelinci tanpa induk karena mati pada saat proses kematian. Nah berikut ini sedikit mengenai mitos yang paling sering beredar dikalangan pedagang kelinci yang kurang berpengalaman dalam merawat kelinci.

kelinci 6 Mitos dan Kesalahan pada saat Memelihara Kelinci Bagi Pemula


Mitos-mitos tentang Kelinci


Mitos #1: Kelinci adalah makhluk kuat yang bisa dibawa pergi jauh
 
Mitos ini paling sering muncul ketika kita bertanya pada penjual di pinggir jalan, mereka akan dengan gampang memberi tahu bahwa kelinci adalah hama dil adang yang punya daya tahan kuat karena susah dibasmi sehingga aman dibawa jauh karena daya tahan tersebut.

Faktanya, kelinci bertahan di alam bukan karena daya tahan tubuh tapi karena kemampuan berdaptasi dan bersembunyi dari pemangsa namun sayangany tubuh kelinci sangat rentang dan lemah. Kelinci sangat mudah diserang oleh perasaan stress karena perubahan keadaan secara tiba-tiba. Pada saat kelinci dibawa bepergian jauh, kelinci akan diserang stress dan membuat malas makan.

Perjalanan yang jauh akan membuat kondisi isi perut terkocok namun sayangnya usus (tanpa Lambung) kelinci tidak didesain untuk muntah sehingga stress pada tubuh bisa menyerang ketika dibawa dalam perjalan jauh. Beberapa peternak mengaku hanya bisa bertahan membawa kelinci dewasa bepergian kurang dari 50 km, sedangkan untuk kelinci kecil kurang dari 20 km.

Mitos #2: Kelinci tidak perlu air minum. Kelinci mati jika diberi air minum. Kelinci tak butuh minum karena sudah cukup mendapatkan minum dari kandungan rumput.
Mitos kedua dan mitos yang paling sering di dengar adalah kelinci tidak butuh air minum, bahkan akan mati bila di beri air minum. Faktanya kelinci juga sama seperti makhluk hidup lainnya selalu membutuhkan air sebagai sarana metabolisme tubuh, namun karena kebanyakan akanan yang diberikan berupa rumput (Kelinci Hewan Herbivora) yang mengandung hingga 80% kandungan air. Namun hal ini tidak berarti kelinci tidak butuh air, Air harus selalu tersedia di kandang kelinci karena kelinci akan minum air jika ia merasa kekkurangan air karena tubuh mahluk dilengkapi parameter perasaan haus sebagai tanda kekurangan air.

Air sangat dibutuhkan oleh kelinci sebagai sumber metabolisme dan menetralisir beberapa jenis bakteri yang mengganggu pencernaan. Kekurangan air dapat membuat kelinci terkena GI atau Gastri Intestinal. Kelinci juga kencing atau mengeluarkan urine sebagai zat sisa. Kebutuhan air akan sangat berguna untuk membuat kotoran dari dalam darah kelinci bahkan induk kelinci memberikan susu kepada anak kelinci dalam bentuk cairan.

Mitos #3: Memegang kelinci yang paling tepat adalah telinganya.

Beberapa pedagang akan menunjukkan cara memegang kelinci dengan menggunakan telinga kelinci. Kelinci terlihat diam ketika telingannya dipegang dan akhirnya disalahtafsirkan oleh banyak orang bahwa memegang kelinci pada bagian telinga adalah hal yang paling tepat pada saat memidahkan kelinci.

Faktanya telinga kelinci terhubung langsung ke saraf yang menghubungkan dengan motorik di otak. Kelinci yang mendapatkan paksaan dengan cara memegang telinganya memang menjadi diam, namun akan menimbulkan stress. Cara yang paling tepat pada saat memindahkan kelinci seharusnya dengan cara digendong seperti bayi setelah terlebih dahulu dielus-elus agar menjadi tenang.

Mitos  #4: Kelinci tidak memakan rumput.

Diantara semua mitos, ini adlaah mitos yang paling keliru. Di alam bebas kelinci memiliki menu makan utama berupa Hay dan Rumput Thomothi. Tidak doyan rumput bukan berarti tidak butuh rumput. Rumput adalah menu makanan utama kelinci yang paling cocok dengan sistem pencernaan kelinci. Kebiasaan memberikan akan lain membuat kelinci tidak doyan atau bahkan lupa makan rumput. Berilah porsi makanan sekitar 80 % dari kelinci anda berupa rumput.

Mitos #5: Makanan Kelinci terbaik adalah  kangkung dan Wortel


Percaya atau tidak mitos ini adalah mitos yang paling populer bagi peternak kelinci atau orang yang baru saja memulai memelihara kelinci. Mitos ini bahkan tersebar di seluruh wilayah Indonesia yah tentu saja bagi mereka yang sudah lama malang melintang di dunia kelinci. Gambaran di kartun-kartun tentang kelinci yang suka makan wortel mengubah paradigma banyak orang tentang makanan favorit kelinci padahal adegan tersebut hanya dramatisasi karena warna wortel yang berwarna oranye yang menarik mata. Kelinci membutuhkan wortel dalam jumlah sedikit paling tidak kurang dari 10 % jumlah pakan kelinci sedangkan kangkung sangat mengganggu kesehatan pencernaan kelinci. Kangkung mengandung gas yang pada jumlah berlebih dapat membuat gas memenuhi usus kelinci sedangkan kelinci tidak punya lambung untuk menampung gas dan mengeluarkan lewat mulut seperti beberapa mammalia lain, sebut saja manusia.

Mitos #6: Kelinci tidak bisa hidup dalam cuaca panas.

Kelinci adalah binatang berbulu tebal yang taha dingin dan bis amengubah bentuk tubuhny aadlaam keadaan panas. Beberapa jenis kelinci yang hidup di afrika dan timur tengah bahkan mampu bertahan pada kondisi suhu di atas 35 derajat celcius. Penyebab kematian bisa saja disebabkan oleh kekurangan makanan dan minum selama kondisi tersebut terpenuhi tidak masalah dengan cuaca panas kecuali anda memelihara kelinci di atas bara api.

Sunday, March 27, 2016

Potensi Kandungan Pupuk pada Kotoran Kelinci

Potensi Kandungan Pupuk pada Kotoran Kelinci

Merawat Kelinci. Kebutuan akan pupuk sangat vital dan memiliki peran yang sangat penting pada kegiatan agribisinis. Keberadaan pupuk yang berbagai macam juga memiliki fungsi yang berbeda. sistem produksi pupuk yang terbagi atas dua yakni pupuk alami dan pupuk buatan menentukan harga pupuk. Pupuk buatan pun masih terbagi dua yakni pupuk alami buatan yang terbuat dari bahan alami seperti kompos dan juga pupuk kandang dan jenis pupuk kimia yang membutuhkan tenaga ahli dan juga pabrik yang canggih dalam hal memproduksi pupuk.

Potensi Kandungan Pupuk pada Kotoran Kelinci subur dan murah

Pupuk Kandang dari Kotoran Kelinci

Kotoran Kelinci hampri sama dengan kotoran hewan lain dapat dijadikan sebagai pupuk kandang. Kotoran yang kelinci yang teridiri urine dan feses mengandung unsur hara yang masih dapat dimanfaatkan oleh tanaman sebagai sumber nutrisi tanaman. Kotorn ini harus dikelola agar dapat dimanfaatkan oleh peternak. 

Menurut hasil penelitian yang dilakuakan oleh Spreaadburi dan Yono C. Rahardjo, Satu ekor kelinci dewasa dengan usia lebih dari 60 hari dan berat badan sekitar 1 Kg dapat menghasilkan kotoran sebanyak 28 gram sehari. Setiap 28 gram kotoran kelinci sehat mengandung 3 gram protein, 0,35 gram nitrogen.

Sebuah majalah tentang kelinci di Amerika Serikat pada tahun 190 mengeluarkan sebuah jurnal mengenai kandungan dari kotoran kelinci dan menemukan 2,20% Nitrogen, 87% Fosfor , 2,30% Potassium, 36 Sulfur%, 1,26% Kalsium, 40% Magnesium pada kotoran kelinci.

Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Balai penelitian Bogor menemukan bahwa kotoran kelinci berpengaruh positif terhdadap pertumbuhan serta perkembangbiakan rumput Leguminosa S. Hamata dan juga P. Maximum setelah 6 kali panen atau setara dengan usia 258 hari (Sajimin, Rahardjo dan Purwanti, 2005). Hasil ini dapat dimaksimalkan dengan cara menambahkan probiotik pada kotoran kelinci. Hasil penambahan probiotik ini memnunjukkan hasil yang cukup baik yakni menambah daya produksi rumput hingga 38,0 %.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, “komposisi bahan organik C:N rasio, unsur makro dan mikro lebih tinggi pada pupuk kelinci yang ditambahkan probiotik pada waktu proses dekomposisi. Penggunaan probiotik pada pupuk kelinci untuk tanaman sayuran kentang dan kubis juga berdampak positif di mana dengan perlakukantrichoderma rata-rata produksinya lebih tinggi 16,3% (kentang) dan 5% (kubis) di banding tanaman kontrol.”

Sedangkan pada tabel berikut ini menyebutkan kandungan unsur-unsur dalam feses dan urin kelinci berbanding ternak lainnya sebagai berikut.

Jenis Ternak
Unsur Hara
N (%)
P (%)
K (%)    
H2O (%)
Kuda (padat)
0,55
0,30
0,40
75
Kerbau (padat)
0,60
0,30
0,34
85
Sapi (padat)
0,40
0,20
0,10
85
Domba (padat)
0,75
0,50
0,45
60
Babi (padat)
0,90
0,35
0,40
80
Ayam
0,40
0,10
0,45
97
Kelinci Muda
2,00
1,30
1,00
44
Kelinci Dewasa
2,72
1,10
0,50
55

Sumber: Trubus (1996). Klaus (1985 dalam Kartadisastra (2001); Baririh, N.R, Wafiatiningsih, I.Sulistyo, R.A. Saptati BPPT Kaltim 2005)

Djiman Santoso, jutawan kelinci dari Sleman Yogyakarta sebagaimana ditulis di Tabloid Agrina 29 Nopember 2006 lalu mengatakan, “harga pupuk kotoran kelinci mencapai Rp7.500/kg, sedangkan air kencingnya Rp5.000/liter. Seratus ekor kelinci menghasilkan 25 kg kotoran basah per hari.”

Mereka yang memahami manfaat pupuk kelinci wajar jika kemudian memilihnya sebagai pendorong produktivitas. Mu’tazim Fakkih, peternak kelinci dan penggerak pertanian Serikat Islam di Klaten misalnya, sudah bertahun-tahun memanfaatkan pupuk kelinci.

Sebagaimana diulas dalam Tabloid Kontan 29 April 2009 lalu, Tazim membuktikan pupuk dan urin kelinci membuat tanaman sayuran dan buah lebih netral dan kesegarannya lebih tahan lama.  Sayangnya, sekalipun ia memiliki ratusan ekor kelinci, pasokan untuk kegiatan agribisnisnya masih kurang.

Di Negara-negara yang sudah menerapkan proyek agribisnis atau agroindustri seperti Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Spanyol dan lain-lain pupuk kelinci telah memainkan peranan sebagai bagian terpenting menghasilkan tanaman yang baik, termasuk sebagai cara menghasilkan uang paling hebat dalam pasar pertanian modern.

Saking potensialnya, pupuk kelinci justru mendapatkan perhatian yang serius sehingga dalam mendesain kandang harus diperhatikan. Tujuan membuat desain kandang selain untuk menghindari kemubadziran feses dan urin juga untuk tujuan memudahkan pembersihan keduanya. Selamat mencoba.